Video Viral: Sound Horeg Tenggelam di Sungai Saat Nyadran, Kronologi Lengkap

Sound Horeg di Atas Perahu Tenggelam Saat Tradisi Nyadran, Kronologi Lengkap dan Tanggapan

Sebuah peristiwa mengejutkan terjadi di tengah kemeriahan tradisi Nyadran di Sidoarjo, Jawa Timur. Sebuah unit sound horeg yang terpasang di atas perahu rakitan dilaporkan tenggelam saat mengikuti iring-iringan perayaan. Fenomena ini sontak menjadi viral di media sosial, memicu diskusi tentang keamanan dan dampak hiburan semacam ini.

Tradisi Nyadran, yang biasa digelar oleh warga Balongdowo, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, setiap tahunnya menjadi momen penting sebelum menyambut bulan suci Ramadan. Acara ini biasanya berlangsung berjam-jam dan melibatkan berbagai kegiatan, termasuk parade perahu yang dihias. Namun, tahun ini, sebuah insiden tak terduga mewarnai tradisi tersebut.

Bacaan Lainnya

Kronologi Kejadian: Beban Berat dan Getaran Dahsyat

Menurut keterangan pihak kepolisian, insiden tenggelamnya perahu yang mengangkut sound horeg ini terjadi di bantaran Sungai Balongdowo pada sekitar pukul 16.30 WIB. Peristiwa ini bermula dari inisiatif warga untuk menggabungkan dua unit perahu menjadi satu sebagai landasan bagi perangkat sound system berukuran besar, yang dikenal sebagai sound horeg.

Perahu rakitan tersebut tidak hanya memuat peralatan elektronik yang berat, tetapi juga dinaiki oleh lebih dari sepuluh orang. Suasana yang awalnya meriah dengan alunan musik keras dan tarian warga, mendadak berubah menjadi kepanikan saat salah satu sisi perahu mulai miring secara drastis.

Kasat Polairud Polresta Sidoarjo, AKP Imam Yuwono, menjelaskan bahwa salah satu dari dua perahu yang digabungkan ternyata tidak mampu menahan beban gabungan dari sound system, speaker, genset, dan penumpang. Ditambah lagi, getaran keras yang dihasilkan oleh sound horeg semakin memperparah kondisi.

“Perahunya dua, digabung sound, speaker, dan genset. Ternyata salah satunya tidak kuat. Ditambah kena getaran (dari sound), akhirnya miring,” ungkap Imam.

Faktor utama yang diduga menyebabkan kecelakaan air ini adalah kombinasi antara kelebihan muatan dan resonansi getaran audio yang intens. Berat total sound system saja diperkirakan mencapai satu ton. Angka ini belum termasuk bobot genset, perlengkapan pencahayaan (lighting), dan berat seluruh penumpang yang ada di atas perahu.

Akibat kemiringan yang tidak terkendali, seluruh komponen mulai dari lighting, genset, hingga unit sound system utama terbalik dan akhirnya tenggelam ke dasar sungai. Meskipun sempat dilakukan upaya evakuasi darurat terhadap peralatan saat perahu mulai miring, namun akhirnya semua perlengkapan tak terselamatkan karena penahan beban jebol.

Keselamatan Penumpang Terjamin, Kerugian Materiil Signifikan

Meskipun insiden ini mengakibatkan kerugian materiil yang tidak sedikit, dengan tenggelamnya peralatan elektronik bernilai tinggi, pihak kepolisian memberikan kepastian bahwa seluruh penumpang berhasil selamat. Kapolsek Candi, Kompol Septiawan Adi Prihartono, menegaskan bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

“Untuk sementara (barang bukti) sudah dievakuasi dan tidak ada korban jiwa,” tegas Kompol Septiawan.

Seluruh alat sound horeg yang tenggelam dilaporkan telah berhasil dievakuasi ke daratan menggunakan bantuan perahu karet. Sementara itu, perahu lain yang juga mengangkut sound system serupa dalam iring-iringan tersebut dilaporkan aman dan tidak mengalami insiden.

Polemik Sound Horeg: Antara Ekonomi dan Kesehatan

Keberadaan pertunjukan sound horeg, terutama yang berskala besar, memang kerap memicu polemik di tengah masyarakat. Di satu sisi, banyak pihak mengkritik penggunaan sound horeg karena dianggap dapat mengganggu organ pendengaran akibat volume suara yang sangat keras.

Namun, di sisi lain, sound horeg juga dianggap memiliki dampak positif terhadap perekonomian masyarakat, terutama bagi para pelaku usaha di bidang audio dan hiburan. Fenomena ini bahkan mendapat perhatian dari tokoh nasional.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia (Menko PM), Abdul Muhaimin Iskandar, atau yang akrab disapa Cak Imin, pernah menanggapi fenomena sound horeg. Menurut Cak Imin, pertunjukan dengan sound horeg boleh saja dilakukan, namun dengan catatan penting.

“Sound horeg boleh diteruskan asal tidak mengganggu kesehatan,” ujar Cak Imin.

Cak Imin mengklaim bahwa kegemaran warga terhadap sound horeg memiliki dampak positif dalam peningkatan ekonomi. Oleh karena itu, ia tidak melarang aktivitas warga yang gemar memainkan musik menggunakan sound horeg, asalkan tidak merugikan orang lain.

“Sound horeg berdampak ekonomi, tapi jangan mengganggu kesehatan,” tegasnya.

Peristiwa tenggelamnya sound horeg di Sidoarjo ini menjadi pengingat pentingnya keseimbangan antara kemeriahan tradisi dan hiburan dengan aspek keselamatan serta kesehatan. Perlu adanya kajian lebih lanjut mengenai standar keamanan dalam penyelenggaraan acara yang melibatkan peralatan audio berskala besar, terutama saat digelar di atas air.

Pos terkait