Sawit Kalteng: Ubah Makna KBBI, Tanam Kebiasaan Menabung

Semarak Undian Taheta Bank Kalteng: Gubernur Tekankan Pentingnya Menabung dan Inovasi

PALANGKA RAYA – PT Bank Kalteng baru-baru ini menggelar puncak kemeriahan Gebyar Undian Tabungan Taheta (Tabungan Hari Esok Terencana) untuk Periode XXIX Tahun 2025. Acara yang diselenggarakan di GOR Indoor Serbaguna Palangka Raya pada Sabtu, 7 Februari 2026 malam, dihadiri oleh ribuan nasabah setia dari berbagai penjuru Kalimantan Tengah. Suasana meriah terasa sejak sore hari, dipenuhi antusiasme para nasabah yang ingin menyaksikan langsung pengundian hadiah spektakuler dan rangkaian hiburan yang menjadi penutup program undian tahunan yang dinanti-nantikan ini.

Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, turut hadir dan memberikan dukungan penuh dengan memimpin langsung proses pengundian hadiah utama. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa Gebyar Undian Taheta bukan sekadar ajang pembagian hadiah semata. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan sebuah strategi jitu yang dirancang Bank Kalteng untuk secara efektif mendorong dan menumbuhkan budaya menabung di kalangan masyarakat Kalimantan Tengah.

Bacaan Lainnya

Pada malam puncak yang gemilang itu, Gubernur Agustiar Sabran didampingi jajaran direksi Bank Kalteng, mengumumkan pemenang hadiah utama. Sorak sorai ribuan penonton membahana saat nama Dawson Rolando, nasabah Bank Kalteng Cabang Kuala Kapuas, diumumkan sebagai peraih hadiah utama berupa satu unit Mobil Suzuki Grand Vitara 2 Tone GX AT. Kemenangan ini menjadi bukti nyata bahwa menabung di Bank Kalteng tidak hanya aman dan terencana, tetapi juga berpotensi memberikan keuntungan berlipat ganda.

Selain penyerahan hadiah, rangkaian acara juga diisi dengan berbagai pertunjukan hiburan yang semakin memeriahkan suasana. Gebyar Undian Taheta ini diharapkan dapat terus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menabung untuk masa depan yang lebih baik, sekaligus mempererat hubungan antara Bank Kalteng dengan para nasabahnya. Bank Kalteng terus berkomitmen untuk berinovasi dalam layanan demi kepuasan dan kesejahteraan seluruh nasabah.

Ancaman Karhutla di Kalteng: Ratusan Hektare Lahan Terbakar di Awal 2026

PALANGKA RAYA – Memasuki awal tahun 2026, Kalimantan Tengah dihadapkan pada tantangan serius terkait kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Data terbaru yang dihimpun hingga 7 Februari 2026 menunjukkan bahwa luas lahan yang terbakar telah mencapai angka signifikan, yaitu 210,77 hektare. Angka ini merupakan akumulasi dari total 103 kejadian Karhutla yang tersebar di berbagai wilayah di Provinsi Kalimantan Tengah.

Kepala Bidang Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Pemadam Kebakaran (PK) Kalimantan Tengah, Indra Wiratama, menyampaikan bahwa selain luas lahan yang terdampak, pihaknya juga terus memantau titik panas atau hotspot. Selama periode yang sama, tercatat sebanyak 636 titik hotspot terdeteksi di wilayah Kalteng.

“Perkembangan terakhir per tanggal 7 Februari 2026, luas Karhutla di Kalteng mencapai 210,77 hektare dengan total kejadian sebanyak 103 kasus,” ungkap Indra Wiratama pada Minggu, 8 Februari 2026.

Situasi ini tentu saja menimbulkan kekhawatiran mendalam, mengingat dampak buruk Karhutla terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, dan perekonomian daerah. Upaya pencegahan dan penanggulangan terus digalakkan oleh berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat. Kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan dari potensi kebakaran menjadi kunci utama dalam mengatasi masalah ini.

Perubahan Definisi Sawit di KBBI dan Dampaknya Terhadap Kelestarian Hutan Kalteng

PALANGKA RAYA – Sebuah isu yang berpotensi mengancam kelestarian hutan di Kalimantan Tengah (Kalteng) muncul seiring dengan perubahan definisi kelapa sawit dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Sebelumnya, kelapa sawit tidak secara eksplisit dikategorikan sebagai “pohon”. Namun, kini definisi tersebut diperbarui, yang menurut analisis dari Save Our Borneo (SOB), dapat membuka celah bagi ekspansi perkebunan sawit yang kian meluas di Kalteng.

Direktur SOB, Muhammad Habibie, berpendapat bahwa perubahan istilah ini dapat dimanfaatkan untuk merekayasa berbagai kebijakan yang berkaitan dengan industri kelapa sawit. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa hutan-hutan alam yang tersisa di Kalteng akan semakin terdesak oleh perluasan lahan sawit.

Analisis yang dilakukan oleh SOB bekerja sama dengan MapBiomas pada tahun 2025 memperkirakan bahwa konsesi perkebunan sawit di Kalimantan Tengah telah mencapai luas yang sangat besar, yaitu sekitar 1,4 juta hektare. Luas ini mengindikasikan tingginya tekanan terhadap kawasan hutan.

Lebih lanjut, data dari Global Forest Watch memberikan gambaran yang mengkhawatirkan. Pada tahun 2024 saja, tercatat sekitar 42 ribu hektare hutan alam di Kalteng mengalami kehilangan. Jika melihat periode yang lebih panjang, yaitu dari tahun 2001 hingga 2024, Kalteng telah kehilangan tutupan pohon seluas 3,9 juta hektare. Angka-angka ini menegaskan urgensi perlindungan hutan dan perlunya kajian mendalam terhadap kebijakan yang berpotensi memperparah deforestasi.

GMNI Kalteng: Wacana Pilkada Lewat DPRD Perlu Kajian Mendalam dan Rekomendasi Konkret

PALANGKA RAYA – Wacana mengenai penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) masih terus menjadi topik perbincangan hangat di kalangan publik. Menanggapi hal ini, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kalimantan Tengah (Kalteng) menilai bahwa wacana tersebut membutuhkan kajian yang mendalam. Tujuannya agar perdebatan yang muncul tidak hanya berhenti pada ranah kritik, tetapi juga mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan yang konkret dan solutif.

Pandangan ini disampaikan oleh DPD GMNI Kalteng dalam sebuah Dialog Demokrasi yang diselenggarakan pada Sabtu, 7 Februari 2026. Dialog tersebut mengusung tema “Menakar Wacana Pilkada Melalui DPRD: dari Kritik Menuju Solusi Kebijakan”.

Ketua Pelaksana Kegiatan, Muhammad Fajrian Nor, menjelaskan bahwa dialog ini merupakan bentuk tanggung jawab moral para mahasiswa sebagai agen perubahan dalam mengawal arah demokrasi di Indonesia. Ia menekankan pentingnya keterlibatan aktif mahasiswa dalam memberikan masukan konstruktif terhadap isu-isu strategis bangsa.

GMNI Kalteng menegaskan komitmennya untuk senantiasa menjadi mitra kritis bagi pemerintah. Melalui forum-forum diskusi seperti ini, diharapkan dapat tercipta pemahaman yang lebih komprehensif mengenai implikasi dari wacana Pilkada melalui DPRD, serta merumuskan langkah-langkah strategis untuk menjaga kualitas demokrasi di Indonesia, khususnya di Kalimantan Tengah.

Pos terkait