Di tahun 2026, Jawa Tengah akan mengirimkan ribuan jemaah haji ke Tanah Suci. Dari sekian banyak jemaah yang akan berangkat, terdapat dua individu yang menjadi perhatian khusus: Kyra Talita Sakhi dan Dalimin Harjo Sumarto. Mereka masing-masing menjadi jemaah haji termuda dan tertua asal Jateng dalam penyelenggaraan haji tahun ini.
Kyra Talita Sakhi, seorang anak yang lahir pada November 2012, akan menjadi jemaah haji termuda dari Jawa Tengah. Ia berasal dari Desa Kaponan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang. Ketika melakukan ibadah haji, usianya akan mencapai 13 tahun 5 bulan. Kyra adalah contoh dari generasi muda yang siap memenuhi rukun Islam dengan penuh semangat dan keyakinan.
Sementara itu, Dalimin Harjo Sumarto, warga Desa Kupang, Kecamatan Karangdowo, Kabupaten Klaten, menjadi jemaah haji tertua. Ia lahir pada Maret 1932, sehingga saat melakukan ibadah haji, usianya akan menginjak 94 tahun. Meski usia sudah senja, Dalimin tetap menunjukkan semangat yang luar biasa untuk menyempurnakan Rukun Islam.
Keduanya memiliki perbedaan usia yang sangat besar, yaitu 80 tahun. Hal ini membuat mereka menjadi dua tokoh penting dalam penyelenggaraan haji 2026 dari Jawa Tengah.
Menurut data Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) 2026, Kyra dan Dalimin tercatat sebagai jemaah haji termuda dan tertua. Kepala Bidang Bina dan Pengendalian Haji dan Umrah Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Jawa Tengah, Abdul Jalil, mengonfirmasi hal tersebut. Ia menjelaskan bahwa Dalimin akan tergabung dalam Kloter 61 SOC. Ia dijadwalkan masuk ke Asrama Haji Donohudan, Boyolali, pada 11 Mei 2026, lalu terbang ke Arab Saudi pada 12 Mei 2026.
Abdul Jalil juga mengimbau para jemaah haji untuk mempersiapkan diri secara fisik dan mental menjelang keberangkatan. Ia menekankan pentingnya menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. Dengan tema “Haji Ramah Lansia, Disabilitas dan Perempuan”, ia meminta para jemaah untuk luruskan niat agar ibadah menjadi lebih tenang, aman, nyaman, dan mabrur.
Jawa Tengah akan memberangkatkan sebanyak 34.122 jemaah haji melalui Embarkasi Solo dan Yogyakarta pada musim haji 2026. Mereka terbagi dalam 96 kelompok terbang (kloter). Rinciannya, 81 kloter diberangkatkan dari Embarkasi Solo dan 15 kloter dari Embarkasi Yogyakarta. Hal ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya di mana seluruh jemaah haji asal Jateng berangkat dari Embarkasi Solo.
Jemaah haji yang akan berangkat melalui Embarkasi Yogyakarta adalah jemaah haji yang tinggal di Kabupaten Magelang, Temanggung, Wonosobo, Purworejo, dan Kota Magelang. Sementara jemaah haji dari wilayah Pantura, Banyumas dan sekitarnya, serta Solo Raya akan berangkat dari Embarkasi Solo.
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenhaj Provinsi Jateng, Fitriyanto, mengatakan bahwa proses keberangkatan jemaah akan memakan waktu sebulan. Kloter pertama dari Jateng akan berangkat pada Selasa, 21 April 2026 dari Kabupaten Tegal. Ia menjelaskan bahwa pihaknya akan mulai berangkat dari wilayah Pantura terlebih dahulu.
Fitriyanto juga mengungkap bahwa situasi di Timur Tengah masih dalam kondisi aman. Ia memastikan kepada para jemaah bahwa pemerintah Arab Saudi menjamin keamanan wilayah tersebut. Pihaknya juga telah menyiapkan langkah mitigasi jika terjadi perubahan situasi di kawasan tersebut.
Pemulangan Jenazah Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon ke Kulon Progo Setelah menjalani perjalanan panjang dari Lebanon…
Update Harga Emas Hari Ini: Antam, Galeri24, dan UBS di 25 Maret 2026 Emas terus…
Perbandingan Krisis Minyak 1970-an dan Situasi Saat Ini Penutupan Selat Hormuz selama sebulan telah memicu…
Bupati Brebes Tinjau Lokasi Jembatan Kalibuntu yang Ambruk Bupati Kabupaten Brebes, Paramitha Widya Kusuma, melakukan…
Pengamanan Ibadah Paskah di Kabupaten Mamuju Tengah Polres Mamuju Tengah telah menerjukan sebanyak 46 personel…
Kekhawatiran terkait performa Pulisic menjelang tahun 2026 Pulisic mengalami penurunan performa setelah awal musim yang…