JAKARTA – Kementerian Pertahanan (Kemenhan) telah memulai program pendidikan Komponen Cadangan (Komcad) bagi 4.000 Aparatur Sipil Negara (ASN). Kepala Bacadnas Kemenhan Letjen Gabriel Lema menyampaikan terima kasih kepada 49 kementerian dan lembaga negara yang mengirimkan 2.000 ASN untuk mengikuti pendidikan Komcad selama 1,5 bulan.
“Di mana program pertama di tahun ini, dalam gelombang pertama ini, 2.000 ASN yang akan masuk dalam rangka mengikuti latsarmil (pendidikan dasar militer),” kata Gabriel di Monas, Jakarta Pusat, Senin (13/4/2026). Gabriel melepas para ASN untuk mengikuti pendidikan Komcad di enam lembaga pendidikan dan latihan (diklat) TNI.
Keenam lokasi diklat yang ditunjuk adalah Rindam Jaya di Condet, Jakarta Timur; Pasmar 1 Cilandak, Jakarta Selatan, Wingdik 500 Lanud Atang Sendjaja di Kabupaten Bogor; serta Pusdikkes Puskessad di Kramat Jati, Jakarta Timur. Kemudian, Puskom Bela Negara Kemenhan di Rumpin, Kabupaten Bogor; dan terakhir di Pusat Bahasa Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.
Gabriel menjelaskan, dasar program pendidikan Komcad adalah Pasal 27 dan 30 UUD 1945, yang mengatur tentang bela negara. Karena itu, selama dalam masa pendidikan, para ASN akan mendapatkan materi dan kurikulum dalam konteks latsarmil itu.
“Ya konsep dalam konteks yang sederhana saja, bagaimana kita membangun kepedulian, karakter itu dimulai dengan sehati, mengerti tentang tugas, kemudian kepedulian, pembentukan jiwa korsa,” kata Gabriel.
Dia menjamin, semua peserta pendidikan Komcad bakal mendapat pengetahuan dasar tentang militer. Menurut Gabriel, metode pendidikan seperti itu agar para ASN nanti bisa memahami suatu komando perintah dari atasan dalam menjalankan tugas.
“Jadi kurikulum sudah diatur kaitan dengan nuansa yang bersifat militer, itu bersifat pengetahuan. Pengetahuan terbatas ya. Ya, senjata juga demikian. Karena mereka pun nanti harus melaksanakan latihan menembak terbatas. Tentunya pengetahuan senjata juga demikian,” jelas Gabriel.
Program Komcad memiliki beberapa tujuan utama, antara lain:
Selama proses pendidikan, peserta akan menerima berbagai materi yang berkaitan dengan dunia militer, seperti:
Program ini tidak hanya bermanfaat bagi para ASN, tetapi juga memberikan dampak positif bagi institusi dan masyarakat secara keseluruhan. Beberapa manfaatnya antara lain:
Lokasi pelatihan Komcad telah dipilih dengan pertimbangan yang matang agar peserta dapat memperoleh pengalaman yang optimal. Berikut adalah enam lokasi yang digunakan:
Dengan adanya program ini, diharapkan para ASN dapat lebih siap dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai bagian dari pemerintahan yang bertanggung jawab terhadap keamanan dan kesejahteraan bangsa.
Penghentian Operasional SPPG Pondok Kelapa Akibat Keracunan Massal Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas…
JAKARTA — Harga emas Antam di Pegadaian hari ini, Senin 13 April 2026, tercatat tidak…
Perayaan Hari Es Krim Sundae dan Hari Cintai Kulitmu pada 8 Juli 2026 Tanggal 8…
Pemprov DKI Jakarta Buka Peluang Partai Politik Ikut dalam Skema Naming Right Pemerintah Provinsi (Pemprov)…
Peran Dolar Amerika Serikat dalam Pergerakan Harga Emas di Indonesia Di tengah situasi ketidakpastian ekonomi…
Penyebaran Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum di Kalimantan Barat Pengembangan infrastruktur pendukung kendaraan listrik terus…