Usai banjir melanda, pemandangan memprihatinkan terlihat di Jalan Kembangan Baru, Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat. Tumpukan sampah menggunung di sepanjang jalan, menciptakan kondisi yang tidak hanya kumuh tetapi juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan dan lalu lintas. Pada hari Senin (26/1/2026), tim kami menyaksikan langsung dampak banjir yang meninggalkan residu berupa sampah dalam volume yang sangat besar.
Tumpukan sampah ini memenuhi bahu jalan yang berbatasan langsung dengan tembok pembatas Kali Mookervart. Meskipun air di Kali Mookervart telah surut dan terlihat lebih bersih dari sampah, pemandangan kontras terlihat di daratan. Dinding beton yang biasanya dipenuhi grafiti kini tertutup rapat oleh tumpukan sampah dan perabotan rumah tangga yang hanyut atau dibuang oleh warga setelah terendam banjir.
Sampah yang menumpuk bukanlah sekadar limbah plastik atau sampah rumah tangga biasa. Sebagian besar terdiri dari perabotan berukuran besar yang rusak parah akibat terendam air. Pemandangan yang umum adalah kasur busa dan springbed yang berwarna cokelat berlumpur, rangka lemari kayu yang hancur, serta sofa-sofa yang koyak dan tidak berbentuk.
Di tengah kondisi yang memprihatinkan ini, sejumlah pemulung dan warga sekitar justru memanfaatkan situasi untuk mengais tumpukan sampah. Mereka sibuk mencari barang-barang yang dianggap masih bernilai, baik untuk dijual kembali maupun digunakan sendiri.
Pemerintah Kota Jakarta Barat dan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta bergerak cepat untuk menangani tumpukan sampah pasca-banjir ini. Sejumlah petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) berseragam oranye serta petugas Dinas Lingkungan Hidup berseragam hijau terlihat bekerja sama di lokasi.
Keberadaan tumpukan sampah dan aktivitas pengangkatan sampah ini berdampak signifikan pada arus lalu lintas di Jalan Kembangan Baru. Ruas jalan yang dipenuhi sampah menjadi lebih sempit, memaksa pengendara untuk melambatkan laju kendaraan mereka.
Kardi (64), seorang warga Kampung Delima yang tinggal tidak jauh dari lokasi, mengaku sudah terbiasa dengan pemandangan tumpukan sampah setelah banjir di Kali Mookervart. Ia mengatakan bahwa sampah selalu menumpuk di lokasi tersebut karena terbawa arus dari kampung-kampung di belakang dan dari kali.
Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, memastikan bahwa pengangkutan sampah ke Bantargebang akan diselesaikan secepatnya. Ia telah menginstruksikan Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup (Kasudin LH) untuk mengangkut seluruh sampah agar selesai pada hari itu juga.
Pemerintah Akan Bangun Rumah Susun di Tanah Abang, Jakarta Pusat Pemerintah Indonesia berencana membangun rumah…
Denada Akhirnya Bertemu Putra Kandung Setelah 24 Tahun Terpisah: Momen Penuh Haru dan Klarifikasi Setelah…
Pendekatan Orang Tua yang Berbeda dalam Menghadapi Perubahan Anak Keputusan Sienna untuk melepas hijab belakangan…
JAKARTA – Transformasi digital bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan utama di hampir semua sektor…
Alvaro Carpe, pembalap Red Bull KTM Ajo, kembali mengungkap perjuangannya dalam meraih podium secara dramatis…
Lima Fakta Mencengangkan Persib Bandung yang Mengalahkan Semen Padang Pertandingan antara Persib Bandung dan Semen…