Dugaan penganiayaan yang terjadi di kawasan Sulingan, Kecamatan Murung Pudak, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, telah mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan satu orang lainnya mengalami luka berat. Polres Tabalong telah mengamankan dua orang yang berstatus sebagai terduga pelaku terkait peristiwa tragis ini.
Insiden yang diduga disertai penyerangan ini terjadi pada Minggu (25 Januari 2026) dini hari di halaman sebuah sekolah dasar yang terletak di Kelurahan Sulingan, Kecamatan Murung Pudak. Korban meninggal dunia adalah RS (23), seorang warga Kelurahan Pembataan, Kecamatan Murung Pudak. Sementara itu, AZ (19) mengalami luka berat akibat kejadian tersebut.
Menurut informasi yang dihimpun, kedua korban sempat berusaha melarikan diri dari lokasi kejadian menuju perempatan Sulingan setelah mengalami penganiayaan. Namun, setibanya di perempatan tersebut, RS dan AZ ditemukan tergeletak dalam kondisi tidak berdaya. Warga sekitar segera memberikan pertolongan dan mengevakuasi keduanya ke RSUD H Badaruddin Kasim untuk mendapatkan perawatan medis. Sayangnya, nyawa RS tidak dapat diselamatkan.
Satreskrim Polres Tabalong, di bawah pimpinan Kasat Reskrim AKP Danang Eko Prasetyo, segera bergerak cepat melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) setelah menerima laporan mengenai kejadian ini. Selain itu, pihak kepolisian juga telah meminta keterangan dari sejumlah saksi guna mengumpulkan informasi dan mengungkap kronologi serta motif di balik peristiwa penganiayaan tersebut.
Kapolres Tabalong AKBP Wahyu Ismoyo J, melalui Kasi Humas Iptu Joko Sutrisno, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil penyelidikan awal dan informasi yang berhasil dihimpun, penyidik melakukan upaya pencarian terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam kejadian ini.
“Dalam rangkaian upaya tersebut, petugas memperoleh informasi mengenai sebuah kendaraan yang diduga berkaitan dengan perkara dimaksud,” ujar Iptu Joko Sutrisno pada Senin (26 Januari 2026).
Tim gabungan dari Polres Tabalong dan Polres Hulu Sungai Selatan (HSS) berhasil mengamankan kendaraan yang dimaksud di wilayah Kecamatan Padang Batung, Kabupaten HSS, saat kendaraan tersebut berada di sebuah SPBU. Kendaraan roda empat tersebut diduga merupakan mobil yang digunakan oleh pelaku untuk datang ke lokasi kejadian dan melakukan penganiayaan.
Para penumpang kendaraan tersebut kemudian diamankan dan dibawa ke Polres Tabalong untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dari hasil pemeriksaan awal, penyidik menetapkan dua orang sebagai terduga pelaku, yaitu MR alias RG (20) dan seorang remaja berusia 17 tahun. Keduanya merupakan kakak beradik dan tercatat sebagai warga Kelurahan Belimbing Raya, Kecamatan Murung Pudak, Kabupaten Tabalong.
Iptu Joko Sutrisno menegaskan bahwa penyidik masih terus melakukan pendalaman terhadap keterlibatan serta peran masing-masing terduga dalam peristiwa penganiayaan ini.
“Terhadap kedua terduga saat ini telah dilakukan pengamanan di Polres Tabalong guna kepentingan pemeriksaan lebih lanjut, sementara proses penyelidikan dan penyidikan masih terus berjalan,” jelasnya.
Barang bukti yang diduga digunakan dalam tindak pidana penganiayaan tersebut masih dalam proses pencarian dan pendalaman oleh petugas. Pihak kepolisian juga menegaskan bahwa seluruh rangkaian proses penyelidikan dan penyidikan akan dilaksanakan secara profesional, objektif, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, dengan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah.
Berikut adalah poin-poin penting terkait kasus dugaan penganiayaan di Sulingan:
Pihak kepolisian mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Polres Tabalong berkomitmen untuk menuntaskan kasus ini secara transparan dan profesional, serta memberikan keadilan bagi para korban.
Pemerintah Akan Bangun Rumah Susun di Tanah Abang, Jakarta Pusat Pemerintah Indonesia berencana membangun rumah…
Denada Akhirnya Bertemu Putra Kandung Setelah 24 Tahun Terpisah: Momen Penuh Haru dan Klarifikasi Setelah…
Pendekatan Orang Tua yang Berbeda dalam Menghadapi Perubahan Anak Keputusan Sienna untuk melepas hijab belakangan…
JAKARTA – Transformasi digital bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan utama di hampir semua sektor…
Alvaro Carpe, pembalap Red Bull KTM Ajo, kembali mengungkap perjuangannya dalam meraih podium secara dramatis…
Lima Fakta Mencengangkan Persib Bandung yang Mengalahkan Semen Padang Pertandingan antara Persib Bandung dan Semen…