Isu mengenai hubungan darah antara penyanyi Denada dan pemuda bernama Ressa Rizky Rossano kembali menjadi perbincangan hangat di kalangan publik. Konflik ini mencuat setelah Denada secara terbuka mengakui Ressa sebagai anak kandungnya melalui sebuah unggahan video di akun media sosial pribadinya. Pengakuan ini datang setelah Ressa, yang kini berusia 24 tahun, selama ini dibesarkan oleh paman Denada, Dino Rossano, dan bibinya, Ratih Puspita Dewi, di Banyuwangi. Ressa sendiri telah dititipkan kepada pasangan tersebut sejak usianya baru menginjak 10 hari.
Sejumlah tetangga Ressa di Banyuwangi mengaku sudah lama mengetahui bahwa pemuda kelahiran tahun 2002 tersebut adalah anak kandung Denada. Salah satu tetangga bernama Nur mengungkapkan bahwa ia telah mengenal Ressa sejak bayi. “Iya, masih kecil samaan dengan cucu saya,” ungkap Nur. Ia menambahkan bahwa informasi ini didapatnya dari nenek Ressa, yang memberitahunya saat Ressa pertama kali dibawa ke Banyuwangi dalam keadaan masih bayi.
Meskipun demikian, Nur mengaku tidak mengetahui siapa ayah kandung Ressa. Sepengetahuannya, ayah Ressa adalah Dino Rossano, yang juga dikenal sebagai adik kandung dari mendiang Emilia Contessa. “Enggak tahu saya. Selama ini tahunya ya Pak Dino,” terang Nur.
Tetangga Ressa lainnya, Sukirno, memberikan kesaksian mengenai kepribadian Ressa. Menurut Sukirno, Ressa adalah sosok pemuda yang baik dan sopan. “Orangnya baik, sopan, nggak pernah neko-neko,” ujarnya, menggambarkan Ressa sebagai pribadi yang tidak pernah menimbulkan masalah.
Munculnya Ressa Rizky Rossano ke publik dan pernyataannya sebagai anak kandung Denada tidak berhenti pada pengakuan semata. Ressa secara resmi mengajukan gugatan terhadap Denada di Pengadilan Negeri Banyuwangi. Gugatan ini diajukan atas dugaan penelantaran anak, dengan Ressa menuntut ganti rugi materiil sebesar Rp7 miliar.
Menanggapi polemik ini, Enrico Tambunan, adik kandung Denada, akhirnya angkat bicara. Saat menjadi bintang tamu dalam sebuah acara talkshow, Enrico menyatakan keprihatinannya dan berupaya meluruskan berbagai informasi yang dianggapnya keliru. Ia menyayangkan nama baik ibunya, mendiang Emilia Contessa, ikut terseret dalam konflik ini, terlebih mengingat Emilia Contessa sudah meninggal dunia.
“Saya pikir kok ini permasalahan antara apa dengan apa tapi sekarang yang dijelek-jelekkan nama mama saya. Dan itu yang bikin keluarga menjadi kecewa,” ucap Enrico, mengungkapkan kekecewaannya atas keterlibatan nama ibunya dalam isu ini.
Enrico Tambunan juga memberikan klarifikasi mengenai tudingan yang menyebutkan bahwa almarhumah Emilia Contessa membiarkan Ressa Rizky Rossano tinggal di sebuah gudang, jauh sebelum Ressa mengetahui statusnya sebagai anak kandung Denada. Menurut Enrico, tempat yang dimaksud bukanlah gudang, melainkan sebuah paviliun.
Untuk memperkuat pernyataannya, Enrico menunjukkan bukti berupa tangkapan layar percakapan dari almarhumah ibunya. Percakapan tersebut menunjukkan perhatian Emilia Contessa terhadap Ressa. Salah satu kutipan percakapan yang dibacakan adalah: “‘Kerja kelompok di kamar dia, bikin makalah bareng delapan orang kayak cendol. Begitu pada pulang semua dibersihkan, kamar mandi disikat, diobatin, sprei diganti’, gitu.”
Feni Rose, pembawa acara tersebut, menanggapi dengan menyatakan bahwa percakapan itu jelas menggambarkan betapa perhatiannya almarhumah Ibu Emilia Contessa. Enrico menegaskan bahwa semasa hidupnya, ibunya yang memiliki nama asli Nur Indah Citra Sukma Hati, tidak pernah membeda-bedakan perlakuan terhadap Ressa maupun anggota keluarga lainnya. “Sangat. Dan bukan hanya sama Ressa aja, sama sepupu-sepupu saya ya begitu sayangnya dia,” terang Enrico, menekankan kasih sayang ibunya yang merata kepada seluruh keluarga.
Pemerintah Akan Bangun Rumah Susun di Tanah Abang, Jakarta Pusat Pemerintah Indonesia berencana membangun rumah…
Denada Akhirnya Bertemu Putra Kandung Setelah 24 Tahun Terpisah: Momen Penuh Haru dan Klarifikasi Setelah…
Pendekatan Orang Tua yang Berbeda dalam Menghadapi Perubahan Anak Keputusan Sienna untuk melepas hijab belakangan…
JAKARTA – Transformasi digital bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan utama di hampir semua sektor…
Alvaro Carpe, pembalap Red Bull KTM Ajo, kembali mengungkap perjuangannya dalam meraih podium secara dramatis…
Lima Fakta Mencengangkan Persib Bandung yang Mengalahkan Semen Padang Pertandingan antara Persib Bandung dan Semen…