Ratusan warga Kampung Pepas Eheng, Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur, berbondong-bondong mendatangi Kantor Petinggi Pepas Eheng pada Jumat (10/4/2026). Kedatangan masyarakat tersebut bertujuan untuk menyampaikan berbagai aspirasi secara langsung kepada Anggota DPRD Kalimantan Timur, Komisi I, Dapil Kutai Barat dan Mahakam Ulu, Yonavia, dalam kegiatan bertajuk “Besempekat”.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari hasil rekap serap aspirasi masyarakat di daerah pemilihan Kabupaten Kutai Barat. Dalam forum tersebut, warga diberi kesempatan untuk berdialog langsung dengan wakil rakyat, termasuk menanyakan tata cara pengusulan bantuan, khususnya di sektor pertanian.
Yonavia juga menghadirkan narasumber guna memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait mekanisme pengajuan program. Usai kegiatan, Yonavia menjelaskan bahwa kegiatan “Besempekat” menjadi momentum untuk menindaklanjuti aspirasi masyarakat yang sebelumnya telah disampaikan.
“Ini kegiatan pertama bertema Besempekat. Kita kembali ke dapil untuk menindaklanjuti aspirasi yang sudah disampaikan masyarakat, melihat mana yang sudah terealisasi dan mana yang belum,” ujarnya.
Ia menyebutkan, sejumlah aspirasi yang telah ditindaklanjuti di antaranya pembangunan Penerangan Jalan Umum (PJU) di beberapa kampung. Namun, ia menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam melengkapi proses administrasi.
“Kami harapkan setiap aspirasi yang disampaikan juga dilengkapi dengan proposal dan diinput dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD), agar bisa diproses lebih lanjut,” jelasnya.
Terkait literasi politik, Yonavia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.
“Masyarakat harus cerdas, jangan mudah terpancing hoaks. Selain itu, masyarakat juga harus bijak dalam memilih pemimpin ke depan,” pesannya.
Sebagian besar aspirasi masyarakat di Kutai Barat masih didominasi kebutuhan Penerangan Jalan Umum (PJU).
Selain itu, sektor pendidikan juga menjadi perhatian, khususnya terkait program pendidikan gratis dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Dalam dialog tersebut, warga juga menyampaikan kebutuhan air bersih di Kampung Eheng. Menanggapi hal itu, Yonavia menyarankan agar masyarakat mengajukan proposal resmi ke pemerintah provinsi.
“Kalau air bersih memang menjadi kebutuhan utama. Masyarakat bisa mengusulkan melalui proposal ke pemerintah provinsi agar dapat ditindaklanjuti,” katanya.
Usulan pembangunan Sekolah Menengah Atas (SMA) juga kembali mencuat. Yonavia mengungkapkan bahwa usulan tersebut telah beberapa kali disampaikan ke pemerintah provinsi, namun masih terkendala faktor jarak dengan sekolah yang sudah ada.
“Secara jarak, Kampung Eheng cukup dekat dengan SMA yang ada di Barong Tongkok dan Simpang Raya. Namun jika ada usulan baru, seperti SMA berbasis perkebunan, tentu harus diajukan kembali,” jelasnya.
Ia juga menyambut baik adanya warga yang siap menghibahkan lahan untuk pembangunan sekolah.
“Kalau memang lahannya sudah siap, tentu ini menjadi peluang. Apalagi keberadaan SMA di Eheng nantinya bisa melayani beberapa kampung sekitar,” pungkasnya.
Kemenangan Penting Persebaya Surabaya atas Persita Tangerang SURABAYA - Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, merasa…
Stadion H Agus Salim Dipenuhi Penonton untuk Laga Semen Padang vs Persib Laga antara Semen…
Dampak Krisis BBM di Asia Akibat Konflik Timur Tengah Konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan…
Jadwal dan Hasil Balapan MotoGP Spanyol 2026 Balapan utama pada MotoGP Spanyol 2026 akan berlangsung…
Penyanyi Denada akhirnya bertemu dengan putra kandungnya, Ressa Rossano. Setelah pertemuan tersebut, Denada merasa ingin…
Istighosah Kubro di Jakarta Selatan untuk Perdamaian Dunia Kegiatan istighosah kubro digelar di kawasan Kampung…