Pada Jumat (3/4/2026), sejumlah wilayah di Ukraina, termasuk Kyiv, Kharkiv, Donetsk, Kherson, dan Zaporizhzhia, dilaporkan diserang oleh pasukan Rusia menggunakan lebih dari 500 drone. Serangan ini terjadi pada siang hari waktu setempat dan menewaskan 14 orang. Selain itu, serangan tersebut juga menyebabkan kematian sekitar 20 hewan peliharaan di Kyiv, karena sebuah klinik hewan di kota tersebut ikut menjadi sasaran.
“Sayangnya, hewan juga terkena dampak serangan itu. Sekitar 20 hewan mati karena kerusakan pada klinik hewan,” kata Gubernur Negara Bagian Kyiv, Mykola Kalashnyk, seperti dikutip dari laporan berita lokal.
Serangan Rusia terjadi tepat di tengah perayaan Paskah, yang biasanya menjadi momen damai bagi masyarakat. Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, sebelumnya telah meminta pasukan Rusia untuk tidak melancarkan serangan selama perayaan ini. Namun, permintaan tersebut diabaikan.
Akibat serangan ini, perayaan Paskah warga Ukraina jadi terganggu dan penuh kesedihan. Banyak keluarga kehilangan anggota mereka akibat serangan drone yang menghantam rumah-rumah warga.
“Di wilayah Kyiv, sebuah drone menyerang sebuah bangunan tempat tinggal di Obukhiv. Serangan lain (juga) terjadi antara taman kanak-kanak dan sekolah di Vyshneve dan merusak rumah-rumah,” kata Perdana Menteri Ukraina, Yulia Svyrydenko.
Untuk mengakhiri serangan Rusia, Ukraina beberapa kali menggelar pertemuan trilateral dengan Rusia dan Amerika Serikat sebagai mediator. Namun, semua pertemuan tersebut berakhir tanpa kesepakatan berarti.
Pertemuan pertama dan kedua dihelat di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, pada Januari dan awal Februari 2026 lalu. Namun, kedua pertemuan tersebut gagal menghasilkan kesepakatan gencatan senjata antara Ukraina dan Rusia.
Pertemuan ketiga digelar di Jenewa, Swiss, pada 17 dan 18 Februari. Sayangnya, pertemuan tersebut lagi-lagi gagal menghasilkan kesepakatan perdamaian antara Ukraina dan Rusia.
Pertemuan ke-4 juga sudah digelar beberapa waktu lalu. Namun, pertemuan tersebut juga menemukan jalan buntu. Sebab, tidak ada kesepakatan gencatan senjata di antara Ukraina dan Rusia.
Dalam pernyataannya, Zelenskyy mengatakan, perang yang terjadi antara Iran dengan AS dan Israel di Timur Tengah turut memperlambat proses perdamaian antara Rusia dan Ukraina. Sebab, fokus negara-negara kini sedang tertuju pada konflik tersebut.
“Situasi geopolitik menjadi lebih rumit karena perang melawan Iran. Ini, sayangnya, meningkatkan kepercayaan diri Rusia,” kata Zelenskyy.
Kebuntuan ini membuat konflik antara Rusia dan Ukraina jadi makin alot. Padahal, per 24 Februari lalu, perang antara kedua pihak sudah memasuki tahun ke-4. Namun, hingga kini, belum ada tanda-tanda kapan perang akan berakhir.
Penggemar One Direction di seluruh dunia kini harus menghadapi fakta bahwa kemungkinan besar mereka tidak…
Ringkasan Bantuan Sosial yang Akan Dicairkan Pada April 2026 Pemerintah akan terus menyalurkan sejumlah bantuan…
Emas Antam Catat Kenaikan Tipis, Simak Rincian Harganya 25 Maret 2026 Pasar emas kembali menunjukkan…
Perdana Menteri Inggris Menghadapi Tekanan Politik Akibat Skandal Kegagalan Uji Kelayakan Keamanan Perdana Menteri Inggris,…
Kehilangan Seorang Konten Kreator di Sungai Tuntang Seorang konten kreator asal Demak, Jawa Tengah, ditemukan…
Peringatan Keras terhadap Penggunaan Rokok Elektronik Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar…