Banjarmasin kembali dihadapkan pada persoalan sampah yang memprihatinkan. Tumpukan sampah kembali terlihat menggunung di sisi Jalan Tembus Mantuil, Banjarmasin Selatan, pada hari Senin, 16 Februari 2026. Pemandangan kumuh ini muncul kembali setelah sebelumnya kawasan tersebut sempat bersih dari sampah berkat upaya warga.
Kondisi ini sangat disayangkan mengingat upaya warga yang sebelumnya telah dilakukan untuk menutup lokasi pembuangan ilegal dengan pagar penutup. Usaha tersebut sempat membuahkan hasil, menjadikan area tersebut steril dari sampah untuk sementara waktu. Namun, keberhasilan itu ternyata hanya berumur pendek.
“Sehari sudah ditutup, esoknya itu mulai lagi ada yang membuang di sampingnya,” ujar Nisa, salah seorang warga sekitar, menggambarkan betapa cepatnya kebiasaan buruk membuang sampah sembarangan kembali muncul. Ia menambahkan bahwa penutupan dengan pagar ternyata belum cukup untuk mencegah praktik ilegal ini.
Sumber Sampah yang Tidak Jelas
Menurut pengakuan warga, tumpukan sampah yang kembali muncul ini tidak seluruhnya berasal dari penduduk setempat. Dugaan kuat mengarah pada pengguna jalan yang melintas dan membuang sampah mereka begitu saja. Selain itu, ada pula dugaan bahwa warga dari luar kawasan Mantuil juga turut berkontribusi dalam menambah volume sampah di lokasi tersebut. Hal ini membuat tumpukan sampah semakin sulit dikendalikan.
“Lain TPS, ini lawas sudah, yang satu sudah kami tutup, yang sampingnya lagi sekarang. Yang membuang nih lain warga sini, orang dari mana-mana datang membuang, makanya hibak,” ungkap Jali, warga lain yang berada di lokasi. Ia menekankan bahwa masalah ini bukan sekadar penutupan tempat pembuangan sampah sementara yang sudah ada, melainkan praktik pembuangan ilegal yang terus berlanjut.
Kekhawatiran Menjelang Bulan Ramadhan
Kekhawatiran warga semakin memuncak mengingat bulan Ramadhan semakin dekat. Mereka khawatir tumpukan sampah akan semakin banyak dan mengeluarkan bau tidak sedap yang dapat mengganggu kekhusyukan ibadah. Keberadaan sampah yang menggunung tentu sangat tidak kondusif untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman, terutama di bulan suci.
Kondisi ini secara gamblang menunjukkan bahwa penutupan lokasi pembuangan ilegal dengan pagar saja tidaklah cukup. Tanpa adanya kesadaran masyarakat yang tinggi serta pengawasan yang ketat dari pihak berwenang, kebiasaan membuang sampah sembarangan ini akan terus berulang dan menjadi masalah yang tak kunjung usai.
“Seandainya ada Satpol PP yang mengawasi bisa aja bersih ini,” tambah Jali, menyarankan perlunya peran serta aparat penegak peraturan daerah untuk memberikan efek jera.
Upaya Sebelumnya dan Tantangan Berkelanjutan
Sebagaimana pernah diberitakan sebelumnya, pada hari Minggu, 23 November 2025, Jalan Tembus Mantuil sempat terlihat steril dari tumpukan sampah. Hal ini terjadi setelah dilakukannya pembersihan dan penutupan area pembuangan ilegal. Namun, kini masalah tersebut kembali muncul di sisi lain jalan, menandakan perlunya langkah-langkah yang lebih komprehensif dan berkelanjutan agar kawasan ini benar-benar terbebas dari sampah.
“Sudah ditutup saja masih ada yang melempar ke dalam. Dasar harus ada penjaganya Mas,” keluh Nisa, menegaskan bahwa upaya penutupan fisik saja tidak efektif tanpa adanya kontrol dan penjagaan.
Masalah sampah di Jalan Tembus Mantuil ini menjadi cerminan dari tantangan yang lebih besar dalam pengelolaan sampah dan kesadaran lingkungan di masyarakat. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, warga, dan penegak hukum untuk menemukan solusi jangka panjang yang efektif.
Menghadapi situasi yang berulang ini, beberapa langkah strategis perlu dipertimbangkan:
Penyelesaian masalah sampah di Jalan Tembus Mantuil ini tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak. Diperlukan sinergi dari semua elemen masyarakat agar lingkungan yang bersih dan sehat dapat terwujud, bukan hanya sesaat, tetapi secara berkelanjutan.
Pemerintah Akan Bangun Rumah Susun di Tanah Abang, Jakarta Pusat Pemerintah Indonesia berencana membangun rumah…
Denada Akhirnya Bertemu Putra Kandung Setelah 24 Tahun Terpisah: Momen Penuh Haru dan Klarifikasi Setelah…
Pendekatan Orang Tua yang Berbeda dalam Menghadapi Perubahan Anak Keputusan Sienna untuk melepas hijab belakangan…
JAKARTA – Transformasi digital bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan utama di hampir semua sektor…
Alvaro Carpe, pembalap Red Bull KTM Ajo, kembali mengungkap perjuangannya dalam meraih podium secara dramatis…
Lima Fakta Mencengangkan Persib Bandung yang Mengalahkan Semen Padang Pertandingan antara Persib Bandung dan Semen…