Jawa Tengah Dorong Pengembangan Industri Garam Modern



Semarang – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Jawa Tengah berupaya memperkuat sektor industri garam rakyat melalui hilirisasi dan modernisasi. Salah satu langkah yang dilakukan adalah meningkatkan produktivitas serta memberikan bantuan sertifikasi kepada empat kelompok petani garam di Kabupaten Demak, Jepara, Rembang, dan Pati pada Selasa (11/11/2025).

“Bantuan ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan para petani, nelayan, maupun petambak garam yang ada di bawah Dinas Kelautan dan Perikanan,” ujar Rahmat Dwisaputra, Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Tengah.

Bacaan Lainnya

Menurut Rahmat, dukungan tersebut diharapkan mampu menciptakan efek domino bagi sektor industri makanan dan minuman di Jawa Tengah. Saat ini, sektor tersebut masih bergantung pada bahan baku impor seperti terigu dan garam.

“Kami juga melakukan business matching dengan beberapa perusahaan besar produsen makanan dan minuman,” tambahnya.

Hambali, salah satu perwakilan kelompok petani garam dari Desa Surodadi, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan.

Selama ini, petani garam hanya menggunakan metode tradisional dan alat-alat sederhana untuk memproduksi garam krosok yang berkualitas rendah. Garam krosok biasanya dibeli oleh tengkulak dengan harga Rp100.000 per kuintal.

Hambali menjelaskan bahwa jika garam tersebut diolah secara modern, harganya bisa meningkat signifikan. Selisihnya bahkan bisa mencapai 4 kali lipat dari harga garam krosok yang diproduksi.

“Kami meminta pemerintah memberikan bantuan geomembran untuk meningkatkan hasil produksi. Sekarang hasilnya sangat baik, garamnya putih dan berkualitas. Metode tradisional membutuhkan satu minggu untuk panen, sedangkan dengan metode modern, hanya butuh 3 sampai 4 hari,” kata Hambali.

Ia mengatakan siap beralih ke metode dan alat produksi yang lebih modern, asalkan pemerintah memberikan dukungan.

“Kami membutuhkan bantuan alat pengolahan garam. Sampai saat ini di Jepara belum ada alat seperti itu. Pabrik-pabrik yang ada di Pati memiliki alat tersebut,” ujarnya.

Langkah-Langkah yang Dilakukan untuk Meningkatkan Produksi Garam

  • Peningkatan Produktivitas: Petani garam diberikan bantuan dalam bentuk teknologi dan alat modern untuk meningkatkan hasil produksi.
  • Sertifikasi: Empat kelompok petani garam mendapatkan sertifikasi untuk memastikan kualitas produk mereka.
  • Business Matching: Bank Indonesia membantu menghubungkan petani garam dengan perusahaan besar produsen makanan dan minuman.
  • Bantuan Geomembran: Alat ini digunakan untuk meningkatkan kualitas dan jumlah produksi garam.

Manfaat Modernisasi Industri Garam

  • Harga Lebih Tinggi: Garam yang dihasilkan dengan metode modern dapat dijual dengan harga jauh lebih tinggi.
  • Waktu Panen Lebih Cepat: Proses produksi menjadi lebih efisien, sehingga waktu panen berkurang drastis.
  • Kualitas Lebih Baik: Garam yang dihasilkan memiliki warna putih dan kualitas yang lebih baik.

Dengan adanya inisiatif ini, diharapkan industri garam rakyat di Jawa Tengah dapat berkembang lebih pesat. Selain itu, hal ini juga akan berdampak positif pada sektor industri makanan dan minuman yang membutuhkan bahan baku lokal.

Pos terkait