Mahasiswa Komunikasi Unesa: Membangun Portofolio Lintas Disiplin Sejak Dini
Di tengah persaingan dunia perkuliahan yang semakin ketat, muncul sosok mahasiswa yang tidak hanya berfokus pada pencapaian akademis semata, namun juga aktif mengasah keterampilan di ranah profesional. Ia adalah Muhammad Yusuf Syahsiah Rahman Anwar, seorang mahasiswa Program Studi S1 Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Surabaya (Unesa) angkatan 2023. Pemuda yang akrab disapa Rahman ini membuktikan bahwa masa muda adalah waktu yang tepat untuk membangun portofolio yang kaya dan beragam, mencakup berbagai bidang mulai dari kepemimpinan, komunikasi publik, hingga keterlibatan aktif dalam industri strategis.
Perjalanan Rahman dalam dunia public speaking dan representasi dimulai dari langkah-langkah kecil. Pengalamannya sebagai duta atau ambassador membawanya ke berbagai panggung bergengsi, baik di tingkat universitas, seperti Student Ambassador Webs Vaganza UNAIR, maupun di kancah internasional sebagai Brand Ambassador International Youth Goals.
Bagi Rahman, menjadi seorang duta bukanlah sekadar soal penampilan fisik atau kemampuan berbicara di depan kamera. Ia memahami bahwa peran ini membawa tanggung jawab moral yang besar serta representasi terhadap institusi yang diembannya. Oleh karena itu, seorang representator, menurut pandangannya, harus memiliki paket lengkap yang meliputi karakter yang kuat dan kompetensi yang mumpuni.
Integritas dan Komunikasi: Pilar Utama Seorang Representator
Rahman menekankan bahwa kualitas utama yang tidak boleh ditawar adalah integritas. Tanpa integritas, pesan yang disampaikan kepada publik akan kehilangan maknanya. “Menurut saya, kualitas utama yang wajib dimiliki adalah integritas, kemampuan komunikasi, dan konsistensi sikap. Sebagai representasi baik di tingkat nasional maupun internasional, saya harus mampu menjaga citra, menyampaikan pesan dengan tepat, serta bertanggung jawab atas setiap peran yang saya pegang,” ujarnya.
Pengalaman berharga ia dapatkan saat menjadi delegasi dalam International Youth Goals di Thailand. Di sana, ia menyadari bahwa ilmu komunikasi yang ia pelajari di bangku kuliah jauh melampaui sekadar pertukaran kata. Ilmu komunikasi adalah instrumen vital dalam memfasilitasi hubungan antara pemuda Indonesia dengan komunitas internasional. Bagi Rahman, komunikasi berperan sebagai jembatan untuk membangun pemahaman lintas budaya. Empati dan kemampuan adaptasi menjadi kunci utama agar nilai-nilai luhur Indonesia dapat diterima dan dihargai di kancah global.
“Pengalaman sebagai Student Ambassador Webs Vaganza UNAIR dan Brand Ambassador Internasional Youth Goals mengajarkan saya bahwa sikap dan etika itu penting,” ungkap Rahman.
Menguasai Panggung: Dari Acara Bergengsi hingga Kolaborasi Digital
Keprofesionalan Rahman juga teruji di bawah sorot lampu panggung. Sebagai seorang Master of Ceremony (MC) profesional, ia telah memandu berbagai jenis acara, mulai dari kompetisi yang penuh ketegangan, webinar edukatif, hingga acara publik yang melibatkan audiens luas. Dunia panggung yang dinamis menuntutnya untuk selalu siap menghadapi segala kemungkinan, bahkan skenario terburuk.
Ketenangan menjadi senjata utamanya. Ketika terjadi kesalahan teknis atau perubahan jadwal mendadak, Rahman terbiasa melakukan improvisasi tanpa mengganggu alur acara. Ia memastikan audiens tetap merasa nyaman dan tidak menyadari kendala yang terjadi di balik layar.
Tidak hanya piawai di panggung fisik, Rahman juga melebarkan sayapnya di ranah digital. Dengan rekam jejak lebih dari 50 kolaborasi konten endorse, ia telah menjadi mitra terpercaya bagi berbagai merek. Tantangan terbesar di sini adalah menjaga keseimbangan antara keinginan klien dan identitas personalnya sebagai kreator konten. Melalui riset mendalam dan perencanaan konten yang matang, ia berhasil menciptakan konten yang tetap autentik namun tetap efektif dalam menyampaikan pesan brand. Hal ini menunjukkan ketajaman Rahman dalam manajemen konten dan komunikasi pemasaran yang tidak bisa dipandang sebelah mata.
Keseimbangan Akademik dan Aktivitas Luar Kampus: Kunci Pengembangan Diri
Banyak mahasiswa yang seringkali dihadapkan pada pilihan dilematis antara aktif berorganisasi atau fokus pada akademik. Rahman memilih jalan tengah yang didasari oleh disiplin tinggi. Baginya, prestasi akademik dan kegiatan di luar kampus bukanlah dua hal yang saling bertentangan, melainkan saling mendukung.
Melalui keterlibatannya dalam kepanitiaan, organisasi, hingga program studi independen, Rahman belajar mengelola skala prioritas berdasarkan urgensi dan dampak. Ia melihat setiap kegiatan di luar kampus sebagai sarana pengembangan diri yang justru memberikan konteks nyata terhadap apa yang ia pelajari di bangku kuliah.
Langkah beraninya untuk terjun langsung ke dunia industri melalui program magang di PT Smelting Gresik dan studi independen di PT Djem Djaya Makmur sebagai Social Media Specialist telah memberikan perspektif baru tentang dunia kerja yang sesungguhnya. Di sana, ia menyadari bahwa dunia profesional tidak hanya menuntut kecerdasan intelektual atau keterampilan teknis (hard skills), tetapi juga menuntut ketepatan komunikasi, kemampuan bekerja dalam tim, dan yang terpenting adalah attitude atau sikap kerja yang positif.
Pencapaian Tidak Datang Seketika: Jam Terbang dan Jejaring yang Kuat
Rasa percaya diri yang ia tunjukkan saat berbicara di depan audiens yang beragam, termasuk saat menjadi narasumber di RRI Pro 2 Surabaya, adalah hasil dari jam terbang dan persiapan yang matang. Ia memandang kegugupan sebagai hal yang manusiawi, namun kuncinya adalah bagaimana mengelola kegugupan tersebut menjadi energi positif di depan publik.
Salah satu elemen penting yang selalu ia tekankan adalah pentingnya networking atau pembangunan jejaring. Baginya, setiap orang yang ia temui dalam perjalanan kariernya adalah pintu menuju peluang baru.
Motivasi terbesar Rahman untuk terus mengambil peluang baru, baik di bidang penyiaran, manajemen acara, hingga kegiatan sosial dan CSR, adalah keinginan untuk terus berkembang dan memberikan dampak nyata. Ia tidak ingin ilmunya hanya berhenti pada dirinya sendiri, melainkan harus bisa bermanfaat bagi masyarakat luas. Semangat inilah yang mendorongnya untuk terus bergerak, melampaui batas kenyamanan mahasiswa pada umumnya.
Pesan untuk Generasi Muda: Berani Memulai dan Konsisten
Selain itu, ia juga memberikan pesan yang sangat relevan bagi generasi muda lainnya yang ingin memulai langkah serupa. Ia mendorong rekan-rekan mahasiswanya untuk tidak takut memulai, meskipun dari hal terkecil sekalipun.
“Mulailah dari hal kecil, jangan menunggu sempurna. Aktiflah mencari pengalaman, berani mencoba, dan konsisten membangun rekam jejak. Setiap pengalaman baik sebagai panitia, MC, duta, maupun magang akan menjadi nilai tambah jika dijalani dengan serius dan profesional,” tutupnya, memberikan semangat bagi para pemuda untuk meraih potensi terbaik mereka.







