Raphinha Sindir Wasit: Barcelona Kalah Beruntun, Standar Ganda Dipertanyakan

Barcelona Terpuruk: Raphinha Soroti Perbedaan Aturan Wasit Pasca Kekalahan dari Girona

Barcelona kembali menelan pil pahit setelah takluk 2-1 dari Girona dalam laga lanjutan La Liga pada Selasa (17/2). Kekalahan ini menjadi yang kedua kalinya secara beruntun bagi skuad asuhan Hansi Flick, yang sebelumnya juga dihancurkan 4-0 oleh Atlético Madrid di leg pertama semifinal Copa del Rey. Kedua pertandingan tersebut diwarnai oleh sejumlah keputusan wasit yang dinilai kontroversial oleh kubu Barcelona.

Di awal babak kedua melawan Atlético, gol Pau Cubarsi sempat dianulir karena dianggap offside setelah peninjauan VAR yang memakan waktu tujuh menit. Tak lama berselang, dalam duel melawan Girona, Barcelona merasa gol kemenangan tim tuan rumah seharusnya tidak disahkan karena adanya pelanggaran yang terjadi sebelum gol tersebut tercipta.

Bacaan Lainnya

Raphinha, salah satu pemain Barcelona, tak mampu menahan kekecewaannya. Melalui media sosial, ia mengungkapkan bahwa timnya masih perlu banyak berbenah, namun ia juga menyoroti peran wasit yang dianggapnya turut berkontribusi pada hasil akhir. “Sangat rumit ketika aturan berbeda, baik untuk Anda maupun melawan Anda, tetapi jika kita harus bermain melawan semua orang untuk menang, tidak apa-apa. Kita akan terus melakukannya,” tulis Raphinha.

Pernyataan Raphinha ini mencerminkan kekecewaan yang mendalam di kubu Barcelona. Mereka merasa diperlakukan dengan standar yang berbeda dalam hal perwasitan, terutama setelah dua kekalahan beruntun yang diwarnai keputusan-keputusan yang merugikan.

Gugatan Resmi Barcelona Terhadap Inkonsistensi Perwasitan

Sebelumnya, Barcelona telah mengambil langkah serius dengan mengajukan pengaduan resmi kepada Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) dan Komite Perwasitan (CTA) pada akhir pekan lalu. Pengaduan ini didasari oleh apa yang mereka anggap sebagai inkonsistensi perwasitan yang merajalela di sepak bola Spanyol.

Surat resmi yang terdiri dari lima poin tersebut secara rinci memaparkan tuduhan Barcelona, meliputi:
* Kurangnya konsistensi dalam pengambilan keputusan disiplin.
* Kriteria yang kontradiktif dalam penentuan keputusan handball.
* Akumulasi kesalahan perwasitan yang terus terjadi.
* Kurangnya transparansi dalam penggunaan teknologi Video Assistant Referee (VAR).
* Kriteria yang tidak konsisten dalam penerapan aturan di lapangan.

Meskipun Raphinha dan Barcelona secara terbuka menyuarakan kekecewaannya, pelatih Hansi Flick masih berusaha untuk tidak terlalu keras mengkritik para wasit. Flick menyadari bahwa performa timnya saat ini memang sedang tidak dalam kondisi terbaik. Namun, ia tidak bisa mengabaikan adanya pelanggaran yang “jelas” terjadi sebelum gol kemenangan Girona tercipta.

Insiden yang dimaksud adalah ketika Claudio Echeverri menginjak kaki Jules Kounde sebelum gol kemenangan yang dicetak oleh Fran Beltran pada menit ke-86. Meskipun insiden tersebut terlihat jelas, wasit tidak menghadiahkan tendangan bebas bagi Barcelona dan VAR pun tidak menganggapnya sebagai pelanggaran yang layak untuk ditinjau ulang.

Kekalahan dari Girona membuat Barcelona harus rela turun ke posisi kedua klasemen La Liga, tertinggal dua poin dari Real Madrid yang kini memimpin. Akibatnya, Hansi Flick memberikan waktu istirahat selama dua hari kepada para pemainnya yang kelelahan. Tujuannya adalah agar mereka dapat memulihkan diri sebelum kembali beraksi di liga menghadapi Levante pada Minggu (22/2) mendatang.

Dampak Kekalahan dan Tantangan ke Depan

Kekalahan beruntun ini menjadi pukulan telak bagi Barcelona. Selain tergelincir dari puncak klasemen, kepercayaan diri tim juga kemungkinan besar terpengaruh. Pernyataan Raphinha yang menyoroti perbedaan aturan perwasitan juga mengindikasikan adanya rasa frustrasi yang mendalam di antara para pemain.

Situasi ini menuntut Barcelona untuk segera berbenah, baik dari segi performa di lapangan maupun dalam menyikapi keputusan-keputusan kontroversial. Perjuangan mereka di sisa musim ini diprediksi akan semakin berat, terutama dengan tekanan dari Real Madrid yang terus memburu.

Kembalinya ke jalur kemenangan dan mengembalikan performa terbaik akan menjadi kunci bagi Barcelona untuk bangkit dari keterpurukan ini. Fokus pada perbaikan internal dan ketenangan dalam menghadapi situasi yang menekan akan sangat dibutuhkan oleh tim asuhan Hansi Flick.

Selain itu, Barcelona juga perlu terus menyuarakan aspirasi mereka terkait perwasitan secara konstruktif. Pengaduan resmi yang telah diajukan menjadi langkah awal yang baik, namun konsistensi dalam performa di lapangan tetap menjadi prioritas utama untuk meraih kesuksesan di akhir musim. Pertandingan-pertandingan selanjutnya akan menjadi ujian sesungguhnya bagi mentalitas dan kemampuan Barcelona untuk bangkit.

Pos terkait