Istri Anggota DPRD Tewas dalam Kecelakaan Maut di Sulsel

Kecelakaan Maut di Tol Reformasi Makassar: Istri Anggota DPRD Meninggal Dunia

Makassar, Sulawesi Selatan – Sabtu, 21 Februari 2026, menjadi hari yang kelam bagi keluarga besar anggota DPRD Sulawesi Selatan. Sebuah insiden kecelakaan tunggal yang tragis terjadi di Jalan Tol Reformasi Km 7,2, Kota Makassar, merenggut nyawa Wardana Mamung (47), istri dari Kapten Hariadi, seorang legislator dari Partai NasDem. Kejadian ini menyisakan duka mendalam dan menjadi pengingat akan kerapuhan nyawa di jalan raya.

Jenazah Wardana Mamung tiba di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar pada Sabtu sore. Suasana haru menyelimuti halaman ruangan Forensik Dokpol Biddokkes, Polda Sulsel, tempat proses visum dilakukan. Sejumlah keluarga dan kerabat almarhumah tampak memadati lokasi, tak terkecuali sang suami, Kapten Hariadi. Dengan wajah yang sembab dan mata memerah, legislator Nasdem tersebut terlihat sesekali berbincang dengan kerabat yang datang memberikan dukungan, pandangannya terkadang menerawang kosong.

Bacaan Lainnya

Turut hadir pula anggota DPRD Sulsel lainnya, dr. Fadli Ananda, yang tampak memberikan semangat kepada Kapten Hariadi di tengah kesedihannya. Di sela-sela obrolan dan menerima telepon, Hariadi menceritakan kronologi singkat mengenai peristiwa nahas yang menimpa istri tercintanya.

Menurut penuturan Kapten Hariadi, kecelakaan terjadi setelah sang istri, Wardana Mamung, selesai berkunjung di Lantamal VI Makassar. Usai dari sana, almarhumah bersama putri mereka, Siti Fatimah (19), memutuskan untuk masuk ke Jalan Tol Reformasi menuju arah Sudiang. Kapten Hariadi sendiri tidak berada di dalam mobil saat kejadian berlangsung.

“Saya di rumah, almarhum bersama dengan anak saya di mobil,” ungkap Hariadi dengan suara lirih. Ia baru mengetahui musibah tersebut setelah menerima telepon dari putrinya yang mengabarkan bahwa terjadi kecelakaan. “Anak saya ditelepon bilang terjadi kecelakaan. Jadi saya langsung ke TKP,” tambahnya.

Kronologi Lengkap Insiden Tol Reformasi

Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polrestabes Makassar, AKBP Andi Husnaeni, memberikan keterangan resmi mengenai kronologi kejadian. Mobil yang dikendarai oleh korban adalah sebuah Toyota Raize dengan nomor polisi DD 1305 WA.

Peristiwa nahas itu bermula ketika kendaraan bergerak lurus dari arah barat menuju timur di Jalan Tol Reformasi Km 7,2. Di lokasi kejadian, mobil tersebut diduga mengalami oleng ke arah kiri.

“Dan menabrak pembatas jalan sehingga terjadi kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan adanya korban meninggal dunia,” jelas AKBP Andi Husnaeni dalam keterangan tertulisnya.

Akibat benturan yang keras dengan pembatas jalan, Wardana Mamung mengalami luka parah dan dinyatakan meninggal dunia seketika di lokasi kejadian. Sementara itu, putri mereka, Siti Fatimah (19), berhasil selamat meskipun mengalami luka pada tangan kiri dan kini tengah menjalani perawatan intensif di RS Bhayangkara.

Kecelakaan tunggal ini menjadi pukulan berat bagi keluarga Kapten Hariadi dan sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh pengguna jalan raya untuk selalu berhati-hati dan memprioritaskan keselamatan.

10 Tips Menghindari Kecelakaan Saat Berkendara

Insiden tragis seperti yang dialami oleh Wardana Mamung dapat terjadi pada siapa saja. Oleh karena itu, penting bagi setiap pengemudi untuk selalu waspada dan menerapkan langkah-langkah pencegahan guna meminimalkan risiko kecelakaan di jalan raya. Berikut adalah sepuluh cara yang dapat diterapkan untuk mengantisipasi dan mengendalikan potensi bahaya saat berkendara:

  1. Pertimbangkan Penggunaan Transportasi Umum: Jika memungkinkan, saat melakukan aktivitas tertentu, pertimbangkan untuk mengganti moda transportasi dengan menggunakan transportasi umum. Hal ini seringkali lebih aman dibandingkan mengemudikan kendaraan pribadi, terutama dalam kondisi lalu lintas yang padat atau kondisi jalan yang kurang ideal.

  2. Kurangi Distraksi Saat Berkendara: Fokus utama pengemudi haruslah pada jalan. Hindari segala bentuk distraksi seperti penggunaan ponsel, makan, minum, atau aktivitas lain yang dapat mengalihkan perhatian dari tugas mengemudi.

  3. Perhatikan Jauh ke Depan: Latihlah diri untuk melihat jauh ke depan, mengamati potensi bahaya yang mungkin timbul di sepanjang rute perjalanan. Ini termasuk mengantisipasi kondisi jalan, perilaku pengemudi lain, serta potensi hambatan tak terduga.

  4. Biasakan Berada di Satu Lajur: Usahakan untuk tetap berada dalam satu lajur yang telah dipilih dan hindari berpindah-pindah lajur secara tiba-tiba atau tidak perlu. Perubahan lajur yang sering dapat meningkatkan risiko kecelakaan.

  5. Jauhi Pengemudi yang Berbahaya: Antisipasi keberadaan pengemudi lain yang terlihat memiliki kebiasaan suka berpindah lajur secara sembarangan atau menunjukkan perilaku mengemudi yang agresif. Segera beri jarak aman dari kendaraan-kendaraan semacam ini.

  6. Perhatikan Titik Buta (Blindspot): Pahami dan selalu waspada terhadap area titik buta pada kendaraan Anda. Pastikan untuk melakukan pengecekan secara berkala melalui spion sebelum melakukan manuver seperti berpindah lajur atau berbelok.

  7. Teliti Setiap Persimpangan dan Gang: Berhati-hatilah saat mendekati setiap persimpangan, gang, atau lorong. Perlambat laju kendaraan Anda untuk memantau dan menilai situasi dengan cermat sebelum memutuskan untuk melanjutkan perjalanan.

  8. Ikuti Prosedur Aman Saat Pindah Jalur: Jika memang harus berpindah lajur, pastikan untuk mengikuti prosedur yang aman. Nyalakan lampu sein jauh-jauh hari, periksa spion, dan pastikan tidak ada kendaraan lain di lajur yang dituju sebelum melakukan manuver.

  9. Jangan Melawan Arus Lalu Lintas: Ini adalah aturan dasar yang mutlak harus dipatuhi. Melawan arus lalu lintas adalah tindakan yang sangat berbahaya dan hampir pasti akan berujung pada kecelakaan fatal.

  10. Sesuaikan Gaya Mengemudi dengan Kondisi: Selalu kemudikan kendaraan sesuai dengan kondisi jalan raya yang sedang dihadapi dan kondisi kesehatan diri sendiri. Jika kondisi jalan buruk, cuaca buruk, atau Anda merasa lelah atau tidak fit, kurangi kecepatan dan tingkatkan kewaspadaan.

Pos terkait