Oplus_16908288
BATAM – Galangan kapal PT ASL Shipyard Indonesia di Batam kembali diguncang tragedi. Kapal tanker MT Federal II meledak pada Rabu (15/10/2025) dini hari, menewaskan 10 pekerja dan melukai 18 orang lainnya. Ini merupakan insiden kedua pada kapal yang sama dalam empat bulan terakhir.
Menanggapi musibah berulang ini, Ketua Pemuda Batak Bersatu (PBB) Kota Batam, Martua Susanto Manurung, menuntut PT ASL bertanggung jawab penuh atas semua korban.
Martua Susanto Manurung atau yang sering di sapa Ucok menyoroti lemahnya penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Pihaknya mendesak Dinas Tenaga Kerja untuk memperketat pengawasan dan melakukan audit keselamatan kerja menyeluruh, menegaskan insiden berulang ini menunjukkan lemahnya budaya K3 di perusahaan.
Tragedi ini kembali menempatkan keselamatan pekerja dan tanggung jawab korporasi di bawah sorotan, dengan tuntutan agar korban dan keluarga mendapat keadilan.
Penyelidikan polisi masih berlangsung untuk menentukan ada tidaknya unsur kelalaian. Penerapan K3 merupakan kewajiban hukum bagi perusahaan, dan kelalaian dapat dikenai sanksi pidana sesuai undang-undang.
(Ara Lagan)
Pemerintah Akan Bangun Rumah Susun di Tanah Abang, Jakarta Pusat Pemerintah Indonesia berencana membangun rumah…
Denada Akhirnya Bertemu Putra Kandung Setelah 24 Tahun Terpisah: Momen Penuh Haru dan Klarifikasi Setelah…
Pendekatan Orang Tua yang Berbeda dalam Menghadapi Perubahan Anak Keputusan Sienna untuk melepas hijab belakangan…
JAKARTA – Transformasi digital bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan utama di hampir semua sektor…
Alvaro Carpe, pembalap Red Bull KTM Ajo, kembali mengungkap perjuangannya dalam meraih podium secara dramatis…
Lima Fakta Mencengangkan Persib Bandung yang Mengalahkan Semen Padang Pertandingan antara Persib Bandung dan Semen…