Categories: Olahraga

Cuitan Asghar Saleh Picu Amarah Komdis PSSI

Sanksi untuk Wakil Manajer Malut United: Kritik Dibungkam, Asghar Saleh Dilarang Beraktivitas Selama 3 Bulan

Kemenangan Persib Bandung atas Malut United dengan skor 2-0 pada Jumat, 6 Februari 2026, rupanya berbuntut panjang. Komite Disiplin (Komdis) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menjatuhkan sanksi larangan beraktivitas di dunia sepak bola selama tiga bulan kepada Asghar Saleh, yang menjabat sebagai Wakil Manajer Malut United. Sanksi ini tertuang dalam Salinan Keputusan Komdis PSSI bernomor 156/L1/SK/KD-PSSI/II/2026.

Keputusan Komdis PSSI ini diduga merupakan respons terhadap kritik tajam yang dilayangkan Asghar Saleh melalui akun Facebook pribadinya. Kritikan tersebut, yang dianggap Komdis PSSI sebagai bentuk penghinaan, membuat federasi sepak bola tanah air bereaksi keras.

Kontroversi Kepemimpinan Wasit dan Kritik dari Manajemen Malut United

Selain sanksi yang diterima Asghar Saleh, pertandingan pekan ke-20 tersebut juga diwarnai oleh sejumlah keputusan kontroversial yang dibuat oleh wasit asal Jepang, Yudai Yamamoto. Para petinggi Malut United, termasuk pelatih Hendri Susilo dan Chief Operating Officer (COO) Willem D. Nanlohy, menyuarakan kekecewaan mereka terhadap kepemimpinan wasit.

Pelatih Hendri Susilo secara tegas menyatakan bahwa kepemimpinan wasit perlu dievaluasi. “Hal yang perlu dievaluasi malam ini adalah wasit, saya pikir banyak keputusan yang kurang tepat darinya,” ujar pelatih yang akrab disapa Coach Hendri.

Pendapat senada diungkapkan oleh Willem D. Nanlohy. Ia mempertanyakan koordinasi antara wasit tengah dan wasit VAR dalam mengambil keputusan di lapangan. “Kami mempertanyakan cara kerja wasit VAR dan wasit tengah dalam berkoordinasi melihat kejadian dan memutuskan sebuah kejadian,” ungkap Willem. Ia menambahkan bahwa keputusan yang tidak akurat tersebut berdampak merusak permainan.

Lebih lanjut, Willem D. Nanlohy menyoroti fakta bahwa wasit Yudai Yamamoto, yang telah tiga kali memimpin pertandingan Persib Bandung di musim ini, diduga enggan meninjau kembali rekaman kejadian saat terjadi pelanggaran terhadap pemain Persib, David da Silva dan Tyronne del Pino. “Kami mempertanyakan kenapa wasit Yudai Yamamoto, yang sudah 3 kali memimpin laga Persib musim ini, tidak mau melihat rekaman kejadian saat pelanggaran terhadap David da Silva dan Tyronne del Pino,” tuturnya.

Willem D. Nanlohy juga menyuarakan harapannya agar kehadiran wasit asing dan penggunaan VAR tidak disalahgunakan untuk menguntungkan pihak tertentu demi kepentingan skenario yang telah direncanakan. Pernyataan ini disampaikan Willem D. Nanlohy melalui rilis resmi yang diterima pada Minggu, 8 Februari 2026.

Kronologi dan Pembelaan Asghar Saleh

Asghar Saleh yang dijatuhi sanksi oleh Komdis PSSI tidak tinggal diam. Ia membalas sanksi tersebut dengan sebuah unggahan di Facebook yang diberi judul “Kritik Dibungkam – Para Mafia Menang”. Dalam unggahannya, Asghar Saleh menceritakan pengalamannya menjalani sidang Komdis PSSI pada Kamis tengah malam waktu Ternate.

Ia merasa bahwa sidang tersebut hanya formalitas belaka, di mana Komdis PSSI seolah hanya mencari dasar untuk menjatuhkan hukuman yang sudah disiapkan sebelumnya. “Sidang kurang lebih 20 menit dan saya sudah tahu arah sidang itu karena selama ini – Komdis hanya pura pura bersidang agar punya dasar menjatuhkan hukuman yang sudah disiapkan. Apapun pembelaan anda di sidang itu tidak akan didengar,” tulis Asghar Saleh.

Bagi Asghar Saleh, ini adalah kali pertama ia menjalani sidang Komdis sejak berkecimpung di dunia sepak bola pada tahun 2003. Ia mengaku tidak memiliki alasan yang cukup untuk memahami posisi Komdis, mengingat banyaknya ketidakadilan yang menurutnya terlewatkan. Ia mencontohkan kasus Yakob Sayuri yang dijatuhi hukuman larangan tiga pertandingan tanpa banding. Asghar Saleh menegaskan bahwa Yakob Sayuri menjadi korban rasisme oleh oknum yang menggunakan rompi media, dan ia melawan karena hal tersebut. Namun, Komdis justru menghukum Malut United, sementara tuan rumah dianggap bersih. “Kasus rasis ini yang viral dimana mana justru didiamkan oleh Komdis dan PSSI padahal ini penghinaan terhadap kemanusiaan,” tegasnya.

Mengenai tuduhan “menghina”, Asghar Saleh menyatakan bahwa ia menulis kritiknya sebagai refleksi personal terhadap keburukan wasit dalam pertandingan tersebut, dan ia melakukannya tanpa menyebutkan jabatannya sebagai Wakil Manajer Malut United. Ia juga mempertanyakan apakah dirinya dilaporkan oleh “para mafia” atau pihak lain yang kepentingannya terganggu oleh kritiknya.

Asghar Saleh juga membantah tuduhan melanggar prinsip FairPlay. Ia berargumen bahwa ia bukanlah pemain, pelatih, atau pihak yang terlibat langsung dalam pertandingan. Kritiknya disampaikan secara personal dan tidak menyebutkan posisinya di Malut United. Ia membandingkan sikap Komdis PSSI dengan respons Presiden dan Kapolri yang sering dikritik namun menyikapinya tanpa arogansi.

Ia juga menyinggung soal makian yang dilontarkan suporter terhadap wasit dan pemain, seperti “Malut Anjing” atau “Gustafo Anjing”, yang ia duga tidak ditindaklanjuti oleh Komdis PSSI karena tidak ada laporan.

Dampak dan Sikap Asghar Saleh

Asghar Saleh merasa bangga ketika Komdis PSSI langsung menjatuhkan hukuman atas kritiknya terhadap kepemimpinan wasit dan penyebutan adanya mafia. Hal ini semakin meyakinkannya bahwa ada ketidakadilan dalam proses tersebut, dan ia menduga hal ini mungkin berkaitan dengan diskriminasi terhadap orang dari Indonesia Timur.

Secara resmi, Asghar Saleh menyatakan pamit dari urusan sepak bola yang dikelola oleh federasi selama tiga bulan ke depan, karena sanksi larangan beraktivitas yang dianggapnya sumir. Namun, ia menegaskan akan terus mendukung Malut United sebagai kebanggaan bersama dan identitas perjuangan untuk perbaikan sepak bola Indonesia.

Ia juga berjanji akan terus mengkritik segala sesuatu yang tidak benar dalam sepak bola Indonesia demi perbaikan. “Kalau kritik dibungkam dengan hukuman dan denda – maka saya akan terus melawan dengan akal sehat,” pungkasnya.

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Astaga, lahan KAI untuk rusun Tanah Abang diserobot pihak lain

Pemerintah Akan Bangun Rumah Susun di Tanah Abang, Jakarta Pusat Pemerintah Indonesia berencana membangun rumah…

3 bulan ago

Denada & Ressa: Haru Bertemu dalam Tangis

Denada Akhirnya Bertemu Putra Kandung Setelah 24 Tahun Terpisah: Momen Penuh Haru dan Klarifikasi Setelah…

3 bulan ago

Ben Kasyafani Pilih Jadi Sahabat untuk Sienna Saat Putuskan Lepas Hijab, Ini Alasannya

Pendekatan Orang Tua yang Berbeda dalam Menghadapi Perubahan Anak Keputusan Sienna untuk melepas hijab belakangan…

3 bulan ago

Mengapa Lulusan RPL Jadi Incaran di Dunia Teknologi?

JAKARTA – Transformasi digital bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan utama di hampir semua sektor…

3 bulan ago

Veda Sadar Diri, Juara Red Bull Rookies Cup Tampil Gesit di COTA

Alvaro Carpe, pembalap Red Bull KTM Ajo, kembali mengungkap perjuangannya dalam meraih podium secara dramatis…

3 bulan ago

5 Fakta Mencengangkan Persib Bandung Kalahkan Semen Padang: 2 Rekor Tak Terduga, Bintang Persija Terpengaruh

Lima Fakta Mencengangkan Persib Bandung yang Mengalahkan Semen Padang Pertandingan antara Persib Bandung dan Semen…

3 bulan ago