Categories: Berita

Basarnas Perkirakan Banyak Korban Tertimbun di Ponpes Al Khoziny Sidoarjo

Situasi Terkini di Lokasi Tragedi Bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny

Hingga Sabtu malam (4/10), diperkirakan lebih dari 40 korban masih tertimbun dalam reruntuhan bangunan empat lantai di Pondok Pesantren Al Khoziny, Kecamatan Babatan, Kabupaten Sidoarjo. Kondisi ini menunjukkan bahwa operasi pencarian dan evakuasi masih berlangsung dengan intensitas tinggi.

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit mengatakan hingga pukul 19.55 WIB, Tim SAR gabungan telah berhasil mengevakuasi sebanyak 121 orang korban. Dari jumlah tersebut, terdapat 104 korban yang selamat dan 17 korban meninggal dunia. Data ini mencerminkan upaya maksimal yang dilakukan oleh tim penanggulangan bencana.

Jika merujuk pada data yang diberikan oleh pihak Pondok Pesantren Al Khoziny, yaitu 167 orang, maka sekitar 46 orang masih dalam daftar pencarian dan diduga masih tertimbun dalam reruntuhan bangunan. Angka ini menunjukkan bahwa proses pencarian dan evakuasi belum selesai.

Nanang menyebutkan bahwa banyak korban yang diduga masih berada di area tengah atau bagian utama gedung. Area tersebut meliputi zona A1, zona A2, zona A3, dan zona A4. “Dari 40-an lebih korban yang masih di bawah itu. Ya untuk terdeteksi lokasinya kita hanya praduga ya, bahwa bangunan ataupun musola ini bagian tengahnya adalah antara A2, A3, dan A4, dan A1,” ujarnya.

Zona-Zona dalam Operasi Pencarian dan Evakuasi

Sebagai informasi, ada empat zona dalam operasi pencarian dan evakuasi korban tragedi runtuhnya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny, Kecamatan Buduran, Sidoarjo. Keempat zona tersebut adalah:

  • Zona A1 (dekat pintu keluar)
  • Zona A2 (bagian belakang dan berhadapan langsung dengan dinding asrama)
  • Zona A3 (bagian atas)
  • Zona A4 (disamping kanan A1, di bawah reruntuhan beton)

Saat ini, Tim SAR gabungan telah melakukan pembongkaran di bagian hampir full di A4. Diharapkan, korban berikutnya akan lebih banyak setelah memasuki bagian tengah. “Kami berharap bahwa korban berikutnya akan lebih banyak setelah memasuki di bagian tengahnya,” imbuhnya.

Peran Kiblat dalam Operasi Pencarian

Nanang menjelaskan bahwa kiblat menghadap ke arah A2. Saat kejadian pada Senin (29) sekitar pukul 15.35 WIB, zona itu adalah shaf depan, di mana para santri yang sedang salat Ashar berhasil mengevakuasi secara mandiri.

Namun, sampai saat ini, tim SAR masih kesulitan untuk mengakses bagian tengah gedung. “Kami belum bisa mengakses bagian tengahnya. Mudah-mudahan nanti malam sudah bisa menggeser sampai ke bagian tengah dan berharap bisa ditemukan lebih banyak korban yang saat ini belum ditemukan,” tukas Nanang.

Redaksi

Recent Posts

Astaga, lahan KAI untuk rusun Tanah Abang diserobot pihak lain

Pemerintah Akan Bangun Rumah Susun di Tanah Abang, Jakarta Pusat Pemerintah Indonesia berencana membangun rumah…

13 jam ago

Denada & Ressa: Haru Bertemu dalam Tangis

Denada Akhirnya Bertemu Putra Kandung Setelah 24 Tahun Terpisah: Momen Penuh Haru dan Klarifikasi Setelah…

13 jam ago

Ben Kasyafani Pilih Jadi Sahabat untuk Sienna Saat Putuskan Lepas Hijab, Ini Alasannya

Pendekatan Orang Tua yang Berbeda dalam Menghadapi Perubahan Anak Keputusan Sienna untuk melepas hijab belakangan…

14 jam ago

Mengapa Lulusan RPL Jadi Incaran di Dunia Teknologi?

JAKARTA – Transformasi digital bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan utama di hampir semua sektor…

15 jam ago

Veda Sadar Diri, Juara Red Bull Rookies Cup Tampil Gesit di COTA

Alvaro Carpe, pembalap Red Bull KTM Ajo, kembali mengungkap perjuangannya dalam meraih podium secara dramatis…

16 jam ago

5 Fakta Mencengangkan Persib Bandung Kalahkan Semen Padang: 2 Rekor Tak Terduga, Bintang Persija Terpengaruh

Lima Fakta Mencengangkan Persib Bandung yang Mengalahkan Semen Padang Pertandingan antara Persib Bandung dan Semen…

17 jam ago