SMP Santo Thomas 4 Medan Gelar Pameran Seni dan Pentas Budaya Bertema Lingkungan
SMP Swasta Santo Thomas 4 Medan baru-baru ini sukses menggelar sebuah acara akbar yang menggabungkan pementasan seni dan unjuk karya siswa. Kegiatan tiga hari yang berlangsung dari tanggal 11 hingga 13 Desember 2025 ini mengusung tema yang sangat relevan dengan kondisi terkini: “Jaga dan Cintailah Lingkungan Kita.” Pemilihan tema ini didasari oleh keprihatinan terhadap goncangan ekologis yang kerap terjadi, seperti bencana longsor dan banjir bandang di berbagai daerah.
Pery Nainggolan, selaku Ketua Panitia, menjelaskan bahwa tujuan utama dari tema ini adalah untuk menanamkan kesadaran mendalam pada diri siswa. Diharapkan, melalui berbagai rangkaian kegiatan, anak-anak akan memahami bahwa kelestarian bumi bukanlah tanggung jawab segelintir orang, melainkan amanah yang diemban oleh seluruh umat manusia. Perbuatan-perbuatan kecil yang berorientasi pada penjagaan dan pelestarian lingkungan, jika ditanamkan sejak dini, akan membentuk karakter yang kuat. Nilai-nilai ini, ketika tertanam dalam diri siswa dan seluruh hadirin, diharapkan dapat menjaga bumi agar senantiasa lestari.
Rangkaian acara yang dimulai pada 11 Desember dibuka dengan seminar daur ulang sampah yang sangat informatif. Seminar ini tidak hanya diikuti oleh siswa SMP Santo Thomas 4, tetapi juga mengundang partisipasi dari beberapa sekolah lain di bawah naungan Yayasan Katolik Keuskupan Agung Medan. Antusiasme peserta terlihat jelas, menunjukkan minat yang besar terhadap solusi pengelolaan sampah yang ramah lingkungan.
Selain seminar, hari pertama juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan menarik lainnya. Pameran karya siswa menjadi salah satu daya tarik utama, di mana pengunjung berkesempatan untuk mengapresiasi dan bahkan membeli hasil kreasi unik dari para siswa. Lomba vokal solo dan lomba melukis serta menggambar turut menambah semarak acara, dengan peserta yang berasal dari sekolah-sekolah dasar (SD) se-Kota Medan. Tidak ketinggalan, bazar makanan yang menyajikan hidangan berbasis kearifan lokal juga turut memanjakan lidah para pengunjung.
Memasuki hari kedua, 12 Desember, fokus kegiatan masih berkisar pada apresiasi karya siswa melalui pameran yang terus dibuka. Selain itu, sebuah kompetisi modern dance yang dinamis dan energik digelar, menampilkan bakat-bakat tari dari perwakilan sekolah-sekolah Yayasan Katolik Keuskupan Agung Medan. Suasana kebersamaan dan kepedulian juga terasa kental pada hari itu, dengan adanya penyerahan tali kasih. Bantuan diserahkan kepada para pegawai dan petugas kebersihan sekolah, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka. Selain itu, kepedulian sosial juga diperluas dengan pemberian santunan kepada panti asuhan di Tanjung Selamat dan Martubung, menunjukkan komitmen sekolah dalam menumbuhkan empati dan rasa kasih kepada sesama.
Puncak acara dilaksanakan pada tanggal 13 Desember, yang juga menjadi hari terakhir rangkaian kegiatan. Pameran seni siswa kembali dibuka, menampilkan karya-karya yang lebih beragam dan mendalam. Penampilan tarian etnis dan modern menjadi suguhan utama yang memukau para hadirin, menampilkan kekayaan budaya Indonesia dan kreativitas para siswa. Acara ini kemudian ditutup dengan seremoni penyerahan hadiah kepada para siswa yang telah berhasil menjuarai berbagai perlombaan.
Kepala Sekolah SMP Santo Thomas 4 Medan, Rismanto Pandiangan, mengungkapkan rasa bangganya atas kesuksesan acara ini. Beliau menegaskan bahwa seluruh kegiatan yang dilaksanakan sangat selaras dengan tema lingkungan yang diusung. Mulai dari penampilan lagu yang bertemakan alam, lukisan yang menggambarkan keindahan bumi, hingga hasil karya siswa yang memanfaatkan bahan daur ulang sampah, semuanya merupakan manifestasi dari semangat menjaga dan mencintai lingkungan.
Rismanto Pandiangan menambahkan bahwa kegiatan seperti ini sangat krusial dalam mendukung pengembangan kreativitas siswa. Menurutnya, pendidikan tidak seharusnya hanya terpaku pada pencapaian akademik semata. Mendorong siswa untuk menghasilkan karya-karya yang bernilai, baik secara seni maupun moral, adalah bagian integral dari pembentukan karakter yang utuh. Beliau mengaku sempat terkesan dan bahkan terkejut melihat betapa besarnya talenta terpendam yang dimiliki oleh para siswanya, yang terungkap melalui berbagai karya yang dipamerkan.
Dukungan penuh terhadap berbagai inisiatif siswa juga datang dari Ketua Komite Sekolah SMP Santo Thomas 4, Sara Sulami G. Kembaren. Beliau menyatakan bahwa komite sekolah selalu siap memberikan dukungan terhadap setiap kegiatan yang berpotensi mengembangkan minat dan bakat siswa, baik dalam ranah akademis maupun seni dan budaya.
Sara Sulami G. Kembaren, yang merupakan cucu dari Pejuang ’45 Brigjen Purn. Lahi Radja Munthe, menambahkan bahwa kegiatan di SMP Santo Thomas 4 memiliki tujuan yang lebih luas, yaitu meningkatkan kepedulian sosial di kalangan peserta didik. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta kasih terhadap anak-anak disabilitas dan anak-anak yang kurang mampu. Harapannya, melalui seluruh rangkaian acara yang telah terlaksana selama tiga hari ini, akan memberikan dampak positif yang signifikan bagi seluruh peserta didik di SMP Santo Thomas 4, membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan cinta terhadap lingkungan.


