Categories: Berita

Krisis Solar Memicu Antrean di SPBU Bandar Lampung



Lampung Geh, Bandar Lampung

– Kelangkaan solar di sejumlah wilayah Lampung mengakibatkan antrian kendaraan tampak mengular panjang di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Bandar Lampung pada Sabtu (9/10) sore.

Berdasarkan pantauan, sedikitnya terdapat empat titik SPBU yang mengalami antrian panjang, di antaranya SPBU Pertamina Soekarno Hatta, Codo Pertamina, SPBU Rajabasa, dan SPBU Labuhan Ratu.

Di SPBU Soekarno Hatta, antrian kendaraan tampak mengular sekitar dua kilometer. SPBU itu bahkan membuka empat jalur khusus hanya untuk pengisian solar. Mayoritas kendaraan yang mengantre adalah truk angkutan batu bara dan mobil besar.

Sementara di Codo Pertamina, antrean tampak lebih panjang, mencapai sekitar 3-4 kilometer. Di lokasi ini, antrean didominasi oleh kendaraan bus penumpang.

Tak jauh berbeda, SPBU Rajabasa yang baru buka pada jam 18:00 WIB juga langsung dipadati antrean kendaraan. Kondisi serupa juga terlihat di SPBU Labuhan Ratu. Antrian kendaraan mencapai sekitar satu kilometer dan menyebabkan kemacetan di ruas jalan tersebut. Di titik ini, antrean didominasi oleh mobil pribadi.

Salah satu supir truk yang mengisi bahan bakar solar di SPBU CoDo Pertamina, Usman (53) mengaku sudah mengantre selama dua jam.

“Udah ada dua jam. Ya pokoknya bukan cuma hari ini, tiap hari kayak gini,” ujarnya.

Usman menjelaskan, solar yang dibelinya digunakan untuk kendaraan angkutan pasir. Ia mengatakan kondisi antrean panjang seperti ini sudah sering terjadi, terutama di wilayah Lampung dan sekitarnya.

“Pokoknya kalau di Lampung ini, kaya gini lah yang selalu terjadi. Bahkan di sekitar Pesawaran sana, di Geneng itu, ada yang antre sampai ratusan mobil. Tapi ya ada juga yang khusus ngecor,” ujarnya.

Usman berharap pemerintah daerah, khususnya Gubernur Lampung, segera mengambil tindakan tegas terhadap praktik penyalahgunaan distribusi solar bersubsidi.

“Harusnya Gubernur Lampung ngambil sikap tegas. Pom yang ngecor itu, harus diberesin. Masyarakat kecil yang bener-bener butuh solar malah susah,” jelasnya.

Penyebab Kelangkaan Solar di Wilayah Lampung

Beberapa faktor dapat menjadi penyebab kelangkaan solar di wilayah Lampung. Salah satunya adalah distribusi bahan bakar yang tidak merata. Hal ini membuat beberapa SPBU mengalami kekurangan pasokan, sementara SPBU lainnya memiliki stok yang cukup.

Selain itu, adanya praktik penyelundupan atau penyalahgunaan bahan bakar bersubsidi juga menjadi salah satu penyebab utama. Beberapa pihak memanfaatkan sistem subsidi untuk menjual solar dengan harga yang lebih murah, sehingga mengurangi jumlah solar yang tersedia untuk masyarakat umum.

Kemacetan lalu lintas akibat antrian panjang juga menjadi isu yang sering muncul. Antrian yang terjadi di SPBU tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan lalu lintas jika tidak diatur dengan baik.

Dampak bagi Masyarakat

Kelangkaan solar memberikan dampak signifikan terhadap masyarakat, terutama para pengemudi truk dan kendaraan besar yang bergantung pada bahan bakar ini. Antrian panjang yang terjadi setiap hari membuat mereka harus menghabiskan waktu lebih lama untuk mengisi bahan bakar, yang pada akhirnya memengaruhi efisiensi operasional.

Masyarakat umum juga merasa terganggu karena kesulitan mendapatkan solar, terutama saat kebutuhan mendesak. Kondisi ini menunjukkan bahwa perlu adanya solusi jangka panjang untuk mengatasi masalah distribusi dan penggunaan solar di wilayah Lampung.

Solusi yang Diharapkan

Para pengemudi dan warga setempat berharap pemerintah daerah dapat segera mengambil langkah-langkah konkret untuk menyelesaikan masalah ini. Beberapa solusi yang disarankan antara lain:

  • Peningkatan pengawasan terhadap distribusi solar agar tidak terjadi penyimpangan.
  • Peningkatan produksi dan pasokan solar bersubsidi agar bisa mencukupi kebutuhan masyarakat.
  • Pembenahan sistem pengisian bahan bakar di SPBU agar lebih efisien dan cepat.

Dengan adanya kebijakan yang tepat dan transparan, diharapkan kelangkaan solar dapat segera diminimalisir, sehingga masyarakat dapat dengan mudah mengakses bahan bakar yang dibutuhkan tanpa menghadapi antrian yang berlarut-larut.

Redaksi

Recent Posts

Astaga, lahan KAI untuk rusun Tanah Abang diserobot pihak lain

Pemerintah Akan Bangun Rumah Susun di Tanah Abang, Jakarta Pusat Pemerintah Indonesia berencana membangun rumah…

3 bulan ago

Denada & Ressa: Haru Bertemu dalam Tangis

Denada Akhirnya Bertemu Putra Kandung Setelah 24 Tahun Terpisah: Momen Penuh Haru dan Klarifikasi Setelah…

3 bulan ago

Ben Kasyafani Pilih Jadi Sahabat untuk Sienna Saat Putuskan Lepas Hijab, Ini Alasannya

Pendekatan Orang Tua yang Berbeda dalam Menghadapi Perubahan Anak Keputusan Sienna untuk melepas hijab belakangan…

3 bulan ago

Mengapa Lulusan RPL Jadi Incaran di Dunia Teknologi?

JAKARTA – Transformasi digital bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan utama di hampir semua sektor…

3 bulan ago

Veda Sadar Diri, Juara Red Bull Rookies Cup Tampil Gesit di COTA

Alvaro Carpe, pembalap Red Bull KTM Ajo, kembali mengungkap perjuangannya dalam meraih podium secara dramatis…

3 bulan ago

5 Fakta Mencengangkan Persib Bandung Kalahkan Semen Padang: 2 Rekor Tak Terduga, Bintang Persija Terpengaruh

Lima Fakta Mencengangkan Persib Bandung yang Mengalahkan Semen Padang Pertandingan antara Persib Bandung dan Semen…

3 bulan ago