Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Manokwari, Provinsi Papua Barat, tengah merayakan bulan suci Ramadan 1447 Hijriyah dengan serangkaian kegiatan keagamaan yang mendalam. Inisiatif ini dirancang khusus untuk memberikan pembinaan rohani yang berharga bagi sekitar 150 warga binaan yang beragama Islam di dalam lapas. Keberadaan kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesalehan dan memberikan bekal spiritual yang kuat bagi mereka yang sedang menjalani masa pidana.
Kepala Lapas Kelas IIB Manokwari, Adhy Prasetyanto, menjelaskan bahwa total terdapat lebih dari 480 warga binaan yang menghuni fasilitas di Kampung Ambon, Manokwari. Dari jumlah tersebut, sebagian besar memiliki keyakinan Islam dan menjadi sasaran utama dari berbagai program Ramadan yang telah disusun.
Rangkaian Acara Keagamaan Selama Ramadan
Pelaksanaan ibadah dan kegiatan keagamaan di Lapas Manokwari selama Ramadan mencakup beberapa agenda utama yang akan diselenggarakan secara berkala hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Tadarusan Al-Qur’an:
Salah satu kegiatan pokok yang akan dilaksanakan adalah tadarusan, yaitu membaca Al-Qur’an secara bersama-sama maupun secara individu. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kedekatan warga binaan dengan kitab suci Al-Qur’an, memperdalam pemahaman mereka terhadap ajaran Islam, serta menciptakan suasana spiritual yang khidmat di lingkungan lapas.
Peringatan Nuzulul Qur’an:
Lapas Manokwari juga akan menyelenggarakan peringatan Nuzulul Qur’an. Acara ini merupakan momen penting untuk mengenang peristiwa bersejarah turunnya wahyu Al-Qur’an pertama kali kepada Nabi Muhammad SAW. Melalui peringatan ini, diharapkan warga binaan dapat lebih meresapi makna dan pentingnya Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.
Safari Ramadan dari Forkopimda:
Sebagai bagian dari upaya mempererat silaturahmi dan memberikan dukungan moral, Lapas Manokwari akan kedatangan tamu istimewa dalam kegiatan Safari Ramadan. Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) akan turut serta dalam kegiatan ini, memberikan kesempatan bagi warga binaan untuk berinteraksi dan mendapatkan pencerahan dari para pemimpin daerah.
Persiapan Menjelang Idul Fitri:
Seluruh rangkaian kegiatan ini akan terus berlangsung hingga mendekati Hari Raya Idul Fitri. Fokusnya adalah untuk mempersiapkan warga binaan secara spiritual dan mental dalam menyambut hari kemenangan, serta memberikan kesempatan bagi mereka untuk merayakan hari besar Islam dengan penuh makna.
Mengatasi Keterbatasan Ruang dengan Pembagian Kelompok
Adhy Prasetyanto mengakui adanya tantangan dalam pelaksanaan kegiatan keagamaan, terutama terkait keterbatasan ruang. Masjid di dalam Lapas Manokwari memiliki kapasitas yang tidak terlalu besar untuk menampung seluruh warga binaan secara bersamaan.
“Nantinya, pembinaan dibagi menjadi dua kelompok karena masjid di Lapas tidak terlalu besar,” jelas Adhy Prasetyanto.
Untuk mengatasi kendala ini, pihak Lapas telah mengambil langkah strategis dengan membagi peserta ke dalam dua kelompok. Pembagian ini dilakukan setelah berkoordinasi dengan para pembina keagamaan yang bertugas di Lapas. Dengan demikian, setiap warga binaan tetap mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan keagamaan yang diselenggarakan, meskipun dalam sesi yang berbeda.
Pembinaan Rohani sebagai Bekal Kehidupan
Seluruh rangkaian kegiatan Ramadan ini merupakan bagian integral dari program pembinaan rohani yang dijalankan oleh Lapas Manokwari. Adhy Prasetyanto menekankan bahwa tujuan utama dari pembinaan ini adalah untuk membekali warga binaan dengan nilai-nilai positif dan spiritualitas yang kuat.
“Semua kegiatan itu adalah bagian dari pembinaan rohani warga binaan agar menjadi bekal positif saat mereka bebas nanti,” tegasnya.
Diharapkan, melalui pengalaman spiritual selama di dalam lapas, warga binaan dapat mengalami perubahan karakter yang signifikan. Mereka diharapkan dapat kembali ke masyarakat dengan pemahaman agama yang lebih baik, hati yang lebih lapang, serta tekad yang kuat untuk menjalani kehidupan yang taat hukum dan bermoral setelah bebas. Kegiatan Ramadan ini menjadi bukti komitmen Lapas Manokwari dalam memberikan pembinaan yang komprehensif, tidak hanya dari sisi keamanan, tetapi juga dari sisi spiritual dan moral.
Pemerintah Akan Bangun Rumah Susun di Tanah Abang, Jakarta Pusat Pemerintah Indonesia berencana membangun rumah…
Denada Akhirnya Bertemu Putra Kandung Setelah 24 Tahun Terpisah: Momen Penuh Haru dan Klarifikasi Setelah…
Pendekatan Orang Tua yang Berbeda dalam Menghadapi Perubahan Anak Keputusan Sienna untuk melepas hijab belakangan…
JAKARTA – Transformasi digital bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan utama di hampir semua sektor…
Alvaro Carpe, pembalap Red Bull KTM Ajo, kembali mengungkap perjuangannya dalam meraih podium secara dramatis…
Lima Fakta Mencengangkan Persib Bandung yang Mengalahkan Semen Padang Pertandingan antara Persib Bandung dan Semen…