Kunjungan Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan ke SMKN 1 Sukadana, Kabupaten Kayong Utara tidak disia-siakan oleh pihak sekolah untuk menyampaikan kebutuhan mendesak yang mereka miliki. Dalam kunjungan tersebut, Kepala Sekolah SMKN 1 Sukadana, Tulus, menyampaikan tiga poin utama yang menjadi prioritas bagi sekolah.
Pertama, pembangunan asrama siswa. Saat ini, jumlah siswa di SMKN 1 Sukadana mencapai sekitar 630 orang. Mayoritas berasal dari luar daerah Sukadana. “Karena siswa kita cukup ramai, sekarang sekitar 630 dan sebagian besar itu berasal dari luar,” ujar Tulus saat diwawancarai setelah kunjungan Gubernur.
Para siswa datang dari berbagai wilayah seperti Sandai, Laur, Kepulauan, hingga Seponti, yang jaraknya cukup jauh dari Sukadana. Kondisi ini membuat sebagian besar siswa harus tinggal di rumah kos selama masa pendidikan, yang tentu membutuhkan biaya tambahan bagi keluarga.
Menurut Tulus, pembangunan asrama siswa sebenarnya sempat masuk dalam rencana anggaran tahun 2025. Namun, karena adanya kebijakan efisiensi anggaran, program tersebut untuk sementara belum dapat direalisasikan.
Selain kebutuhan asrama, pihak sekolah juga menyoroti kondisi para tenaga pengajar yang sebagian besar berasal dari luar wilayah Sukadana. Mereka harus mengeluarkan biaya tambahan untuk menyewa tempat tinggal selama bertugas.
“Yang kedua, guru kita itu berasal dari jauh juga, dari Teluk Batang, dari Simpang Hilir. Banyak yang di luar dari Sukadana, di sini kan mengontrak, itu juga pembiayaan yang besar, karena itu prioritas kita adalah rumah dinas guru,” ujarnya.
Lebih lanjut, aspek keamanan lingkungan sekolah juga menjadi perhatian serius. Pihak sekolah menilai keberadaan pagar yang memadai sangat penting untuk mencegah potensi gangguan dari luar serta mengontrol aktivitas siswa.
“Dulu pernah sekolah kita dimasuki orang yang tidak dikenal, meskipun tidak ada kerugian, tapi ini sebagai langkah pencegahan,” katanya.
Selain untuk keamanan dari pihak luar, pagar juga dinilai penting untuk menjaga kedisiplinan siswa, terutama saat berada di lingkungan sekolah di luar jam pelajaran.
“Dan untuk siswa, kalau terhadap pagar, namanya siswa ya, kita paham, mungkin di luar jam kosong itu bisa keluar dan sebagainya, karena itu pagar juga menjadi prioritas,” ucapnya.
Menanggapi hal tersebut, Tulus menyebut Gubernur Kalbar memberikan respons positif dan menunjukkan komitmen untuk menindaklanjuti usulan tersebut melalui koordinasi dengan dinas terkait.
“Beliau sangat antusias, artinya merespons dengan baik, dan tadi juga komunikasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat untuk merealisasikan ke tahun 2027. Secara bertahap tentu saja, kita juga tahu kemampuan anggaran daerah terbatas,” kata Tulus.
Ia berharap, usulan tersebut dapat menjadi perhatian pemerintah sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Kayong Utara dan Kalimantan Barat secara menyeluruh.
Prediksi Keuangan Zodiak untuk Besok Ramalan zodiak sering kali menjadi topik yang menarik bagi banyak…
CO.ID, SURABAYA – Pelatih Persita, Carlos Pena, menilai bahwa kunci kemenangan Persebaya adalah kemampuan mereka…
Perang Timur Tengah: Trump Pastikan Negosiasi Tak Terhambat Meski Pesawat AS Ditembak Presiden Amerika Serikat,…
Kiano dan Kenzo Rayakan Lebaran di Purwakarta, Baim Wong Berjuang Membagi Waktu Baim Wong dan…
Pernyataan Pejabat Keamanan Iran tentang "Kejutan Besar" bagi AS dan Israel Seorang pejabat keamanan Iran…
Inovasi Terbaru BYD dalam Pengembangan Infrastruktur Kendaraan Listrik BYD, perusahaan otomotif ternama asal Tiongkok, baru…