Tragedi di Pantai Lengkong: Pemancing Muda Ditemukan Meninggal Setelah Terseret Ombak
Cilacap, Jawa Tengah – Upaya pencarian intensif yang dilakukan oleh tim gabungan akhirnya membuahkan hasil, meskipun dalam suasana duka. Mahirul Ramadhan (17), seorang pemuda yang dilaporkan terseret ombak ganas di Pantai Lengkong, Desa Mertasinga, Kabupaten Cilacap, telah ditemukan. Jenazah korban ditemukan pada Sabtu malam, 13 Desember 2025, mengakhiri operasi pencarian yang telah berlangsung.
Koordinator Tim SAR Gabungan, Maryadi, mengonfirmasi penemuan jenazah tersebut. Ia menjelaskan bahwa jasad Mahirul ditemukan sekitar pukul 21.05 WIB. Lokasi penemuan berada di pesisir Pantai Menganti, yang berjarak kurang lebih 1,6 kilometer ke arah timur dari titik awal kejadian di Pantai Lengkong.
“Pada pukul 21.05 WIB, telah ditemukan jenazah terdampar di pesisir Pantai Menganti pada jarak 1,6 kilometer ke arah timur dari lokasi kejadian dalam keadaan meninggal dunia,” ujar Maryadi dalam keterangan tertulis yang dirilis oleh Basarnas Cilacap pada Minggu, 14 Desember 2025. Tim SAR gabungan segera melakukan evakuasi terhadap jenazah dan membawanya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cilacap untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut.
Kronologi Hilangnya Mahirul Ramadhan
Mahirul Ramadhan, yang diketahui merupakan warga Desa Dondong, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap, dilaporkan hilang pada Jumat, 12 Desember 2025, sekitar pukul 14.20 WIB. Insiden nahas ini terjadi saat korban sedang asyik memancing di area trek dump Pantai Lengkong.
Kala itu, kondisi laut sedang tidak bersahabat. Tiba-tiba, ombak besar menghantam area tempat Mahirul memancing. Arus laut yang kuat tak mampu dilawan oleh korban, ia pun terseret arus hingga akhirnya tenggelam. Kejadian ini sontak menimbulkan kekhawatiran besar bagi keluarga dan warga sekitar.
Gerak Cepat Tim SAR Gabungan
Begitu menerima laporan hilangnya Mahirul, Tim SAR Gabungan segera bergerak cepat. Pembentukan tim gabungan ini melibatkan berbagai unsur, meliputi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Republik Indonesia (Polri), para relawan kemanusiaan, serta elemen terkait lainnya.
Fokus utama tim adalah melakukan penyisiran di area laut dan sepanjang pesisir pantai. Berbagai teknik pencarian dilakukan, mulai dari penyisiran menggunakan perahu karet, penyelaman di titik-titik yang dicurigai, hingga pemantauan di sepanjang garis pantai. Upaya ini dilakukan tanpa henti dengan harapan dapat menemukan korban dalam keadaan selamat.
Akhir Operasi Pencarian dan Imbauan Keselamatan
Dengan ditemukannya jenazah Mahirul Ramadhan, operasi pencarian yang telah dilakukan secara maksimal pun dinyatakan resmi berakhir. Seluruh personel yang terlibat dalam operasi SAR ini kemudian dikembalikan ke kesatuan masing-masing.
“Dengan telah ditemukannya survivor, maka operasi SAR dinyatakan selesai. Seluruh unsur SAR yang terlibat dapat kembali ke kesatuannya masing-masing dengan ucapan terima kasih,” tegas Maryadi, menutup keterangan resminya.
Kejadian tragis ini menjadi pengingat penting bagi seluruh masyarakat, terutama bagi mereka yang beraktivitas di wilayah pesisir. Pihak berwenang kembali melayangkan imbauan untuk selalu meningkatkan kewaspadaan.
Bagi Nelayan dan Pemancing:
- Selalu perhatikan prakiraan cuaca dan kondisi gelombang laut sebelum berangkat melaut atau memancing.
- Hindari beraktivitas di area pantai saat cuaca buruk atau gelombang tinggi.
- Pastikan selalu menggunakan alat keselamatan yang memadai, seperti pelampung.
Bagi Pengunjung Pantai:
- Patuhi rambu-rambu peringatan yang terpasang di area pantai.
- Hindari berenang atau bermain terlalu jauh ke tengah laut, terutama jika tidak didampingi oleh petugas pantai atau lifeguard.
- Selalu awasi anak-anak saat berada di area pantai.
Keselamatan diri adalah prioritas utama. Dengan meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan, diharapkan kejadian serupa dapat dicegah di masa mendatang.


