Dalam era digital yang serba terhubung, kemampuan untuk mengumpulkan dan menganalisis data dari berbagai sumber menjadi keterampilan yang sangat berharga. Buku Informatika Kelas 10 Kurikulum Merdeka menghadirkan topik menarik mengenai web scraping, sebuah teknik yang memungkinkan kita untuk secara otomatis mengambil informasi dari situs web. Bagian Uji Kompetensi pada halaman 133 memberikan kesempatan bagi para siswa untuk menguji pemahaman mereka tentang konsep dan implementasi web scraping, khususnya dalam konteks analisis data lowongan pekerjaan.
Artikel ini akan mengulas secara mendalam keempat soal Uji Kompetensi tersebut, memberikan penjelasan yang komprehensif dan mudah dipahami, serta menyajikan solusi yang dapat menjadi referensi belajar bagi siswa.
Web scraping adalah proses otomatis untuk mengekstrak data dari situs web. Data yang diekstraksi ini kemudian dapat disimpan, dianalisis, atau digunakan untuk berbagai keperluan. Dalam konteks Uji Kompetensi ini, fokusnya adalah pada pengambilan data lowongan pekerjaan dari internet.
Mari kita bedah satu per satu soal yang disajikan dalam Uji Kompetensi:
Pertanyaan ini meminta siswa untuk menjelaskan proses web scraping menggunakan bahasa mereka sendiri. Inti dari proses ini adalah bagaimana data diambil dari sebuah situs web secara sistematis.
Langkah-langkah umum dalam melakukan web scraping dapat diuraikan sebagai berikut:
<h1> untuk judul, <p> untuk paragraf) dan terkadang atribut tambahan seperti class atau id yang mempermudah identifikasi.Proyek web scraping sebelumnya dalam buku siswa mungkin telah mencontohkan pencarian lowongan pekerjaan “part-time”. Soal ini menanyakan bagaimana cara mengubah script agar dapat mencari jenis lowongan pekerjaan lain, misalnya “programmer”.
Perubahan utama untuk memodifikasi target pencarian terletak pada parameter URL (alamat web) yang digunakan sebagai sumber data. Umumnya, situs web lowongan pekerjaan memungkinkan pengguna untuk memasukkan kata kunci pencarian dalam kolom pencarian. Kata kunci ini kemudian akan dimasukkan ke dalam URL situs web tersebut untuk memfilter hasil.
Misalnya, jika URL asli untuk mencari lowongan “part-time” adalah:
https://www.jobs.id/lowongan-kerja?kata-kunci=part-time
Maka, untuk mencari lowongan pekerjaan “programmer”, URL tersebut perlu diubah dengan mengganti part-time menjadi programmer:
https://www.jobs.id/lowongan-kerja?kata-kunci=programmer
Perubahan ini dilakukan pada baris kode script yang mendefinisikan alamat sumber data, memastikan bahwa script akan mengambil informasi yang relevan dengan kata kunci yang baru.
Soal ini memiliki dua bagian penting: menambahkan informasi lokasi ke dalam tabel hasil scraping dan menganalisis struktur HTML untuk menemukan data lokasi.
Untuk menambahkan informasi lokasi ke dalam tabel hasil scraping yang sebelumnya hanya menampilkan posisi, instansi, dan gaji, kita perlu melakukan beberapa langkah:
class="location" atau serupa), data tersebut diekstrak dan dimasukkan ke dalam array lokasi yang telah dideklarasikan.Analisis struktur HTML adalah kunci untuk menemukan data lokasi. Setelah proses parsing (membaca dan menguraikan kode HTML) pada halaman web lowongan pekerjaan, kita akan mendapatkan representasi kode yang terstruktur.
Misalkan, setelah melakukan parsing, kita menemukan bahwa informasi lokasi sebuah lowongan pekerjaan berada dalam struktur HTML yang mirip dengan ini:
<div class="job-details">
<span class="position">Software Engineer</span>
<span class="company">Tech Solutions Inc.</span>
<span class="salary">Rp 10.000.000</span>
<span class="location">Jakarta, Indonesia</span>
</div>
Dalam contoh di atas:
* Informasi lokasi berada dalam tag <span class="location">.
* Tag <span class="location"> ini berada dalam hierarki yang sama dengan tag yang berisi informasi instansi (<span class="company">).
* Atribut class="location" sangat membantu karena memberikan penanda unik untuk elemen yang berisi data lokasi, memudahkan script scraping untuk menemukannya.
Dengan mengidentifikasi pola seperti ini, kita dapat menulis kode untuk mengekstrak teks di dalam tag <span class="location"> tersebut.
Setelah data lokasi berhasil diekstrak dan disimpan dalam sebuah array, data tersebut kemudian dapat ditampilkan dalam tabel hasil scraping sebagai kolom tambahan.
Soal terakhir ini mengajak siswa untuk membandingkan metode pencarian dan perangkuman lowongan pekerjaan secara manual (unplugged) dan otomatis (plugged).
Metode ini melibatkan pencarian informasi lowongan pekerjaan tanpa bantuan komputer secara langsung, misalnya dari koran atau majalah.
Metode ini menggunakan bantuan komputer, seperti web scraping, untuk mengumpulkan data dari situs web.
Dengan membandingkan kedua metode ini, siswa dapat mengapresiasi kekuatan otomatisasi dalam pengumpulan dan analisis data di era digital. Web scraping membuka pintu untuk pemahaman yang lebih dalam terhadap tren pasar kerja dan berbagai informasi lainnya yang tersedia secara daring.
Pemerintah Akan Bangun Rumah Susun di Tanah Abang, Jakarta Pusat Pemerintah Indonesia berencana membangun rumah…
Denada Akhirnya Bertemu Putra Kandung Setelah 24 Tahun Terpisah: Momen Penuh Haru dan Klarifikasi Setelah…
Pendekatan Orang Tua yang Berbeda dalam Menghadapi Perubahan Anak Keputusan Sienna untuk melepas hijab belakangan…
JAKARTA – Transformasi digital bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan utama di hampir semua sektor…
Alvaro Carpe, pembalap Red Bull KTM Ajo, kembali mengungkap perjuangannya dalam meraih podium secara dramatis…
Lima Fakta Mencengangkan Persib Bandung yang Mengalahkan Semen Padang Pertandingan antara Persib Bandung dan Semen…