Dunia seni bela diri campuran (MMA) UFC kembali diramaikan dengan spekulasi mengenai lawan potensial bagi salah satu bintangnya yang paling menjanjikan, Khamzat Chimaev. Hingga pertengahan Februari, Chimaev belum memiliki jadwal pertandingan yang pasti, meninggalkan para penggemar dalam penantian yang penuh antisipasi. Terakhir kali ia menginjakkan kaki di oktagon adalah pada Agustus 2025, di mana ia berhasil meraih kemenangan mutlak atas Dricus Du Plessis. Kemenangan tersebut tidak hanya memperpanjang rekor tak terkalahkannya, tetapi juga mengukuhkannya sebagai penguasa kelas menengah UFC.
Pelatih Chimaev, Alan do Nascimento, baru-baru ini memberikan pandangannya mengenai siapa saja petarung yang paling berpeluang untuk menantang anak didiknya. Nascimento mengidentifikasi tiga nama utama yang dianggapnya paling realistis untuk menjadi lawan berikutnya bagi Chimaev.
Nascimento mengungkapkan strateginya dalam menentukan lawan bagi Chimaev. Ia menyatakan bahwa UFC kemungkinan besar akan menunggu hasil pertarungan antara Anthony Hernandez dan Sean Strickland terlebih dahulu. Keputusan mengenai siapa lawan yang paling tepat bagi Chimaev akan sangat bergantung pada performa dan hasil dari duel tersebut. “Dari sana, lawannya yang paling pas akan ditentukan,” ujar Nascimento, menggarisbawahi pentingnya hasil duel tersebut dalam merencanakan langkah selanjutnya bagi Chimaev. Ia menambahkan bahwa kemungkinan besar, musuh berikutnya adalah pemenang dari duel tersebut atau Nassourdine Imavov, yang juga telah masuk dalam daftar calon penantang gelar.
Aksi Khamzat Chimaev di oktagon UFC selalu menjadi magnet bagi para penggemar. Terlebih lagi, pertarungan mendatang akan menjadi momen bersejarah baginya, di mana ia akan menjalani pertarungan pemertahanan gelar pertamanya. Hal ini tentu saja memicu rasa penasaran yang luar biasa mengenai bagaimana ia akan mempertahankan mahkotanya melawan penantang-penantang tangguh yang ada di kelas menengah.
Di sisi lain, Chimaev juga tidak lepas dari kritik. Beberapa pihak menilai gaya bertarungnya saat melawan Dricus Du Plessis terkesan membosankan. Menanggapi cibiran tersebut, pelatih Chimaev lainnya, Alan Finfou, angkat bicara untuk membela anak didiknya.
Finfou menjelaskan bahwa persiapan awal mereka tidak secara spesifik menargetkan pertarungan lima ronde. “Kami awalnya tidak mempersiapkan duel untuk melawan dia, pun juga pihak Kamaru Usman,” ungkap Finfou. Namun, menanggapi permintaan dari banyak pihak yang merasa duel tersebut akan lebih menarik jika berlangsung lima ronde, mereka akhirnya menyesuaikan strategi. “Oke, kemudian kami menuruti mereka dengan menang lebih dominan atas Du Plessis dalam duel lima ronde penuh,” lanjutnya.
Namun, Finfou menyayangkan bahwa alih-alih mengapresiasi ketahanan Chimaev dalam bertarung selama lima ronde penuh, banyak orang justru fokus pada persepsi gaya bertarung yang membosankan. “Orang-orang memang tidak membahas soal ketahanannya bertarung lima ronde, tetapi ganti menyebut duelnya membosankan…” keluhnya.
Ia juga memberikan contoh hipotetis untuk menggambarkan betapa sulitnya memuaskan semua pihak. “Kalau Khamzat bertanya: ‘Bolehkah saya adu pukulan dengan dia?’ Dan kami menjawab silakan, maka itu adalah hal bodoh,” jelas Finfou. Ia menambahkan bahwa jika Chimaev sampai terpukul dalam skenario tersebut, narasi akan berbalik, dan ia akan dikritik karena mengganti gaya bertarungnya yang sudah dominan. “Karena kalau dia terpukul, orang-orang akan mengganti narasi jadi: ‘Orang yang bodoh, kenapa harus mengganti gaya duelnya. Dia sudah dominan, pelatih yang menggantinya’,” pungkas Finfou, menekankan betapa rumitnya situasi yang dihadapi tim Chimaev dalam merespons ekspektasi publik.
Pemerintah Akan Bangun Rumah Susun di Tanah Abang, Jakarta Pusat Pemerintah Indonesia berencana membangun rumah…
Denada Akhirnya Bertemu Putra Kandung Setelah 24 Tahun Terpisah: Momen Penuh Haru dan Klarifikasi Setelah…
Pendekatan Orang Tua yang Berbeda dalam Menghadapi Perubahan Anak Keputusan Sienna untuk melepas hijab belakangan…
JAKARTA – Transformasi digital bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan utama di hampir semua sektor…
Alvaro Carpe, pembalap Red Bull KTM Ajo, kembali mengungkap perjuangannya dalam meraih podium secara dramatis…
Lima Fakta Mencengangkan Persib Bandung yang Mengalahkan Semen Padang Pertandingan antara Persib Bandung dan Semen…