Baru-baru ini, seorang mantan karyawan Ashanty mengungkapkan perasaannya terkait laporan polisi yang diajukan oleh Direktur Utama PT Hijau Dipta Nusantara (HDN), Erie Prasetyo. Ayu Chairun Nurisa, mantan karyawan tersebut, akhirnya membuka suara mengenai dugaan perampasan aset yang ia alami.
Ayu menjelaskan bahwa dirinya tidak pernah menjadi karyawan PT HDN seperti yang disebutkan pihak pelapor. Ia menegaskan bahwa ia bekerja di PT Hijau Hermansyah Indonesia. Namun, kejadian perampasan aset terjadi di lokasi PT HDN.
“Saya tidak karyawan di situ, ya. Saya karyawan di PT Hijau Hermansyah Indonesia,” kata Ayu saat ditemui di Polres Metro Jakarta Selatan, Selasa (7/10/2025).
Ia juga menyebutkan bahwa beberapa barang seperti laptop dan ponsel miliknya diambil di lokasi tersebut. Meskipun demikian, Ayu mengaku tidak mempermasalahkan laporan yang dilayangkan kepadanya. Menurutnya, tuduhan tersebut justru memberi ruang untuk menjelaskan kebenaran kasus ini.
Kuasa hukum Ayu, Stifan Heriyanto, menyatakan bahwa pihaknya masih akan mendalami laporan yang diajukan oleh PT HDN. Menurutnya, penting untuk mengetahui secara jelas hubungan kerja dan posisi Ayu dalam perusahaan. “Saya belum terlalu jelas secara detail untuk menyimak klarifikasi dari yang bersangkutan,” ujar Stifan.
Di sisi lain, pihak PT HDN merasa bahwa pernyataan Ayu telah merugikan nama baik perusahaan. Kuasa hukum PT HDN, Mangatta, menyebut bahwa dampak dari pernyataan tersebut sangat serius, termasuk pemutusan kerja sama bisnis. “Kami sedang melakukan evaluasi, dan kemungkinan kerugiannya mencapai Rp1 miliar,” jelas Mangatta.
Pihak perusahaan juga berupaya untuk menyelamatkan kontrak yang terdampak dari polemik ini. “Setelah ini Mas Erie juga akan berusaha menyelamatkan kontrak tersebut,” tambahnya.
Kasus ini merupakan lanjutan dari rangkaian polemik antara Ayu Chairun Nurisa dan Ashanty. Awalnya, Ashanty melaporkan Ayu terkait dugaan penggelapan dana di Polres Tangerang Selatan. Sedangkan Ayu melaporkan Ashanty atas dugaan perampasan aset di Polres Metro Jakarta Selatan.
Selain itu, pengasuh anak-anak Anang, Suwarsih alias Uteng, juga mengungkapkan pendapatnya tentang Ayu. Ia mengkritik sikap Ayu yang dinilai tidak bersyukur meski telah bekerja selama delapan tahun di bawah naungan Anang dan Ashanty. Uteng menyampaikan bahwa semua karyawan dan Ashanty sudah tahu aib Ayu, namun hingga kini Ashanty belum membuka informasi tersebut ke publik.
Uteng juga berdoa agar kasus ini segera selesai dan berharap Ayu segera bertaubat. “Yang kerja di sini lama-lama semua mba, saya udah mau 12 tahun semua tentang keluarga ini saya tau,” katanya.
Sementara itu, Ashanty tidak tinggal diam terhadap aksi Ayu yang melaporkannya ke polisi. Ia berencana melaporkan balik Ayu dengan pasal berbeda, yaitu pencemaran nama baik. Keputusan ini diambil karena Ashanty merasa namanya tercoreng akibat tiga laporan Ayu terkait dugaan perampasan dan akses ilegal.
Ashanty juga membantah tudingan perampasan aset yang disebutkan oleh Ayu. Ia menegaskan bahwa aset yang diambil sesuai persetujuan Ayu dan suaminya. “Ada video dan surat di atas materai yang dia tulis sendiri dan suami secara sadar mau kasih aset-asetnya yang puluhan juta itu,” ujar Ashanty.
Dengan adanya perkembangan ini, kasus antara Ayu dan Ashanty semakin memanas. Kedua belah pihak terus berjuang untuk membela reputasi mereka di tengah persaingan yang rumit.
Pemerintah Akan Bangun Rumah Susun di Tanah Abang, Jakarta Pusat Pemerintah Indonesia berencana membangun rumah…
Denada Akhirnya Bertemu Putra Kandung Setelah 24 Tahun Terpisah: Momen Penuh Haru dan Klarifikasi Setelah…
Pendekatan Orang Tua yang Berbeda dalam Menghadapi Perubahan Anak Keputusan Sienna untuk melepas hijab belakangan…
JAKARTA – Transformasi digital bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan utama di hampir semua sektor…
Alvaro Carpe, pembalap Red Bull KTM Ajo, kembali mengungkap perjuangannya dalam meraih podium secara dramatis…
Lima Fakta Mencengangkan Persib Bandung yang Mengalahkan Semen Padang Pertandingan antara Persib Bandung dan Semen…