Kondisi guiding block atau jalur pemandu bagi penyandang disabilitas netra di sejumlah titik di Jakarta masih jauh dari ideal. Infrastruktur yang seharusnya mempermudah mobilitas justru ditemukan dalam kondisi rusak, pudar hingga terhalang berbagai aktivitas di ruang publik.
Guiding block merupakan bagian penting dari infrastruktur kota yang dirancang untuk membantu penyandang disabilitas netra menentukan arah berjalan maupun berhenti dengan aman. Dengan pola khusus yang terinspirasi dari huruf Braille, fasilitas ini seharusnya hadir dalam kondisi layak, jelas dan mudah diakses.
Beberapa titik di Jalan H Agus Salim, tepatnya di Sabang, Menteng, Jakarta Pusat, menunjukkan kondisi sebaliknya. Sepanjang kurang lebih 200 meter, guiding block terlihat mengalami kerusakan. Beberapa bagian tampak pecah, warna kuningnya memudar, bahkan ada yang sudah tidak berbentuk utuh. Sejumlah titik jalur pemandu juga terputus.
Di sisi lain, trotoar yang tidak rata semakin memperburuk aksesibilitas bagi pejalan kaki, khususnya penyandang disabilitas. Permasalahan lain yang tak kalah mengganggu adalah penggunaan trotoar sebagai area parkir. Sejumlah sepeda motor terlihat terparkir di atas jalur tersebut, sehingga menghalangi fungsi utama guiding block.
Kondisi ini dinilai berisiko tinggi bagi penyandang disabilitas netra. Alih-alih membantu, kerusakan dan hambatan tersebut justru memicu kecelakaan serta mengurangi rasa aman saat beraktivitas di ruang publik.
Lia (29), warga Kebon Sirih, Jakarta Pusat, prihatin dengan kondisi tersebut. Ia menemukan bagian guiding block yang hilang hingga sekitar 10 kotak di kawasan tersebut. “Sebagai pejalan kaki di Jakarta, pedestriannya belum ramah sepenuhnya, yang bagus itu hanya di Jalan Jenderal Sudirman, bahkan di Jalan MH Thamrin juga belum sepenuhnya rapi,” ujar Lia.
Ia juga menyoroti kondisi serupa di sejumlah ruas jalan lain di Jakarta. Di Jalan Hayam Wuruk, misalnya, jalur pejalan kaki dinilai tidak tertata dengan baik, bahkan ada guiding block yang tertutup traffic cone. Sementara di Jalan KH Wahid Hasyim arah Tanah Abang, trotoar kerap dipenuhi pedagang yang menutup akses pejalan kaki.
“Kalau jalan kaki, saya sering harus lewat di tengah-tengah antara warung dan kursi pembeli, banyak sekali titik yang tidak nyaman,” katanya. Menurutnya, kondisi ini sudah berlangsung lama dan tidak sepenuhnya berkaitan dengan proyek pembangunan seperti MRT. Ia berharap pemerintah dapat lebih serius membenahi fasilitas pejalan kaki agar lebih aman dan inklusif.
Kepala Pusat Data dan Informasi Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Siti Dinar Wenny, menyatakan pihaknya akan segera melakukan pengecekan dan perbaikan. “Terkait guiding block di Jalan H Agus Salim, kami sangat menghargai laporan yang disampaikan, kondisi yang rusak menjadi perhatian, mengingat fungsinya yang penting dalam mendukung aksesibilitas, khususnya bagi penyandang disabilitas,” kata Wenny saat dikonfirmasi.
Pihaknya akan berkoordinasi untuk melakukan pengecekan lapangan serta menindaklanjuti perbaikan pada titik-titik yang mengalami kerusakan. Masyarakat juga diimbau untuk turut menjaga fasilitas publik agar dapat digunakan optimal dan berkelanjutan.
Hari Kartini menjadi momen penting dalam sejarah bangsa Indonesia, yang diperingati setiap tahun pada tanggal…
Kecelakaan di Rel Bengkong, Solo Seorang perempuan yang dikenal sebagai emak-emak mengalami kecelakaan di rel…
Manfaat Alpukat untuk Ibu Menyusui Alpukat adalah salah satu buah yang kaya akan nutrisi seperti…
Peran Infrastruktur dalam Mendorong Penggunaan Kendaraan Listrik di Pontianak Di tengah tren kenaikan harga bahan…
Kabar Terkini Mengenai Hubungan Ammar Zoni dan Dokter Kamelia Beberapa waktu terakhir, hubungan asmara antara…
MEDAN – INFORMA, pusat furnitur dan gaya hidup yang berada di bawah naungan PT Home…