Dewan Pastoral Kuasi (DPK) St. Vinsensius Nonohonis, bekerja sama erat dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Siso, telah meluncurkan sebuah inisiatif kesehatan yang signifikan. Program ini menghadirkan pemeriksaan kesehatan gratis (CKG) yang dirancang khusus untuk seluruh umat Kuasi St. Vinsensius Nonohonis. Langkah proaktif ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan akses kesehatan yang lebih mudah, tetapi juga untuk menanamkan kesadaran akan pentingnya menjaga kondisi fisik di tengah kesibukan aktivitas sehari-hari.
Kegiatan CKG perdana ini dilaksanakan dengan antusiasme tinggi usai perayaan ekaristi pada Minggu, 8 Februari 2026, dimulai tepat pukul 09.30 Waktu Indonesia Tengah (Wita). Aula Kuasi atau yang dikenal sebagai Gereja lama Kuasi St. Vinsensius Nonohonis menjadi lokasi strategis pelaksanaan pemeriksaan. Kehadiran umat dalam pemeriksaan ini diwajibkan, bukan sebagai bentuk paksaan, melainkan sebagai penegasan komitmen untuk memastikan setiap anggota jemaat memiliki pemahaman yang jelas mengenai status kesehatan pribadi mereka.
Romo Ade Udjan, selaku Romo Kuasi St. Vinsensius Nonohonis, menekankan vitalnya program ini dalam menjaga kesehatan fisik umat. “Bapak dan mama wajib mengikuti pemeriksaan gratis ini. Ini adalah program dari seksi kesehatan Dewan Pengurus Kuasi. Tujuannya adalah untuk memastikan umat tetap sehat secara fisik. Karena bagaimana kita bisa bertransformasi menjadi paroki yang utuh jika umatnya sakit-sakitan?” ujar Romo Ade dengan tegas. Beliau menambahkan bahwa pemeriksaan ini akan menjadi agenda rutin yang dilaksanakan setiap tiga bulan sekali. Hal ini diharapkan dapat meringankan beban umat dalam mencari fasilitas kesehatan, karena DPK dan Kuasi akan memfasilitasinya langsung.
Lebih lanjut, Romo Ade menjelaskan bahwa dalam rangkaian CKG, akan dibentuk pula kelas khusus untuk ibu hamil dan lansia. Para petugas kesehatan dari Puskesmas Siso akan memberikan perhatian ekstra dan pemantauan berkelanjutan terhadap kondisi kesehatan masing-masing individu. “Jangan takut atau malu untuk bertanya jika ada hal yang ingin dikonsultasikan seputar kesehatan,” imbaunya.
Dukungan yang sama kuat juga datang dari Ketua DPK St. Vinsensius Nonohonis, Goris Wuyo. Ia mengungkapkan harapannya agar inisiatif pelayanan kesehatan ini dapat mendorong umat untuk lebih proaktif dan berani dalam memeriksakan diri. “Pemeriksaan gratis ini adalah wujud pelayanan DPK kepada umat di Kuasi ini. Kami berharap dengan umat yang sehat, kehidupan menggereja juga akan semakin baik,” tutur Goris.
Seluruh umat menunjukkan partisipasi yang mengagumkan dalam kegiatan ini. Beberapa di antaranya bahkan kembali ke rumah untuk sarapan terlebih dahulu sebelum kembali dengan membawa kartu identitas sebagai kelengkapan administrasi pemeriksaan.
Acara CKG diawali dengan sesi sosialisasi kesehatan yang dipandu langsung oleh seorang dokter. Sesi ini dirancang secara khusus untuk mengikis stigma negatif yang mungkin melekat di masyarakat terkait pemeriksaan kesehatan. Tujuannya adalah agar umat merasa lebih berani, nyaman, dan termotivasi untuk memeriksakan diri, berkonsultasi, serta memperoleh pemahaman yang akurat mengenai kondisi kesehatan mereka.
Salah satu umat yang berkesempatan mengikuti kegiatan ini, Yunisia Lakapu dari KUB St. Veronika, Kuasi St. Vinsensius Nonohonis, memberikan apresiasi tinggi terhadap program ini. “Program ini sangat baik. Saya berharap program ini dapat berjalan konsisten sesuai jadwal, yaitu tiga bulan sekali. Semoga rutin dan terus berlanjut, sehingga umat juga semakin memiliki pemahaman yang baik tentang status kesehatan mereka,” ungkap Yunisia. Meskipun hasil pemeriksaannya tidak menunjukkan adanya catatan medis yang mengkhawatirkan, ia mengaku telah mendapatkan saran untuk tetap mengurangi konsumsi lemak perut.
Margaretha Dowa, Koordinator Pelaksanaan CKG dari UPT Puskesmas Siso, menegaskan komitmen Puskesmas untuk menindaklanjuti setiap hasil pemeriksaan. Bagi umat yang terdeteksi memiliki kondisi kesehatan yang abnormal, seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes, dan lain sebagainya, akan didata secara khusus. Selanjutnya, mereka akan dijadwalkan untuk pemeriksaan rutin setiap bulan.
“Sangat disayangkan jika pemeriksaan ini tidak kita tindak lanjuti. Oleh karena itu, bagi umat yang kami periksa dan terindikasi memiliki tekanan darah tinggi, kolesterol, diabetes, atau kondisi serupa, akan kami data secara khusus. Kami akan melakukan pemeriksaan rutin setiap bulan. Apabila kondisi mereka memerlukan penanganan yang lebih intensif, kami akan merujuk mereka ke Rumah Sakit untuk mendapatkan penanganan medis yang lebih serius,” jelas Margaretha.
Inisiatif CKG yang digagas kali ini merupakan kolaborasi kedua yang terjalin antara pihak gereja dan UPT Puskesmas Siso. Mengingat wilayah kerja UPT Puskesmas Siso mencakup area Kuasi St. Vinsensius Nonohonis, kegiatan semacam ini menjadi sangat krusial untuk deteksi dini berbagai penyakit di kalangan masyarakat. Fokus utama dari CKG ini adalah pemeriksaan penyakit tidak menular (PTM), seperti diabetes, kolesterol, asam urat, darah tinggi, serta evaluasi kondisi fisik secara umum.
Pemerintah Akan Bangun Rumah Susun di Tanah Abang, Jakarta Pusat Pemerintah Indonesia berencana membangun rumah…
Denada Akhirnya Bertemu Putra Kandung Setelah 24 Tahun Terpisah: Momen Penuh Haru dan Klarifikasi Setelah…
Pendekatan Orang Tua yang Berbeda dalam Menghadapi Perubahan Anak Keputusan Sienna untuk melepas hijab belakangan…
JAKARTA – Transformasi digital bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan utama di hampir semua sektor…
Alvaro Carpe, pembalap Red Bull KTM Ajo, kembali mengungkap perjuangannya dalam meraih podium secara dramatis…
Lima Fakta Mencengangkan Persib Bandung yang Mengalahkan Semen Padang Pertandingan antara Persib Bandung dan Semen…