SUMENEP – Sebuah proyek pembangunan yang menelan anggaran miliaran rupiah di kawasan pesisir Kota Keris, Sumenep, kini menjadi sorotan publik. Pelabuhan Wisata Kalianget, yang pembangunannya telah rampung dengan total biaya mencapai Rp 3,8 miliar, hingga kini belum juga difungsikan. Kondisi ini menimbulkan kekecewaan dan pertanyaan di kalangan masyarakat, yang menilai infrastruktur tersebut terkesan mubazir karena belum memberikan manfaat nyata.
Proyek pembangunan pelabuhan ini sendiri bukanlah proyek instan. Prosesnya dilakukan secara bertahap selama beberapa tahun, mulai dari tahun 2021 hingga 2024. Tahap awal pembangunan dimulai pada tahun 2021 dengan kucuran dana sebesar Rp 1,5 miliar yang bersumber dari Bantuan Keuangan (BK) Provinsi Jawa Timur. Setahun berikutnya, pada 2022, pembangunan dilanjutkan dengan alokasi anggaran senilai Rp 1,3 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sumenep.
Meskipun telah menerima dua kali kucuran dana yang cukup besar, pelabuhan ini belum juga beroperasi pada tahun 2023. Alasan yang dikemukakan saat itu adalah panjang dermaga yang dinilai masih kurang memadai untuk operasional. Menindaklanjuti hal tersebut, pada tahun 2024, kembali dianggarkan dana sebesar Rp 1 miliar dari APBD Sumenep untuk tahap penyempurnaan. Dengan demikian, total anggaran yang telah terserap untuk pembangunan Pelabuhan Wisata Kalianget ini mencapai Rp 3,8 miliar.
Ahmad (32), seorang warga Kecamatan Talango, menyuarakan kekecewaannya. Ia menilai pembangunan dermaga yang telah selesai sejak lama ini terkesan mubazir karena tidak ada aktivitas penyeberangan yang signifikan. “Pembangunannya sudah lama selesai. Tapi sampai sekarang tidak pernah ada aktivitas, hanya banyak orang nongkrong,” ujarnya, pada Sabtu (21/2/2026).
Menurut Ahmad, jika pelabuhan wisata ini difungsikan dengan baik, ia berpotensi besar untuk membantu mengurai kepadatan antrean penyeberangan yang selama ini menjadi masalah di rute Kalianget – Talango. Saat ini, masyarakat dan kendaraan hanya mengandalkan satu dermaga yang ada, sehingga kerap terjadi antrean panjang yang memakan waktu.
“Kalau itu difungsikan untuk dermaga kapal tongkang khusus penyeberangan Kalianget – Talango kan lebih bagus,” tuturnya, menggarisbawahi potensi pemanfaatan pelabuhan tersebut untuk kelancaran transportasi warga. Dengan adanya dermaga tambahan, diharapkan arus penyeberangan menjadi lebih lancar, efisien, dan mengurangi waktu tunggu bagi para pengguna jasa transportasi laut.
Menanggapi keluhan dan sorotan dari masyarakat, Kepala Bidang Prasarana dan Keselamatan Transportasi Dinas Perhubungan (Disperkimhub) Sumenep, Imam Afif Rusidy, memberikan penjelasan. Ia menyatakan bahwa secara teknis, pelabuhan tersebut sudah layak untuk digunakan.
“Itu panjangnya sudah cukup, jadi sudah bisa difungsikan,” tegasnya saat dikonfirmasi. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa secara infrastruktur, tidak ada lagi kendala teknis yang menghalangi operasional pelabuhan.
Namun, Imam Afif Rusidy mengakui bahwa hingga saat ini belum ada operasional rutin yang berjalan. Pihaknya masih dalam tahap intensif berkomunikasi dengan para pemilik kapal, baik itu kapal tongkang maupun perahu, mengenai rencana pemanfaatan dermaga tersebut.
“Kami masih mau berkomunikasi lebih lanjut dengan para pihak. Baik itu pemilik tongkang maupun perahu,” jelasnya. Komunikasi ini penting untuk memastikan bahwa operasional pelabuhan dapat berjalan lancar, melibatkan semua pemangku kepentingan, dan menjawab kebutuhan transportasi serta ekonomi masyarakat. Diskusi ini diharapkan dapat mencakup pengaturan jadwal, tarif, serta standar operasional yang akan diterapkan di pelabuhan tersebut.
Masyarakat Sumenep, khususnya yang berada di wilayah pesisir, masih menanti kepastian kapan Pelabuhan Wisata Kalianget akan benar-benar beroperasi penuh. Mereka berharap agar proyek yang telah menyedot anggaran miliaran rupiah ini dapat segera memberikan manfaat nyata, tidak hanya bagi kelancaran arus penyeberangan, tetapi juga bagi geliat aktivitas ekonomi warga sekitar.
Keberadaan pelabuhan yang fungsional diharapkan dapat membuka peluang ekonomi baru, seperti peningkatan aktivitas perdagangan, potensi pengembangan pariwisata bahari, serta penciptaan lapangan kerja. Dengan demikian, investasi yang telah digelontorkan dapat memberikan imbal hasil yang optimal bagi kesejahteraan masyarakat Sumenep. Kejelasan mengenai jadwal operasional dan rencana pemanfaatan pelabuhan ini menjadi kunci untuk mengakhiri status “mubazir” yang disematkan warga terhadap infrastruktur penting ini.
Pemerintah Akan Bangun Rumah Susun di Tanah Abang, Jakarta Pusat Pemerintah Indonesia berencana membangun rumah…
Denada Akhirnya Bertemu Putra Kandung Setelah 24 Tahun Terpisah: Momen Penuh Haru dan Klarifikasi Setelah…
Pendekatan Orang Tua yang Berbeda dalam Menghadapi Perubahan Anak Keputusan Sienna untuk melepas hijab belakangan…
JAKARTA – Transformasi digital bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan utama di hampir semua sektor…
Alvaro Carpe, pembalap Red Bull KTM Ajo, kembali mengungkap perjuangannya dalam meraih podium secara dramatis…
Lima Fakta Mencengangkan Persib Bandung yang Mengalahkan Semen Padang Pertandingan antara Persib Bandung dan Semen…