Categories: Olahraga

Ramadhan Persebaya: Taktik Nutrisi dan Latihan Tavares

Adaptasi Latihan dan Nutrisi Persebaya Surabaya Selama Bulan Ramadhan

Kompetisi sepak bola kasta tertinggi di Indonesia tetap bergulir tanpa henti meskipun memasuki bulan suci Ramadhan. Keputusan ini tentu menuntut penyesuaian signifikan dari berbagai pihak, terutama bagi tim-tim yang bertanding, termasuk Persebaya Surabaya. Operator liga telah menetapkan bahwa seluruh pertandingan akan dilaksanakan pada malam hari, setelah umat Muslim selesai menunaikan ibadah puasa dan shalat tarawih. Hal ini berdampak langsung pada rutinitas latihan para pemain yang harus disesuaikan dengan kondisi fisik dan spiritual mereka.

Penyesuaian Intensitas Latihan oleh Pelatih Bernardo Tavares

Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, memahami betul tantangan yang dihadapi para pemainnya selama bulan Ramadhan. Ia menegaskan bahwa timnya akan menerapkan pendekatan yang hati-hati terkait intensitas dan durasi latihan, terutama di awal-awal bulan puasa. “Saat latihan di bulan Ramadhan, kami berhati-hati dengan intensitas dan durasi, apalagi ini masih awal-awal,” ujar Tavares. Ia menambahkan bahwa fokus utama adalah menjaga kebugaran pemain tanpa membebani mereka secara berlebihan, mengingat kondisi mereka yang sedang menjalankan ibadah puasa.

Namun, pelatih asal Portugal ini optimis bahwa para pemain akan segera beradaptasi. Setelah beberapa hari pertama, ketika tubuh mulai terbiasa dengan ritme puasa, porsi latihan akan ditingkatkan secara bertahap. “Tapi kalau sudah sekitar dua mingguan, mereka akan lebih bisa beradaptasi. Jadi latihan kami bertahap dari yang agak ringan, terus ditingkatkan, dan semoga saat laga menghadapi Persijap (nanti malam) kami siap bertanding,” imbuhnya. Skema latihan bertahap ini bertujuan untuk memastikan pemain tetap dalam kondisi prima untuk menghadapi jadwal pertandingan yang padat.

Peran Vital Tim Medis dalam Menjaga Kebugaran Pemain

Di samping penyesuaian strategi latihan, peran tim medis Persebaya Surabaya, yang dipimpin oleh Dokter tim dr. Ahmad Ridhoi, menjadi sangat krusial. Tim medis telah menyiapkan skema khusus yang mencakup pengaturan nutrisi dan waktu pemulihan (recovery) bagi para pemain.

Manajemen Energi dan Nutrisi

“Yang paling penting adalah manajemen energi. Saat Ramadhan, pemain tetap berlatih dan bertanding dengan intensitas tinggi. Karena itu, kami atur pola makan saat sahur dan berbuka supaya kebutuhan kalori dan cairan tetap terpenuhi,” jelas dr. Ridhoi. Pengaturan pola makan ini sangat penting untuk memastikan pemain mendapatkan energi yang cukup untuk beraktivitas sepanjang hari, termasuk saat latihan dan bertanding. Asupan nutrisi yang tepat saat sahur dan berbuka puasa akan membantu menjaga stamina dan performa mereka di lapangan.

Monitoring Kesehatan Harian

Tim medis tidak hanya fokus pada pengaturan nutrisi, tetapi juga melakukan pemantauan kesehatan harian terhadap seluruh pemain. Pengecekan rutin meliputi berat badan, tingkat hidrasi tubuh, hingga kualitas tidur. “Kami melakukan pengecekan rutin. Kalau ada tanda-tanda kelelahan berlebih, langsung kami komunikasikan dengan tim pelatih untuk penyesuaian program,” ungkap dr. Ridhoi. Pendekatan proaktif ini memungkinkan tim medis untuk segera mengidentifikasi potensi masalah kebugaran pada pemain dan mengambil tindakan pencegahan sebelum berkembang menjadi cedera.

Jadwal Padat dan Pentingnya Recovery

Tantangan lain yang dihadapi Persebaya Surabaya adalah jadwal pertandingan yang cukup padat selama bulan Ramadhan. Setelah pertandingan melawan Persijap pada malam ini, Sabtu (21/2), tim berjuluk Green Force ini akan menghadapi serangkaian laga berat lainnya. Mereka dijadwalkan menjamu PSM Makassar pada 25 Februari, kemudian bertanding melawan Persib Bandung pada 2 Maret, dan menutup rangkaian pertandingan di bulan puasa dengan menghadapi Borneo FC pada 7 Maret mendatang.

Mengingat jarak antar pertandingan yang relatif mepet, pemulihan kebugaran pemain menjadi kunci utama. “Recovery jadi kunci. Jarak pertandingan yang mepet menuntut pemain cepat pulih. Jadi setelah pertandingan, kami maksimalkan pemulihan 24–48 jam pertama,” tegas dr. Ahmad Ridhoi. Fokus pada periode pemulihan 24-48 jam pertama pasca pertandingan ini sangat penting untuk memastikan pemain siap kembali berlaga dengan kondisi optimal. Dengan kombinasi penyesuaian latihan yang cerdas dan manajemen kesehatan yang ketat, Persebaya Surabaya berupaya menjaga performa timnya tetap stabil di tengah tantangan bulan Ramadhan.

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Astaga, lahan KAI untuk rusun Tanah Abang diserobot pihak lain

Pemerintah Akan Bangun Rumah Susun di Tanah Abang, Jakarta Pusat Pemerintah Indonesia berencana membangun rumah…

1 hari ago

Denada & Ressa: Haru Bertemu dalam Tangis

Denada Akhirnya Bertemu Putra Kandung Setelah 24 Tahun Terpisah: Momen Penuh Haru dan Klarifikasi Setelah…

1 hari ago

Ben Kasyafani Pilih Jadi Sahabat untuk Sienna Saat Putuskan Lepas Hijab, Ini Alasannya

Pendekatan Orang Tua yang Berbeda dalam Menghadapi Perubahan Anak Keputusan Sienna untuk melepas hijab belakangan…

1 hari ago

Mengapa Lulusan RPL Jadi Incaran di Dunia Teknologi?

JAKARTA – Transformasi digital bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan utama di hampir semua sektor…

2 hari ago

Veda Sadar Diri, Juara Red Bull Rookies Cup Tampil Gesit di COTA

Alvaro Carpe, pembalap Red Bull KTM Ajo, kembali mengungkap perjuangannya dalam meraih podium secara dramatis…

2 hari ago

5 Fakta Mencengangkan Persib Bandung Kalahkan Semen Padang: 2 Rekor Tak Terduga, Bintang Persija Terpengaruh

Lima Fakta Mencengangkan Persib Bandung yang Mengalahkan Semen Padang Pertandingan antara Persib Bandung dan Semen…

2 hari ago