Pasar saham Indonesia memulai pekan ini dengan sentimen positif, setelah mengalami tekanan pada minggu sebelumnya. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan tanda-tanda pemulihan di awal perdagangan.
Pada hari Senin, 26 Januari 2026, pukul 09.04 WIB, IHSG mencatatkan kenaikan sebesar 0,14% dan mencapai level 8.963,97. Pergerakan positif ini memberikan harapan bagi para investor dan pelaku pasar setelah periode konsolidasi.
Sektor yang Mendukung Kenaikan IHSG
Kenaikan IHSG didorong oleh kinerja positif dari sebagian besar indeks sektoral. Sektor-sektor yang memberikan kontribusi signifikan terhadap penguatan IHSG antara lain:
Sektor Barang Baku: Kenaikan pada sektor ini menunjukkan adanya peningkatan aktivitas produksi dan permintaan bahan mentah.
Sektor Transportasi: Kinerja sektor transportasi yang baik mengindikasikan adanya peningkatan mobilitas dan aktivitas ekonomi.
Sektor Kesehatan: Sektor kesehatan tetap menjadi sektor yang resilien dan terus menunjukkan pertumbuhan.
Sektor Properti dan Real Estate: Sentimen positif pada sektor properti dan real estate memberikan dorongan bagi IHSG.
Sektor Infrastruktur: Pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan terus menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi.
Sektor Barang Konsumer Non Primer: Permintaan barang-barang konsumer non primer yang stabil mendukung kinerja sektor ini.
Sektor Barang Konsumer Primer: Sektor barang konsumer primer juga menunjukkan pertumbuhan yang positif.
Aktivitas Perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI)
Aktivitas perdagangan di BEI pada awal sesi menunjukkan peningkatan minat investor. Total volume perdagangan saham mencapai 2,30 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,71 triliun. Data ini mengindikasikan adanya likuiditas yang cukup di pasar.
Secara keseluruhan, terdapat 323 saham yang mengalami kenaikan harga (menguat), 169 saham yang mengalami penurunan harga (melemah), dan 202 saham yang harganya stagnan.
Saham-Saham Top Gainers di LQ45
Berikut adalah daftar saham-saham yang mencatatkan kenaikan harga tertinggi (top gainers) di indeks LQ45:
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM): Saham ANTM mengalami kenaikan sebesar 4,20% dan mencapai harga Rp 4.470 per saham. Kinerja positif ANTM didorong oleh sentimen positif terhadap sektor pertambangan.
PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA): Saham MBMA mencatatkan kenaikan sebesar 4,40% dan mencapai harga Rp 830 per saham. Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya minat investor terhadap sektor baterai dan kendaraan listrik.
PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL): Saham NCKL mengalami kenaikan sebesar 3,74% dan mencapai harga Rp 1.525 per saham. Kinerja positif NCKL didukung oleh prospek bisnis nikel yang menjanjikan.
ANTM Chart
by TradingView
Saham-Saham Top Losers di LQ45
Berikut adalah daftar saham-saham yang mengalami penurunan harga terbesar (top losers) di indeks LQ45:
PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI): Saham AADI mengalami penurunan sebesar 2,07% dan mencapai harga Rp 8.275 per saham. Penurunan ini mungkin dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal seperti perubahan harga komoditas.
PT Alamtri Minerals Tbk (ADMR): Saham ADMR mencatatkan penurunan sebesar 1,75% dan mencapai harga Rp 2.240 per saham. Penurunan harga saham ADMR bisa disebabkan oleh sentimen negatif terhadap sektor mineral.
PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR): Saham UNVR mengalami penurunan sebesar 0,89% dan mencapai harga Rp 2.230 per saham. Penurunan ini mungkin disebabkan oleh faktor-faktor internal perusahaan atau perubahan preferensi konsumen.







