Categories: teknologi

Proyek Marka Jalan Malaysia: Berhenti Sia-Sia, Dipuji Namun Bermasalah

Proyek Marka Jalan Menyala di Malaysia: Inovasi Ambisius yang Terhenti Karena Biaya dan Alam

Sebuah inisiatif yang sempat menuai pujian dan viral di tahun 2023, yaitu proyek marka jalan menyala atau ‘Glow in The Dark’ yang digagas oleh pemerintah Malaysia, kini dilaporkan berhenti tanpa hasil yang optimal. Ide cemerlang ini, yang digadang-gadang sebagai solusi inovatif untuk menekan angka kecelakaan di area minim penerangan, hanya mampu bertahan selama kurang lebih satu tahun. Marka jalan yang menggunakan bahan fosfor ini dirancang untuk memantulkan cahaya di kegelapan, menawarkan visibilitas yang lebih baik bagi pengendara.

Tantangan Finansial yang Meredupkan Inovasi


Penyebab utama penghentian proyek ambisius ini ternyata berakar pada masalah anggaran yang signifikan. Wakil Menteri Pekerjaan Umum Malaysia secara resmi mengonfirmasi bahwa program ini tidak akan diperluas ke wilayah-wilayah lain. Data dari Departemen Pekerjaan Umum mengungkap fakta mengejutkan: biaya pengadaan cat khusus fotoluminescent ini mencapai 749 ringgit per meter persegi, setara dengan sekitar Rp 809.833. Angka ini hampir dua puluh kali lipat lebih mahal dibandingkan dengan marka jalan standar yang biasa digunakan.

Rencana awal uji coba proyek ini menargetkan 15 lokasi di Selangor dan 31 lokasi di Johor. Namun, rencana tersebut harus dibatalkan setelah hasil evaluasi menunjukkan bahwa proyek ini tidak lagi menguntungkan secara finansial. Beban biaya yang tinggi menjadi batu sandungan utama bagi keberlanjutan inovasi ini.

Ancaman Lingkungan: Iklim Tropis yang Merusak Ketahanan Cat

Selain persoalan biaya, faktor alam juga menjadi tantangan berat yang tak terduga bagi ketahanan cat fotoluminescent. Para ahli telah lama memperingatkan bahwa iklim lembap Malaysia, yang merupakan ciri khas negara tropis, dapat memperpendek usia pakai cat secara drastis.

Sebuah studi yang dipublikasikan dalam International Journal of Pavement Research and Technology mengindikasikan bahwa lapisan fotoluminescent berisiko mengalami degradasi yang cepat. Kondisi ini sering kali terjadi hanya dalam kurun waktu 18 bulan, terutama akibat paparan terhadap kondisi lingkungan yang ekstrem. Kelembapan tinggi dan paparan sinar matahari yang intens secara terus-menerus dapat mempercepat proses kerusakan pada material cat tersebut.

Antusiasme Publik yang Tak Terbendung

Meskipun menghadapi berbagai kendala teknis dan finansial, antusiasme masyarakat terhadap teknologi marka jalan menyala ini sempat sangat tinggi. Saat uji coba sepanjang 245 meter diluncurkan di daerah pedesaan dekat Semenyih, para pengemudi memberikan apresiasi positif. Mereka memuji garis jalan yang tetap terlihat jelas bahkan dalam kondisi cuaca buruk seperti hujan lebat dan kabut tebal.

Teknologi yang digunakan dalam proyek ini memanfaatkan cat strontium aluminat, sebuah material yang juga telah diuji di negara lain seperti Belanda dan Jepang. Cara kerjanya adalah menyerap sinar matahari di siang hari dan kemudian memancarkan cahaya hingga sepuluh jam di malam hari, tanpa memerlukan pasokan listrik eksternal.

Dampak Potensial dan Keputusan Strategis Pemerintah

Gagasan awal di balik proyek ini adalah untuk memberikan kontribusi signifikan dalam menekan angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas. Di Malaysia, tercatat lebih dari 6.000 jiwa hilang setiap tahunnya akibat kecelakaan, dengan mayoritas kejadian terjadi di jalan raya pedesaan yang minim penerangan. Marka jalan menyala ini diharapkan dapat memberikan solusi visual yang krusial di area-area rawan tersebut.

Namun, setelah melakukan evaluasi mendalam, pemerintah Malaysia sampai pada kesimpulan bahwa proyek ini tidak berkelanjutan dalam jangka panjang. Keputusan strategis pun diambil: alih-alih terus mengejar teknologi visual yang mahal dan rentan terhadap faktor alam, pemerintah memutuskan untuk mengalihkan dana yang tersedia ke sektor-sektor yang lebih mendasar.

Pemerintah berpendapat bahwa anggaran besar yang semula dialokasikan untuk proyek marka jalan menyala ini akan jauh lebih bermanfaat jika digunakan untuk perbaikan infrastruktur yang lebih fundamental. Fokus kini dialihkan pada perbaikan lubang-lubang di jalan dan peningkatan kualitas fondasi jalan yang sudah ada. Upaya ini dianggap memiliki dampak yang lebih luas dan berkelanjutan dalam meningkatkan keamanan bagi seluruh pengguna jalan.

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Astaga, lahan KAI untuk rusun Tanah Abang diserobot pihak lain

Pemerintah Akan Bangun Rumah Susun di Tanah Abang, Jakarta Pusat Pemerintah Indonesia berencana membangun rumah…

6 jam ago

Denada & Ressa: Haru Bertemu dalam Tangis

Denada Akhirnya Bertemu Putra Kandung Setelah 24 Tahun Terpisah: Momen Penuh Haru dan Klarifikasi Setelah…

6 jam ago

Ben Kasyafani Pilih Jadi Sahabat untuk Sienna Saat Putuskan Lepas Hijab, Ini Alasannya

Pendekatan Orang Tua yang Berbeda dalam Menghadapi Perubahan Anak Keputusan Sienna untuk melepas hijab belakangan…

7 jam ago

Mengapa Lulusan RPL Jadi Incaran di Dunia Teknologi?

JAKARTA – Transformasi digital bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan utama di hampir semua sektor…

8 jam ago

Veda Sadar Diri, Juara Red Bull Rookies Cup Tampil Gesit di COTA

Alvaro Carpe, pembalap Red Bull KTM Ajo, kembali mengungkap perjuangannya dalam meraih podium secara dramatis…

9 jam ago

5 Fakta Mencengangkan Persib Bandung Kalahkan Semen Padang: 2 Rekor Tak Terduga, Bintang Persija Terpengaruh

Lima Fakta Mencengangkan Persib Bandung yang Mengalahkan Semen Padang Pertandingan antara Persib Bandung dan Semen…

10 jam ago