Penjualan Motor Maret 2026 Turun, Seperti Tren 2025



Penjualan sepeda motor secara grosir, yang merupakan distribusi dari pabrik ke diler, pada bulan Maret 2026 mengalami penurunan sebesar 6,81 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Pada Februari lalu, angka penjualan mencapai 581.277 unit, sedangkan di Maret turun menjadi 541.684 unit.

Data dari Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menunjukkan bahwa angka ini kembali mencerminkan tren serupa dengan periode yang sama pada tahun 2025, di mana penurunan tercatat mencapai 23,5 persen. Pada Februari 2025, jumlah penjualan mencapai 597.354 unit, namun pada Maret hanya berada di angka 448.974 unit.

Bacaan Lainnya

Namun, jika dilihat dari perspektif Year-on-Year (YoY), performa penjualan selama Maret 2026 jauh lebih baik, dengan pertumbuhan sebesar 20,64 persen. Selain itu, total penjualan selama kuartal pertama tahun ini juga mengalami peningkatan.

Selama tiga bulan awal tahun 2026, anggota AISI yang meliputi merek seperti Honda, Yamaha, Suzuki, TVS, dan Kawasaki berhasil mencatatkan pengiriman hingga 1.683.262 unit. Angka ini sedikit lebih tinggi 4,29 persen dibandingkan kuartal yang sama pada tahun sebelumnya.



Tidak hanya penjualan dalam negeri yang mengalami penurunan, tetapi juga ekspor sepeda motor buatan Indonesia dalam bentuk utuh atau completely built up (CBU) ke pasar internasional juga mengalami perlambatan. Pada bulan Maret, jumlah ekspor CBU mencapai 48.970 unit, turun sebesar 15,11 persen dibandingkan Februari yang mencapai 57.688 unit.

Angka ekspor untuk komponen kendaraan, yang dikenal sebagai completely knocked down (CKD), juga mengalami penurunan signifikan. Dari 636.576 unit pada Februari, jumlahnya turun menjadi 488.279 unit, atau sekitar 23,30 persen. Ekspor berdasarkan komponen juga mengalami penurunan, dari 14.318.779 unit menjadi 9.113.311 unit.

Meskipun asosiasi tidak lagi memperinci kategori sepeda motor yang paling diminati, segmen skutik masih menjadi favorit masyarakat. Laporan terbaru AISI menunjukkan bahwa skutik memberikan kontribusi sebesar 91,7 persen dari total penjualan sepanjang tahun 2025. Sementara itu, sisanya berasal dari sepeda motor kategori underbone sebesar 4,46 persen, motor sport sebesar 3,51 persen, dan sepeda motor listrik yang masih berada di bawah 1 persen.

Berikut data penjualan motor secara grosir untuk Januari-Maret 2025 dan 2026:

Penjualan motor wholesales Januari-Maret 2025 (1.614.091 unit)

Januari: 577.763 unit

Februari: 587.354 unit (+1,67 persen)

* Maret: 448.974 unit (-23,55 persen)

Penjualan motor wholesales Januari-Maret 2026 (1.683.262 unit) (+4,29 persen)

Januari: 560.301 unit

Februari: 581.277 unit (+3,74 persen)

* Maret: 541.684 unit (-6,81 persen) (+20,64 persen)

Pos terkait