Di tengah tren kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), penggunaan kendaraan listrik semakin menjadi perhatian penting. Anggota DPRD Kota Pontianak dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Fakhroni Faturrahman, menilai bahwa dukungan infrastruktur menjadi kunci utama dalam mendorong masyarakat beralih ke kendaraan listrik.
Menurutnya, pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam memfasilitasi adopsi kendaraan listrik. Salah satu langkah yang bisa diambil adalah dengan memberikan insentif, termasuk dukungan pembangunan infrastruktur stasiun pengisian daya (charging station). Ia menekankan bahwa penambahan titik charging dan dukungan pemerintah sangat penting untuk meningkatkan minat masyarakat terhadap kendaraan listrik.
Fakhroni mengusulkan agar penyediaan charging station dilakukan secara bertahap di berbagai titik strategis. Tahap pertama, ia menyarankan agar setiap SPBU dilengkapi dengan fasilitas ini. Selanjutnya, charging station bisa ditempatkan di kantor-kantor pemerintah, serta pusat-pusat perbelanjaan seperti Indomaret dan Alfamart.
Langkah ini diharapkan dapat memudahkan akses masyarakat terhadap fasilitas pengisian daya, sehingga membuat penggunaan kendaraan listrik lebih praktis dan menarik.
Selain itu, Fakhroni juga mendorong agar penyediaan fasilitas charging station dimasukkan sebagai salah satu syarat teknis dalam proses perizinan. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa pengembangan infrastruktur kendaraan listrik tidak hanya bersifat sukarela, tetapi juga diwajibkan dalam berbagai proyek pembangunan.
Di sisi lain, Fakhroni menilai bahwa pemerintah daerah perlu memberikan contoh nyata melalui penggunaan kendaraan listrik di lingkungan instansi pemerintahan. Ia menegaskan bahwa pengadaan kendaraan di lingkungan pemerintah seharusnya menggunakan motor atau mobil listrik.
“Penggunaan kendaraan listrik oleh pemerintah daerah akan menjadi contoh bagi masyarakat, sekaligus sebagai bukti nyata dukungan pemerintah terhadap kendaraan listrik,” ujarnya.
Kendaraan listrik dinilai lebih hemat energi dan ramah lingkungan dibandingkan kendaraan konvensional. Dengan transisi menuju kendaraan listrik, masyarakat tidak hanya menghemat biaya operasional, tetapi juga turut berkontribusi dalam menjaga kualitas udara dan lingkungan.
Meskipun ada potensi besar, tantangan dalam mengadopsi kendaraan listrik masih ada. Misalnya, kurangnya infrastruktur dan ketidakpastian dalam penggunaan. Namun, dengan perencanaan yang matang dan komitmen pemerintah, tantangan tersebut dapat diatasi.
Penggunaan kendaraan listrik di Kota Pontianak memiliki potensi besar untuk mendukung keberlanjutan lingkungan dan efisiensi ekonomi. Dukungan infrastruktur, insentif, dan contoh nyata dari pemerintah daerah akan menjadi kunci dalam mendorong adopsi kendaraan listrik yang lebih luas.
Pemerintah Akan Bangun Rumah Susun di Tanah Abang, Jakarta Pusat Pemerintah Indonesia berencana membangun rumah…
Denada Akhirnya Bertemu Putra Kandung Setelah 24 Tahun Terpisah: Momen Penuh Haru dan Klarifikasi Setelah…
Pendekatan Orang Tua yang Berbeda dalam Menghadapi Perubahan Anak Keputusan Sienna untuk melepas hijab belakangan…
JAKARTA – Transformasi digital bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan utama di hampir semua sektor…
Alvaro Carpe, pembalap Red Bull KTM Ajo, kembali mengungkap perjuangannya dalam meraih podium secara dramatis…
Lima Fakta Mencengangkan Persib Bandung yang Mengalahkan Semen Padang Pertandingan antara Persib Bandung dan Semen…