Kalender Liturgi Katolik: Pesta Fakultatif Santa Angela Merici, Perawan
Kalender liturgi Katolik memperingati pesta fakultatif Santa Angela Merici, seorang perawan yang dihormati dalam Gereja Katolik. Peringatan ini ditandai dengan warna liturgi hijau.
Bacaan-bacaan yang ditetapkan untuk hari ini adalah sebagai berikut:
Bacaan ini mengisahkan tentang Daud yang mengangkut tabut perjanjian Allah dengan sukacita.
“Daud dan segenap orang Israel mengarak tabut perjanjian dengan sorak-sorai.”
Daud pergi mengangkut tabut Allah dari rumah Obed-Edom ke kota Daud dengan sukacita. Setiap kali para pengangkat tabut Tuhan itu melangkah maju enam langkah, Daud mempersembahkan korban seekor lembu dan seekor anak lembu gemukan. Daud menari-nari di hadapan Tuhan dengan sekuat tenaga, mengenakan baju efod dari kain lenan. Daud dan seluruh orang Israel mengangkut tabut Tuhan dengan diiringi sorak dan bunyi sangkakala. Tabut Tuhan dibawa masuk dan diletakkan di dalam kemah yang dibentangkan Daud. Kemudian, Daud mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan di hadapan Tuhan. Setelah selesai mempersembahkan korban, Daud memberkati bangsa itu demi nama Tuhan semesta alam. Lalu, dibagikannya kepada seluruh bangsa Israel, baik laki-laki maupun perempuan, masing-masing seketul roti bundar, sekerat daging, dan sepotong kue kismis. Sesudah itu, seluruh bangsa pulang ke rumah masing-masing.
Mazmur ini adalah seruan untuk membuka pintu gerbang bagi Raja Kemuliaan.
Injil hari ini menceritakan tentang ibu dan saudara-saudara Yesus yang datang mencari-Nya.
Lalu datanglah ibu dan saudara-saudara Yesus. Sementara mereka berdiri di luar, mereka menyuruh orang memanggil Dia. Ada orang banyak duduk mengelilingi Dia, dan mereka berkata kepada-Nya, “Lihat, ibu dan saudara-saudara-Mu ada di luar, dan berusaha menemui Engkau.” Jawab Yesus kepada mereka, “Siapa ibu-Ku dan siapa saudara-saudara-Ku?” Ia melihat kepada orang-orang yang duduk di sekeliling-Nya dan berkata, “Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku! Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku.”
Bacaan dari Kitab Kejadian ini mengisahkan tentang kelahiran Ishak dan pengusiran Hagar dan Ismael.
TUHAN memperhatikan Sara, seperti yang difirmankan-Nya, dan TUHAN melakukan kepada Sara seperti yang dijanjikan-Nya. Maka mengandunglah Sara, lalu ia melahirkan seorang anak laki-laki bagi Abraham dalam masa tuanya, pada waktu yang telah ditetapkan, sesuai dengan firman Allah kepadanya. Abraham menamai anaknya yang baru lahir itu Ishak, yang dilahirkan Sara baginya. Kemudian Abraham menyunat Ishak, anaknya itu, ketika berumur delapan hari, seperti yang diperintahkan Allah kepadanya. Adapun Abraham berumur seratus tahun, ketika Ishak, anaknya, lahir baginya. Berkatalah Sara, “Allah telah membuat aku tertawa; setiap orang yang mendengarnya akan tertawa karena aku.” Lagi katanya, “Siapakah tadinya yang dapat mengatakan kepada Abraham: Sara menyusui anak? Namun aku telah melahirkan seorang anak laki-laki baginya pada masa tuanya.”
Bertambah besarlah anak itu dan ia disapih, lalu Abraham mengadakan perjamuan besar pada hari Ishak disapih itu. Pada waktu itu Sara melihat, bahwa anak yang dilahirkan Hagar, perempuan Mesir itu bagi Abraham, sedang main dengan Ishak, anaknya sendiri. Berkatalah Sara kepada Abraham, “Usirlah hamba perempuan itu beserta anaknya, sebab anak hamba ini tidak akan menjadi ahli waris bersama-sama dengan anakku Ishak.” Hal ini sangat menyebalkan Abraham oleh karena anaknya itu. Tetapi Allah berfirman kepada Abraham, “Janganlah sebal hatimu karena hal anak dan budakmu itu; dalam segala yang dikatakan Sara kepadamu, haruslah engkau mendengarkannya, sebab yang akan disebut keturunanmu ialah yang berasal dari Ishak. Tetapi keturunan dari hambamu itu juga akan Kubuat menjadi suatu bangsa, karena iapun anakmu.”
Keesokan harinya pagi-pagi Abraham mengambil roti serta sekirbat air dan memberikannya kepada Hagar. Ia meletakkan itu beserta anaknya di atas bahu Hagar, kemudian disuruhnyalah perempuan itu pergi. Maka pergilah Hagar dan mengembara di padang gurun Bersyeba. Ketika air yang dikirbat itu habis, dibuangnyalah anak itu ke bawah semak-semak, dan ia duduk agak jauh, kira-kira sepemanah jauhnya, sebab katanya, “Tidak tahan aku melihat anak itu mati.” Sedang ia duduk di situ, menangislah ia dengan suara nyaring. Allah mendengar suara anak itu, lalu Malaikat Allah berseru dari langit kepada Hagar, kata-Nya kepadanya, “Apakah yang engkau susahkan, Hagar? Janganlah takut, sebab Allah telah mendengar suara anak itu dari tempat ia terbaring. Bangunlah, angkatlah anak itu, dan bimbinglah dia, sebab Aku akan membuat dia menjadi bangsa yang besar.” Lalu Allah membuka mata Hagar, sehingga ia melihat sebuah sumur; ia pergi mengisi kirbatnya dengan air, kemudian diberinya anak itu minum. Allah menyertai anak itu, sehingga ia bertambah besar; ia menetap di padang gurun dan menjadi seorang pemanah. Maka tinggallah ia di padang gurun Paran, dan ibunya mengambil seorang isteri baginya dari tanah Mesir.
Santa Angela Merici, yang pestanya diperingati hari ini, adalah seorang tokoh penting dalam sejarah Gereja Katolik. Ia dikenal sebagai pendiri Ordo Ursulin, sebuah tarekat religius yang didedikasikan untuk pendidikan anak-anak perempuan.
Kehidupan Awal dan Panggilan: Angela Merici lahir pada tanggal 21 Maret 1474, di Desenzano del Garda, Lombardia, Italia Utara. Setelah kematian ibunya, Angela dan kakaknya diasuh oleh pamannya. Di bawah bimbingan pamannya, Angela dan kakaknya tumbuh menjadi orang-orang yang taat beragama. Setelah kematian kakaknya, Angela bergabung dengan Ordo Ketiga Santo Fransiskus.
Penglihatan dan Karya Pendidikan: Setelah kembali ke Desenzano, Angela mengalami penglihatan di mana ia sedang mengajar agama kepada para pemuda-pemudi. Penglihatan ini menginspirasinya untuk mendirikan perkumpulan untuk para pemudi. Ia mengumpulkan beberapa temannya untuk mengajar anak-anak gadis. Pada tahun 1516, Angela pindah ke Brescia dan mendirikan sebuah sekolah. Karya pendidikannya berkembang pesat dan disenangi oleh banyak orang.
Pendirian Ordo Ursulin: Angela mengajak banyak wanita untuk membantunya dalam karya pendidikan. Bersama wanita-wanita ini, Angela mendirikan sebuah perkumpulan di bawah perlindungan Santa Ursula. Wanita-wanita yang menjadi anggota perkumpulannya dibiarkan tetap tinggal dengan keluarga mereka, agar mereka tetap berhubungan dengan dunia luar. Mereka dituntut untuk melaksanakan tugas-tugas dengan penuh semangat.
Ziarah dan Mukjizat: Sambil menanti pengesahan dari Tahta Suci atas perkumpulannya, Angela berziarah ke Tanah Suci Yerusalem. Dalam perjalanannya, ia mengalami kebutaan. Namun, peristiwa ini tidak mengendurkan semangatnya. Ia melanjutkan perjalanannya dan menyerahkan diri sepenuhnya pada penyelenggaraan Ilahi. Imannya dibalas dengan mukjizat: penglihatannya pulih kembali ketika ia kembali dari ziarah, tepat di tempat di mana ia mengalami kebutaan.
Pembentukan Ordo Baru: Sekitar tahun 1533, 12 wanita datang untuk membantu Angela dalam usaha pendidikan anak-anak miskin dan buta huruf. Mereka berpindah ke sebuah rumah dekat Gereja Santa Afra di Brescia. Di sini, Angela mulai membentuk ordo baru, yang disebut Ordo Ursulin.
Santa Angela Merici adalah teladan iman, pengabdian, dan pelayanan. Ia memberikan kontribusi besar bagi pendidikan dan pemberdayaan perempuan. Warisannya terus hidup melalui Ordo Ursulin, yang terus berkarya di seluruh dunia.
Pemerintah Akan Bangun Rumah Susun di Tanah Abang, Jakarta Pusat Pemerintah Indonesia berencana membangun rumah…
Denada Akhirnya Bertemu Putra Kandung Setelah 24 Tahun Terpisah: Momen Penuh Haru dan Klarifikasi Setelah…
Pendekatan Orang Tua yang Berbeda dalam Menghadapi Perubahan Anak Keputusan Sienna untuk melepas hijab belakangan…
JAKARTA – Transformasi digital bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan utama di hampir semua sektor…
Alvaro Carpe, pembalap Red Bull KTM Ajo, kembali mengungkap perjuangannya dalam meraih podium secara dramatis…
Lima Fakta Mencengangkan Persib Bandung yang Mengalahkan Semen Padang Pertandingan antara Persib Bandung dan Semen…