Categories: Local

Konservasi Padar Selatan: NDC Bersihkan Pantai Labuan Bajo

Aksi Nyata Jaga Kelestarian Pulau Padar: Pembersihan Pantai Gabungan Lintas Sektor

Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT – Komitmen untuk menjaga kelestarian alam dan menjunjung tinggi nilai konservasi serta ekologi di kawasan Taman Nasional Komodo kembali digaungkan melalui aksi nyata. Personil Nusa Digital Creative (NDC) bersama petugas Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, serta partisipasi aktif masyarakat setempat, bahu-membahu melaksanakan kegiatan pembersihan pantai atau Beach Clean Up di wilayah pesisir Pulau Padar bagian Selatan.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa menjaga keindahan dan keaslian salah satu destinasi wisata unggulan Indonesia membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak. Dari pantauan di lapangan, sampah plastik, sampah residu, serta material organik seperti ranting pohon dan dedaunan kering, terlihat berserakan sepanjang bibir pantai, mengganggu estetika sekaligus mengancam ekosistem laut.

Sampah-sampah yang terkumpul kemudian dipilah dan dimasukkan ke dalam karung berwarna putih berukuran besar. Selanjutnya, seluruh karung sampah tersebut dikumpulkan di satu titik untuk penanganan lebih lanjut.

Asal Muasal Sampah dan Upaya Penanggulangannya

Berdasarkan temuan di lapangan, sebagian besar sampah yang ditemukan merupakan sampah kiriman dari laut yang terbawa arus saat pasang. Sampah organik seperti kayu, bambu, dan batok kelapa dipindahkan ke daratan agar tidak kembali mengapung di permukaan laut.

Sementara itu, sampah non-organik yang berhasil dikumpulkan, rencananya akan dibawa ke Labuan Bajo untuk proses pengelolaan lebih lanjut. Dalam aksi pembersihan kali ini, tim berhasil mengumpulkan total 27 karung sampah dengan perkiraan berat mencapai 100 kilogram.

Tim yang terlibat dalam aksi mulia ini berjumlah 23 orang. Rinciannya, 15 orang berasal dari Nusa Digital Creative (NDC), tiga orang dari Balai Taman Nasional Komodo (BTNK), dan lima orang merupakan perwakilan dari masyarakat lokal.

Peran Aktif NDC dalam Minimalkan Dampak Sampah

Orlando Calvin Apu, salah satu personil NDC, menjelaskan bahwa upaya tim di lapangan telah dilakukan secara maksimal untuk menanggulangi permasalahan sampah. Ia menyoroti pentingnya edukasi dan kesadaran bagi para pengunjung.

“Tidak semua lokasi di area tracking menyediakan tempat sampah khusus bagi wisatawan yang berkunjung. Oleh karena itu, kami selalu mengimbau wisatawan untuk membawa kembali sampah mereka ke kapal masing-masing,” ujar pria yang akrab disapa Ando.

Lebih lanjut, Ando menerangkan bahwa Naturalist Guide (NG) dari NDC memiliki peran penting dalam memantau aktivitas wisatawan. Mereka ditempatkan di setiap pos pemantauan untuk memastikan agar wisatawan tidak membuang sampah sembarangan.

“Apabila ditemukan sampah yang sengaja maupun tidak sengaja dibuang oleh wisatawan di jalur tracking, sampah tersebut langsung kami pungut dan dimasukkan ke dalam karung untuk dibawa keluar dari kawasan,” tambahnya.

Ajakan Kolaborasi untuk Masa Depan Pulau Padar yang Bersih

Stanislaus Mato, personil NDC lainnya, menyampaikan harapannya agar para wisatawan, nelayan, maupun warga sekitar dapat lebih peduli dan tidak membuang sampah sembarangan. Ia menekankan bahwa sampah yang akhirnya sampai di Pulau Padar sebagian besar berasal dari aktivitas manusia.

“Alur sampah ini biasanya dimulai dari aliran sungai, terutama saat musim hujan. Sampah tersebut kemudian bermuara ke laut dan terbawa arus hingga akhirnya sampai ke pulau-pulau di wilayah Taman Nasional Komodo, salah satunya Pulau Padar,” tutur Stenjo, sapaan akrab Stanislaus Mato.

Ia juga turut menghimbau kepada para agen perjalanan dan pelaku industri wisata di Labuan Bajo untuk mulai menerapkan upaya pengurangan sampah plastik di kalangan wisatawan. Penggunaan botol minum isi ulang (tumbler) alih-alih air kemasan sekali pakai yang berpotensi menjadi sampah, diharapkan dapat menjadi langkah awal yang signifikan.

Aksi Beach Clean Up ini bukan hanya sekadar kegiatan pembersihan sesaat, melainkan sebuah penegasan komitmen bersama untuk menjaga keberlanjutan ekosistem Taman Nasional Komodo, sebuah warisan alam yang tak ternilai harganya.

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Astaga, lahan KAI untuk rusun Tanah Abang diserobot pihak lain

Pemerintah Akan Bangun Rumah Susun di Tanah Abang, Jakarta Pusat Pemerintah Indonesia berencana membangun rumah…

3 bulan ago

Denada & Ressa: Haru Bertemu dalam Tangis

Denada Akhirnya Bertemu Putra Kandung Setelah 24 Tahun Terpisah: Momen Penuh Haru dan Klarifikasi Setelah…

3 bulan ago

Ben Kasyafani Pilih Jadi Sahabat untuk Sienna Saat Putuskan Lepas Hijab, Ini Alasannya

Pendekatan Orang Tua yang Berbeda dalam Menghadapi Perubahan Anak Keputusan Sienna untuk melepas hijab belakangan…

3 bulan ago

Mengapa Lulusan RPL Jadi Incaran di Dunia Teknologi?

JAKARTA – Transformasi digital bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan utama di hampir semua sektor…

3 bulan ago

Veda Sadar Diri, Juara Red Bull Rookies Cup Tampil Gesit di COTA

Alvaro Carpe, pembalap Red Bull KTM Ajo, kembali mengungkap perjuangannya dalam meraih podium secara dramatis…

3 bulan ago

5 Fakta Mencengangkan Persib Bandung Kalahkan Semen Padang: 2 Rekor Tak Terduga, Bintang Persija Terpengaruh

Lima Fakta Mencengangkan Persib Bandung yang Mengalahkan Semen Padang Pertandingan antara Persib Bandung dan Semen…

3 bulan ago