Memasuki bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, aktivitas penyeberangan laut dengan menggunakan speedboat rute Nunukan menuju Tarakan terpantau mengalami penurunan jumlah penumpang. Fenomena ini menjadi perhatian mengingat biasanya rute ini selalu ramai oleh aktivitas pelayaran.
Pelabuhan Liem Hie Djung yang berlokasi di kawasan Tanah Merah, Kelurahan Nunukan Timur, Kecamatan Nunukan, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara, merupakan titik keberangkatan utama bagi para penumpang yang ingin menuju Tarakan. Di hari-hari biasa, sebanyak 10 unit speedboat telah disiagakan setiap harinya untuk melayani kebutuhan transportasi laut tersebut.
Namun, memasuki bulan Ramadan, Kepala UPTD Pelabuhan Liem Hie Djung, Samsul, mengonfirmasi adanya tren penurunan penumpang. Meskipun jumlah armada yang disiagakan tetap sama seperti hari biasa, jumlah penumpang yang menggunakan jasa speedboat cenderung berkurang.
“Setiap hari kami siapkan 10 speedboat yang berangkat. Namun, kami tetap melihat kondisi penumpang, serta kendala di lapangan seperti kondisi speedboat,” jelas Samsul pada Sabtu, 21 Februari 2026.
Lebih lanjut, Samsul merinci data penurunan penumpang yang terjadi. Pada hari Jumat, 20 Februari 2026, hanya tercatat 3 armada speedboat yang diberangkatkan dari Nunukan menuju Tarakan. Rincian penumpang pada hari tersebut adalah sebagai berikut:
Total keseluruhan penumpang yang berangkat dari Nunukan ke Tarakan pada hari Jumat tersebut mencapai 85 orang. Angka ini menunjukkan perbedaan signifikan dibandingkan hari-hari biasa, di mana kesepuluh armada yang diberangkatkan biasanya membawa jumlah penumpang yang jauh lebih banyak.
Meskipun jumlah penumpang mengalami penurunan, jadwal keberangkatan speedboat dari Pelabuhan Liem Hie Djung Nunukan tetap beroperasi seperti biasa. Keberangkatan pertama dimulai pada pukul 07.20 Wita, dan pemberangkatan terakhir dijadwalkan pada pukul 14.15 Wita.
Berikut adalah rincian jadwal keberangkatan dan kapasitas masing-masing speedboat:
Tarif penyeberangan speedboat dari Nunukan ke Tarakan dipatok sebesar Rp280.000 per penumpang. Harga tiket ini sudah mencakup biaya asuransi dan retribusi pelabuhan, memberikan rasa aman dan kepastian bagi setiap penumpang.
Untuk menunjang kenyamanan selama perjalanan yang memakan waktu sekitar tiga jam, setiap unit speedboat telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas modern. Fasilitas tersebut meliputi sistem pendingin ruangan (AC) yang membuat kabin tetap sejuk, televisi untuk hiburan selama perjalanan, serta fasilitas toilet yang bersih dan terawat.
Menyikapi kondisi operasional pelabuhan, pihak pengelola Pelabuhan Liem Hie Djung mengimbau seluruh masyarakat pengguna jasa transportasi laut ini untuk datang lebih awal sebelum jadwal keberangkatan yang telah ditentukan. Hal ini penting untuk menghindari antrean yang panjang dan memastikan kelancaran proses keberangkatan. Dengan perencanaan yang baik, penumpang dapat menikmati perjalanan laut yang nyaman dan tepat waktu.
Pemerintah Akan Bangun Rumah Susun di Tanah Abang, Jakarta Pusat Pemerintah Indonesia berencana membangun rumah…
Denada Akhirnya Bertemu Putra Kandung Setelah 24 Tahun Terpisah: Momen Penuh Haru dan Klarifikasi Setelah…
Pendekatan Orang Tua yang Berbeda dalam Menghadapi Perubahan Anak Keputusan Sienna untuk melepas hijab belakangan…
JAKARTA – Transformasi digital bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan utama di hampir semua sektor…
Alvaro Carpe, pembalap Red Bull KTM Ajo, kembali mengungkap perjuangannya dalam meraih podium secara dramatis…
Lima Fakta Mencengangkan Persib Bandung yang Mengalahkan Semen Padang Pertandingan antara Persib Bandung dan Semen…