IHSG Sesi I Meroket, ANTM, AMMN & DSSA Pimpin LQ45!

Perdagangan sesi pertama hari ini menunjukkan optimisme di pasar modal Indonesia, dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mempertahankan posisinya di zona hijau. Pada Senin, 26 Januari 2026, IHSG mencatatkan kenaikan yang signifikan, memberikan sentimen positif bagi para investor.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Bursa Efek Indonesia (BEI), pada penutupan sesi I, IHSG mengalami penguatan sebesar 0,24% atau setara dengan 21,10 poin, mencapai level 8.972,11. Performa ini menunjukkan ketahanan pasar di tengah berbagai sentimen ekonomi yang berkembang.

Bacaan Lainnya

Kinerja positif IHSG ini didukung oleh beberapa sektor yang mengalami penguatan. Lima sektor utama menjadi pendorong utama indeks, yaitu:

  • Sektor Barang Baku
  • Sektor Transportasi
  • Sektor Barang Konsumer Primer
  • Sektor Teknologi
  • Sektor Infrastruktur

Penguatan pada sektor-sektor ini mencerminkan adanya aktivitas ekonomi yang solid dan kepercayaan investor terhadap prospek pertumbuhan di berbagai bidang.

Aktivitas perdagangan di BEI juga menunjukkan peningkatan. Total volume perdagangan saham pada sesi siang ini mencapai 33,43 miliar saham, dengan nilai transaksi mencapai Rp 20,94 triliun. Data ini mengindikasikan likuiditas pasar yang sehat dan minat investor yang tinggi terhadap saham-saham yang diperdagangkan.

Secara keseluruhan, terdapat 329 saham yang mengalami kenaikan harga (menguat), sementara 333 saham mengalami penurunan harga (melemah). Sebanyak 139 saham tercatat stagnan, tidak mengalami perubahan harga.

Saham-Saham dengan Kenaikan Tertinggi (Top Gainers) di LQ45

Berikut adalah daftar saham-saham yang mencatatkan kenaikan tertinggi di antara saham-saham yang tergabung dalam indeks LQ45:

  1. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM): Saham ANTM mengalami kenaikan signifikan sebesar 12,82%, mencapai harga Rp 4.840 per saham. Kinerja positif ini mungkin didorong oleh sentimen pasar terhadap komoditas dan prospek bisnis pertambangan.

  2. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN): Saham AMMN juga mencatatkan kenaikan yang solid, yaitu sebesar 7,64%, dengan harga mencapai Rp 7.750 per saham. Kinerja ini bisa jadi dipengaruhi oleh permintaan mineral yang meningkat dan strategi perusahaan yang efektif.

  3. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA): Saham DSSA mengalami kenaikan sebesar 5,22%, mencapai harga Rp 109.950 per saham. Kenaikan ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap kinerja perusahaan dan prospek bisnisnya di masa depan.

Saham-Saham dengan Penurunan Terbesar (Top Losers) di LQ45

Berikut adalah daftar saham-saham yang mengalami penurunan harga terbesar di antara saham-saham yang tergabung dalam indeks LQ45:

  1. PT Bumi Resources Tbk (BUMI): Saham BUMI mengalami penurunan sebesar 4,44%, mencapai harga Rp 344 per saham. Penurunan ini mungkin disebabkan oleh sentimen pasar yang kurang baik terhadap sektor energi atau faktor-faktor internal perusahaan.

  2. PT Surya Citra Media Tbk (SCMA): Saham SCMA mengalami penurunan sebesar 3,31%, mencapai harga Rp 292 per saham. Penurunan ini bisa jadi dipengaruhi oleh perubahan tren di industri media atau kinerja keuangan perusahaan yang kurang memuaskan.

  3. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR): Saham UNVR mengalami penurunan sebesar 3,11%, mencapai harga Rp 2.180 per saham. Penurunan ini mungkin disebabkan oleh persaingan yang semakin ketat di sektor barang konsumsi atau perubahan preferensi konsumen.

Analisis teknikal dan fundamental diperlukan untuk memahami secara mendalam faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja masing-masing saham tersebut. Investor disarankan untuk melakukan riset yang komprehensif sebelum membuat keputusan investasi.

UNVR Chart
by TradingView

Pos terkait