Insentif Fantastis Malaysia: Rp 8,5 Juta untuk Pemilik Mobil Tua Ganti Mobil Baru
Pemerintah Malaysia kembali menunjukkan terobosannya dalam memodernisasi armada kendaraan di negaranya. Sebuah program menarik bernama “Matching Grant” atau hibah pendamping diluncurkan, menawarkan insentif menggiurkan bagi para pemilik mobil tua yang ingin beralih ke kendaraan yang lebih baru. Kebijakan ini bukan hanya sekadar penggantian unit, tetapi juga upaya strategis untuk mengurangi jumlah kendaraan berusia uzur di jalan raya, meningkatkan keselamatan, dan mendorong industri otomotif lokal.
Program Matching Grant yang resmi diluncurkan pada 27 Januari 2026 ini, memberikan hibah pendamping hingga 2.000 Ringgit Malaysia (sekitar Rp 8,5 juta) kepada pemilik mobil yang usianya telah mencapai lebih dari 20 tahun. Dana sebesar 10 juta Ringgit Malaysia (sekitar Rp 42,6 miliar) telah dialokasikan untuk program ini, yang diperkirakan akan memberikan manfaat langsung kepada 5.000 pemilik kendaraan yang memenuhi syarat.
Menteri Transportasi Malaysia, Anthony Loke, menjelaskan bahwa program ini secara spesifik ditujukan untuk mendukung pembelian mobil baru dari produsen lokal, yaitu Proton dan Perodua. “Dalam program ini, setiap penerima yang memenuhi syarat akan menerima hibah pendamping hingga 2.000 Ringgit, yang akan dipadankan oleh produsen kendaraan lokal yang berpartisipasi,” ujar Anthony Loke. Ia menambahkan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan produsen ini akan meningkatkan total insentif yang diterima masyarakat, sehingga secara signifikan mengurangi biaya pembelian kendaraan baru.
Rincian Insentif dan Pengecualian
Lebih lanjut, Anthony Loke memaparkan bahwa pemilik mobil yang berpartisipasi dalam program ini tidak hanya akan menerima hibah dari pemerintah, tetapi juga akan mendapatkan insentif tambahan sebesar 2.000 Ringgit Malaysia dari pihak produsen kendaraan. Ini berarti total insentif yang bisa diterima bisa mencapai 4.000 Ringgit Malaysia (sekitar Rp 17 juta), membuat harga mobil baru menjadi jauh lebih terjangkau.
Namun, terdapat beberapa pengecualian terkait insentif dari produsen. Insentif sebesar 2.000 Ringgit Malaysia dari produsen berlaku untuk seluruh model Proton, kecuali untuk model terbaru Proton Saga dan Proton e.MAS 5. Untuk kedua model yang dikecualikan ini, total insentif yang akan diterima oleh pemilik mobil hanya sebesar 2.000 Ringgit Malaysia, yang berasal dari hibah pemerintah.
Tujuan Ganda Program Matching Grant
Program insentif pembelian mobil baru ini dirancang dengan dua tujuan utama yang saling berkaitan.
Mengurangi Kendaraan Tua dan Tidak Aktif:
Tujuan pertama adalah untuk mengurangi jumlah kendaraan tua dan tidak aktif yang masih beroperasi di jalan raya. Dengan berkurangnya kendaraan tua, diharapkan dapat mengurangi kemacetan lalu lintas secara signifikan. Anthony Loke menekankan pentingnya hal ini dengan menyatakan, “Seiring terus bertambahnya jumlah kendaraan, tantangan kita adalah memastikan bahwa setiap kali kendaraan baru masuk ke dalam sistem, kendaraan lama dikeluarkan dari jalan.”Meningkatkan Keselamatan Lalu Lintas:
Tujuan kedua adalah untuk meningkatkan keselamatan lalu lintas. Kendaraan-kendaraan tua umumnya tidak dilengkapi dengan fitur keselamatan modern yang ada pada mobil-mobil baru. Dengan mendorong penggantian kendaraan tua, diharapkan dapat mengurangi risiko kecelakaan yang disebabkan oleh keterbatasan teknologi keselamatan pada mobil-mobil usang.
Anthony Loke mencatat bahwa rekor penjualan kendaraan baru di Malaysia pada tahun lalu (2025) mencapai 820.000 unit. Inisiatif Matching Grant ini dikhususkan untuk membantu pemilik mobil yang kendaraannya sudah lama tidak digunakan atau memiliki nilai jual yang rendah di pasar mobil bekas. “Jika ada yang merasa mobilnya masih memiliki nilai lebih di pasar mobil bekas, itu tidak masalah, namun sasaran kami adalah membantu pemilik mobil yang sudah lama terparkir dan tidak digunakan,” tegas Loke.
Data Kendaraan dan Transparansi Proses
Kebutuhan akan program semacam ini diperkuat oleh data dari Departemen Transportasi Jalan (JPJ) Malaysia. Hingga Desember 2025, tercatat hampir 19,7 juta mobil terdaftar di Malaysia. Dari jumlah tersebut, lebih dari empat juta mobil tercatat memiliki pajak jalan yang tidak aktif selama tiga tahun atau lebih, mengindikasikan banyaknya kendaraan yang tidak lagi digunakan secara aktif.
Untuk menjamin transparansi dan kemudahan proses, kendaraan yang akan diganti harus dinonaktifkan melalui sistem daring e-DeREG milik JPJ. Sistem ini memungkinkan pemilik mobil untuk membatalkan registrasi kendaraan mereka secara digital tanpa perlu datang langsung ke kantor cabang. “Digitalisasi ini membuat proses menjadi lebih cepat, lebih transparan, lebih aman, serta lebih ramah pengguna, sekaligus mengurangi birokrasi dan waktu tunggu,” jelas Loke.
Setelah dinonaktifkan secara resmi, kendaraan-kendaraan tersebut kemudian akan dimusnahkan di fasilitas pengolahan otomotif resmi berlisensi (Authorised Automotive Treatment Facilities/AATF). Proses pemusnahan yang profesional dan sesuai standar lingkungan ini bertujuan untuk mencegah kendaraan lama beredar kembali di jalan secara ilegal, sekaligus memastikan penanganan limbah otomotif yang bertanggung jawab.







