Setiap individu memiliki cara unik untuk menyalurkan naluri kemanusiaan dan keinginan untuk menolong sesama. Ada yang memilih jalur donasi, ada pula yang terlibat dalam misi penyelamatan, bahkan ada yang rela mengorbankan segalanya demi orang lain. Di masa-masa genting, seperti saat berkecamuknya perang, naluri bertahan hidup seringkali mendorong para prajurit untuk hanya memikirkan bagaimana cara memenangkan pertempuran. Namun, di tengah kekacauan tersebut, selalu ada para tenaga medis yang ditugaskan untuk memberikan pertolongan.
Meskipun dilatih dan ditugaskan sebagai dokter di garis depan, para tenaga medis perang juga dibekali kemampuan untuk membela diri. Salah satu cara membela diri yang mungkin terpaksa mereka lakukan adalah dengan mengambil nyawa lawan. Namun, kisah Desmond Doss, seorang prajurit Amerika Serikat yang bertugas di Perang Dunia II, menorehkan catatan berbeda. Ia adalah penganut Kristen taat yang berpegang teguh pada perintah Tuhan, termasuk larangan untuk membunuh.
Desmond Doss, yang diperankan oleh Andrew Garfield dalam film Hacksaw Ridge, tumbuh di Virginia, Amerika Serikat, pasca Perang Dunia I. Sejak kecil, ia telah meyakini bahwa kekerasan adalah sesuatu yang salah. Keyakinan ini semakin mengakar kuat setelah ia mengalami insiden traumatis di masa kecilnya. Saat bermain kasar dengan saudaranya, Hal (Nathaniel Buzolic), Desmond tanpa sengaja memukul Hal begitu keras hingga saudaranya itu sempat berhenti bernapas. Beruntung, ayah mereka berhasil menyelamatkan Hal. Peristiwa tersebut membuat Desmond semakin berhati-hati dan membenci segala bentuk kekerasan.
Perasaan benci terhadap kekerasan semakin diperparah oleh pengalaman ayahnya. Sang ayah, yang diperankan oleh Hugo Weaving, mengalami trauma mendalam sepulang dari Perang Dunia I. Ia menjadi pribadi yang kasar dan tertutup, yang diyakini Desmond akibat keharusan membunuh demi bertahan hidup, sementara teman-temannya di medan perang tak selamat.
Ketika beranjak dewasa, Desmond menyadari bakat alaminya dalam dunia medis, khususnya dalam menyelamatkan orang. Suatu ketika, saat sedang bekerja di gereja, ia menyaksikan seorang pria tertabrak mobil. Berbekal pengetahuan pertolongan darurat, Desmond berhasil memberikan bantuan awal hingga pria tersebut tiba di rumah sakit. Dokter yang menangani pria tersebut kemudian mengakui bahwa Desmond telah menyelamatkan nyawanya, sebuah momen yang menginspirasi Desmond untuk mendedikasikan hidupnya di dunia medis.
Tak lama setelah itu, Perang Dunia II pecah. Kakak Desmond, Hal, dengan sigap mendaftar menjadi tentara. Sang ayah, yang masih dihantui trauma masa lalu, tentu saja sangat menentang keputusan Hal, takut putranya akan mengalami nasib serupa. Di tengah situasi yang mencekam itu, Desmond pun memutuskan untuk mendaftar di angkatan darat, namun ia memilih jalur sebagai tenaga medis. Sang ayah kembali menyuarakan kekhawatiran, yakin Desmond tidak akan selamat di medan perang, apalagi dengan sumpahnya untuk tidak akan membunuh.
Sumpah Desmond untuk tidak membunuh menjadi batu sandungan besar selama pelatihan militernya. Ia bahkan sempat melanggar beberapa peraturan dalam hukum militer. Namun, berkat keteguhan iman, doa yang tak henti, serta dukungan dari berbagai pihak, Desmond akhirnya diizinkan bertugas di medan perang tanpa harus memegang senjata api. Ia membuktikan bahwa keberanian tidak selalu diukur dari kemampuan membunuh, melainkan dari tekad untuk menyelamatkan.
Film Hacksaw Ridge (2016) secara apik mengangkat kisah nyata Desmond Doss (1919-2006), seorang prajurit Angkatan Darat Amerika Serikat yang ditugaskan di Jepang selama Perang Dunia II. Judul film ini sendiri diambil dari nama sebuah medan perang yang terkenal brutal di Okinawa, yang menjadi lokasi penugasan Doss. Di medan perang yang dijuluki “Hacksaw Ridge” inilah, Doss mencatatkan rekor luar biasa. Dalam rentang waktu hanya beberapa jam, ia berhasil menyelamatkan 75 orang prajurit tanpa melepaskan satu tembakan pun, bahkan tanpa menyentuh senjata.
Dalam sebuah wawancara yang disertakan di akhir film, Desmond Doss sendiri menceritakan momen-momen kritisnya di Hacksaw Ridge. Ia mengaku terus-menerus berdoa kepada Tuhan, “Tuhan, satu lagi, bantu aku menyelamatkan satu lagi.” Doa dan keberaniannya menjadi inspirasi bagi banyak orang.
Film Hacksaw Ridge mendapatkan apresiasi yang sangat baik dari para kritikus dan penonton. Film ini meraih skor 8.1/10 di IMDb dan 84% di Rotten Tomatoes. Prestasi gemilang juga diraihnya di ajang penghargaan bergengsi, memenangkan dua Piala Oscar, yaitu untuk kategori Editing Film Terbaik dan Sound Mixing Terbaik. Kisah Desmond Doss menjadi bukti nyata bahwa keberanian, keyakinan, dan dedikasi untuk menolong dapat menjadi kekuatan terbesar di tengah situasi paling mengerikan sekalipun. Ia adalah pahlawan sejati, yang membuktikan bahwa menyelamatkan nyawa jauh lebih mulia daripada mengambilnya.
Pemerintah Akan Bangun Rumah Susun di Tanah Abang, Jakarta Pusat Pemerintah Indonesia berencana membangun rumah…
Denada Akhirnya Bertemu Putra Kandung Setelah 24 Tahun Terpisah: Momen Penuh Haru dan Klarifikasi Setelah…
Pendekatan Orang Tua yang Berbeda dalam Menghadapi Perubahan Anak Keputusan Sienna untuk melepas hijab belakangan…
JAKARTA – Transformasi digital bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan utama di hampir semua sektor…
Alvaro Carpe, pembalap Red Bull KTM Ajo, kembali mengungkap perjuangannya dalam meraih podium secara dramatis…
Lima Fakta Mencengangkan Persib Bandung yang Mengalahkan Semen Padang Pertandingan antara Persib Bandung dan Semen…