Tiga Siswi SMK Dievakuasi dari Kepungan Monyet di Gunung Budeg Tulungagung
Tulungagung, Jawa Timur – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Tulungagung berhasil mengevakuasi tiga siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang terjebak dalam kepungan kawanan monyet saat sedang menuruni Gunung Budeg pada Selasa (17/2). Peristiwa dramatis ini menambah daftar panjang insiden yang melibatkan satwa liar di kawasan pendakian populer tersebut.
Kepala Seksi Penyelamatan dan Evakuasi DPKP Tulungagung, Iwan Supriyono, menjelaskan bahwa ketiga siswi tersebut telah memulai pendakian sejak pagi dan berhasil mencapai puncak Gunung Budeg. Namun, saat perjalanan turun, situasi berubah menjadi mencekam ketika seekor kawanan monyet mendekat dan mulai mengerubungi mereka.
“Mereka mendaki sejak pagi dan berhasil mencapai puncak. Saat turun, kawanan monyet mendekat dan mengerubungi mereka,” ujar Iwan.
Menurut penuturan Iwan, insiden ini berawal ketika salah satu dari ketiga siswi tersebut membuka makanan ringan di tengah perjalanan turun. Aroma dari makanan ringan tersebut diduga kuat menarik perhatian kawanan monyet yang kemudian berbondong-bondong mendekat dan mengitari ketiga pendaki. Meskipun para pendaki berusaha memberikan sebagian makanan mereka kepada monyet-monyet tersebut, kawanan itu tidak segera menjauh.
Kepanikan dan Permintaan Bantuan
Situasi yang semakin intens membuat para siswi merasa panik. Kekhawatiran akan kemungkinan serangan dari kawanan monyet yang semakin agresif mendorong salah satu dari mereka untuk segera menghubungi petugas pemadam kebakaran demi meminta pertolongan. Laporan darurat tersebut segera diterima oleh tim DPKP Tulungagung.
Evakuasi Cepat dan Aman
Menanggapi laporan tersebut, tim DPKP Tulungagung segera bergerak menuju lokasi kejadian. Fokus utama tim adalah melakukan evakuasi terhadap ketiga siswi sekaligus mengawal mereka keluar dari area yang dikuasai kawanan monyet.
“Kami siapkan langkah pengamanan, termasuk petasan untuk menghalau jika diperlukan. Namun saat tim tiba, kawanan monyet mulai menjauh,” ungkap Iwan.
Meskipun persiapan pengamanan seperti penggunaan petasan telah disiapkan untuk menghalau monyet jika situasi memburuk, keberuntungan berpihak pada tim. Begitu petugas tiba di lokasi, kawanan monyet tersebut secara perlahan mulai menjauh dari para pendaki.
Proses evakuasi berlangsung relatif cepat, memakan waktu sekitar 30 menit. Ketiga siswi tersebut berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Meskipun tidak mengalami cedera fisik serius, mereka dilaporkan dalam keadaan syok akibat pengalaman menegangkan tersebut dan hanya mengalami luka lecet ringan.
Imbauan untuk Pendaki
Menyikapi insiden ini, Iwan Supriyono memberikan imbauan penting kepada seluruh pendaki yang hendak menjelajahi Gunung Budeg maupun kawasan alam lainnya. Ia menekankan agar para pendaki tidak membawa atau membuka makanan di area yang diketahui merupakan habitat satwa liar. Tindakan pencegahan ini diharapkan dapat meminimalkan risiko terjadinya kejadian serupa di masa mendatang.
“Kami mengimbau para pendaki agar tidak membawa atau membuka makanan di area yang menjadi habitat satwa liar guna menghindari kejadian serupa,” tegas Iwan.
Gunung Budeg sendiri merupakan salah satu destinasi pendakian yang cukup populer di kalangan masyarakat Tulungagung, khususnya di kalangan pelajar dan wisatawan lokal. Keindahan alamnya memang menarik banyak pengunjung, namun penting bagi setiap pengunjung untuk selalu waspada terhadap interaksi dengan satwa liar yang mendiami kawasan tersebut. Pendaki diharapkan untuk selalu mematuhi aturan dan menjaga kelestarian alam serta keselamatan diri.







