Paes di Ajax: Tujuh Save, Rating 7,04, Awal Impresif

Debut Maarten Paes Bersama Ajax Berakhir Imbang, Sang Kiper Tunjukkan Kualitas

Pertandingan debut bagi Maarten Paes bersama klub raksasa Belanda, Ajax Amsterdam, berakhir dengan skor imbang 1-1 melawan mantan klubnya, NEC Nijmegen. Laga yang berlangsung di kandang Ajax, Amsterdam Arena, pada Minggu (22/2) dini hari WIB, ini tentu memiliki makna ganda bagi penjaga gawang Tim Nasional Indonesia tersebut. Tidak hanya menandai babak baru dalam kariernya di Eropa, Paes juga harus langsung berhadapan dengan tim yang pernah dibelanya selama enam tahun, dari 2012 hingga 2018.

Meskipun gagal mencatatkan clean sheet di pertandingan perdananya, performa Maarten Paes patut mendapat apresiasi. Berdasarkan data yang dihimpun, kiper yang kini membela Timnas Indonesia ini berhasil meraih rating 7,04. Angka tersebut tidak lepas dari tujuh penyelamatan krusial yang ia lakukan sepanjang 90 menit pertandingan.

Bacaan Lainnya

Performa gemilang Paes terlihat jelas terutama di babak kedua. Saat itu, NEC Nijmegen tampil lebih agresif dan meningkatkan intensitas serangan ke lini pertahanan Ajax. Kendati demikian, Paes mampu menunjukkan ketenangan dan refleks yang sigap dalam menghadapi gempuran lawan. Ia beberapa kali melakukan penyelamatan penting, baik dari situasi bola mati maupun dari tembakan jarak dekat yang mengancam gawangnya.

Ajax sempat unggul lebih dulu pada menit ke-39 berkat gol yang dicetak oleh M. Godts. Gol tersebut disambut sorak sorai oleh para penggemar yang memadati Amsterdam Arena, membawa tim tuan rumah menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0.

Namun, semangat juang NEC Nijmegen patut diacungi jempol. Memasuki menit ke-57, tim tamu berhasil menyamakan kedudukan melalui gol yang dicetak oleh D. Nejasmic. Skor 1-1 ini kemudian bertahan hingga peluit panjang dibunyikan, mengakhiri pertandingan debut Paes dengan hasil yang belum memuaskan sepenuhnya, namun dengan performa individu yang menjanjikan.

Peluang Emas Maarten Paes Merebut Posisi Kiper Utama Ajax

Meski kebobolan satu gol, penampilan Maarten Paes dalam debutnya memberikan sinyal positif. Kiper berusia 27 tahun ini menunjukkan bahwa ia memiliki kualitas yang dibutuhkan untuk bersaing di level tertinggi. Penampilan tenang dan refleks cepatnya dalam menghadapi situasi genting menjadikannya kandidat kuat untuk merebut posisi kiper utama Ajax.

Kehadiran Paes di skuad Ajax juga membuka peluang persaingan yang sehat di posisi penjaga gawang. Saat ini, posisi kiper utama Ajax diisi oleh Vitezslav Jaros, kiper Timnas Republik Ceko yang dipinjam dari Liverpool. Namun, Jaros saat ini tengah mengalami cedera, yang membuka pintu lebar bagi Paes untuk unjuk gigi.

Situasi cedera Jaros ini menjadi momentum berharga bagi Paes. Peluangnya untuk mengamankan tempat utama di bawah mistar gawang Ajax semakin terbuka lebar. Adaptasi dengan lingkungan baru dan rekan-rekan setim diprediksi tidak akan menjadi kendala besar bagi Paes. Hal ini didukung oleh beberapa faktor penting:

  • Latar Belakang Liga Belanda: Paes lahir di Belanda dan memiliki rekam jejak yang panjang di kancah sepak bola Belanda sebelum memutuskan untuk hijrah ke Major League Soccer (MLS) bersama FC Dallas. Pengalamannya di liga domestik akan memudahkannya untuk kembali beradaptasi.
  • Dukungan Tim Kepelatihan: Keberadaan Denny Landzaat, yang pernah menjabat sebagai asisten pelatih Tim Nasional Indonesia dan kini menjadi asisten pelatih di Ajax, juga dapat menjadi faktor pendukung yang signifikan. Landzaat dapat membantu Paes dalam proses adaptasi dan integrasi dengan tim.

Dengan penampilan debut yang cukup menjanjikan ini, Maarten Paes telah memberikan harapan baru bagi lini pertahanan Ajax Amsterdam. Meskipun hasil akhir pertandingan belum maksimal, performanya yang solid di laga perdana adalah modal berharga. Ini bisa menjadi awal dari sebuah perjalanan panjang bagi kiper Timnas Indonesia tersebut untuk mengukuhkan posisinya sebagai penjaga gawang utama di salah satu klub paling bersejarah di Belanda. Perjuangan Paes di Ajax patut terus diikuti, karena ia membawa optimisme dan potensi besar bagi masa depan klub dan juga Tim Nasional Indonesia.

Pos terkait