Liburan Tahun Baru Imlek 2026 di Dusun Bambu Outdoor Dining Resort, Bandung Barat, menjadi momen istimewa bagi para pengunjung. Berlokasi di Kecamatan Cisarua yang asri dengan udara segar, objek wisata ini menyuguhkan serangkaian atraksi budaya Tionghoa yang memukau, salah satunya adalah pertunjukan barongsai yang meriah. Tarian singa yang penuh energi ini tidak hanya menjadi hiburan semata, tetapi juga disambut dengan antusiasme tinggi oleh wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.
Penampilan barongsai dan liong yang memukau ini dimulai dari wahana Lembur Urang, kemudian berlanjut menyusuri Taman Arimbi, area FIDO dan E-Bike, Pasar Khatulistiwa, Restoran Burangrang, hingga akhirnya berakhir di tepi Deck Danau Purbasari. Rute sepanjang satu kilometer ini dirancang untuk menghibur dan memberikan pengalaman yang tak terlupakan bagi setiap pengunjung.
Tak hanya di darat, kemeriahan juga merambah ke perairan Danau Purbasari. Dua ekor barongsai beraksi di atas sampan, berkeliling danau, memberikan kesempatan bagi wisatawan yang sedang menikmati hidangan di saung tepi danau untuk berinteraksi langsung. Momen ini dimanfaatkan pengunjung untuk berfoto bersama dan bahkan berbagi angpao, menciptakan suasana kekeluargaan yang hangat di tengah perayaan Imlek.
Menurut Art and Event Manager Dusun Bambu, Eric Candra Ekstrada, atraksi barongsai dan liong ini berlangsung selama kurang lebih tiga jam, bertujuan untuk memeriahkan suasana libur Tahun Baru Imlek. “Antusiasme wisatawan sangat tinggi untuk menyaksikan pertunjukan ini. Kebanyakan dari mereka berasal dari Jakarta dan juga Malaysia, yang datang dari Jakarta menggunakan Whoosh,” ujar Eric.
Selain pertunjukan barongsai yang menjadi primadona, Dusun Bambu juga menghadirkan atraksi kesenian bela diri Wushu yang memukau serta Tarian Tradisional Tiongkok yang mempesona. Kedua atraksi ini melibatkan belasan personel yang menampilkan keahlian dan keindahan budaya Tionghoa. Keberagaman atraksi ini menegaskan komitmen Dusun Bambu untuk melestarikan tradisi sekaligus memberikan hiburan berkualitas bagi para pengunjung.
Agus Hendrik Priatna, Pendiri Perguruan Long Wang Bandung yang menjadi pengisi utama atraksi barongsai dan liong, menjelaskan bahwa tema yang diusung dalam pertunjukan kali ini adalah kemajuan dan harapan baik di Tahun Kuda Api. Imlek kali ini bertepatan dengan Tahun Kuda Api, yang secara tradisi dimaknai sebagai tahun yang penuh dinamika dan potensi gejolak yang sulit diprediksi.
Meskipun demikian, harapan besar disematkan untuk Dusun Bambu agar terus berkembang, senantiasa aman dari segala ancaman, dan jumlah pengunjung terus bertambah. Tema kemajuan dan harapan baik ini divisualisasikan melalui berbagai atraksi yang menantang, termasuk permainan barongsai di atas meja yang membutuhkan tingkat kesulitan dan keseimbangan tinggi. Tantangan ini semakin terasa mengingat pertunjukan digelar di ruang terbuka dengan dataran tinggi, di mana hembusan angin menjadi faktor tambahan yang harus diatasi oleh para penari.
“Untuk tampil di Dusun Bambu, kami berlatih khusus selama seminggu dengan melibatkan sebanyak 28 personel,” ungkap Agus Hendrik Priatna. Ia juga menambahkan bahwa pihaknya telah menjalin kerja sama selama tiga tahun dengan Dusun Bambu. Kolaborasi ini berfokus pada peningkatan kualitas dan daya tarik pertunjukan budaya untuk menarik minat wisatawan.
Keunikan lain yang ditawarkan adalah hadirnya Liong yang dibuat khusus untuk Dusun Bambu. Liong berwarna hijau ini diberi nama “Senlong”. Pemilihan warna hijau ini bukan tanpa alasan. Dusun Bambu dikenal identik dengan suasana alam dan budaya, sehingga warna hijau dipilih untuk merefleksikan kembali ke alam, natural, dan sesuai dengan identitas tempat tersebut.
Agus Hendrik Priatna menjelaskan lebih lanjut mengenai makna filosofis di balik tarian barongsai. “Barongsai ini identik dengan kemeriahan Imlek. Suara tabuhan yang meriah dipercaya mampu mengusir energi negatif, mendatangkan aura positif, sekaligus membawa harapan kesuksesan baru,” tutupnya. Dengan perpaduan atraksi yang memukau, makna budaya yang mendalam, serta inovasi yang disajikan, Dusun Bambu berhasil menciptakan pengalaman liburan Imlek yang tak hanya meriah, tetapi juga bermakna bagi seluruh pengunjungnya. Pengunjung yang datang dari berbagai penjuru, termasuk yang menggunakan moda transportasi Whoosh, merasakan langsung atmosfer perayaan yang kental dan keindahan budaya Tionghoa yang ditampilkan.
Pemerintah Akan Bangun Rumah Susun di Tanah Abang, Jakarta Pusat Pemerintah Indonesia berencana membangun rumah…
Denada Akhirnya Bertemu Putra Kandung Setelah 24 Tahun Terpisah: Momen Penuh Haru dan Klarifikasi Setelah…
Pendekatan Orang Tua yang Berbeda dalam Menghadapi Perubahan Anak Keputusan Sienna untuk melepas hijab belakangan…
JAKARTA – Transformasi digital bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan utama di hampir semua sektor…
Alvaro Carpe, pembalap Red Bull KTM Ajo, kembali mengungkap perjuangannya dalam meraih podium secara dramatis…
Lima Fakta Mencengangkan Persib Bandung yang Mengalahkan Semen Padang Pertandingan antara Persib Bandung dan Semen…