Akses Jalan Bireuen-Takengon Kembali Tertutup Akibat Banjir
Pada Senin (6/4/2026) sore, akses jalan yang menghubungkan Kabupaten Bireuen dan Takengon kembali lumpuh. Kejadian ini terjadi akibat curah hujan dengan intensitas tinggi yang memicu meluapnya Sungai Wih Porak. Cuaca ekstrem yang kembali melanda wilayah tersebut menyebabkan material baru dan luapan air kembali menutupi jalur yang baru saja dibersihkan.
“Alat berat kita masih standby di lokasi, bila air sudah menyurut langsung kita lakukan penanganan,” ujar Safriadi, Kalak BPBD Bener Meriah, saat dikonfirmasi TribunGayo.com.
Penyebab dan Dampak Banjir
Kondisi jalan di kawasan Wih Porak kembali lumpuh setelah debit air sungai meningkat drastis sekitar pukul 16.30 WIB. Hal ini menyebabkan akses jalan tidak dapat dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat. Hingga berita ini diturunkan, kondisi air masih terus meninggi hingga menutupi seluruh badan jalan. Belum ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, akibat banjir tersebut, kendaraan tak bisa melintas di jalur yang menjadi penghubung utama antara Bireuen dan Takengon.
Sementara itu, jalan nasional via jembatan Enang-Enang masih belum berfungsi sejak terputus akibat banjir bandang pada akhir November 2025 lalu. Hal ini membuat masyarakat kesulitan dalam melakukan perjalanan lintas kabupaten.
Upaya Pemulihan dan Perbaikan Jalan
Sebelumnya, tim gabungan dari Dinas PUPKP dan BPBD Bener Meriah telah bekerja keras hingga dini hari tadi untuk menyingkirkan material lumpur dan batu. Sejumlah alat berat milik Pemkab Bener Meriah dikerahkan ke lokasi, dibantu oleh PT PP, TNI, Polri, serta masyarakat yang bekerja hingga larut malam untuk proses perbaikan jalan.
Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Bener Meriah, Alfahmi, mengatakan bahwa pihaknya di perintahkan langsung oleh Bupati untuk menyegerakan perbaikan jalan tersebut. Ia menjelaskan bahwa proses perbaikan dilakukan secara intensif sejak sore hingga larut malam. Ia juga mengimbau masyarakat agar selalu waspada ketika melintas, mengingat kondisi jalan masih dalam tahap perbaikan lanjutan dan belum sepenuhnya stabil.
Kondisi Terkini dan Reaksi Masyarakat
Setelah dilakukan perbaikan, pada Senin dini hari, kendaraan yang sempat tertahan dari arah Bireuen-Takengon ataupun sebaliknya kembali normal. “Alhamdulillah, pagi ini jalan Weh Porak kembali bisa dilewati, perjalanan bisa dilanjutkan lagi,” tutur Mahdi, seorang pengendara.
Namun, cuaca ekstrem yang kembali melanda sore ini membuat material baru dan luapan air kembali menutupi akses yang baru saja dibersihkan tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi cuaca masih sangat rentan dan berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat.
Tantangan dan Langkah Lanjutan
Meski upaya perbaikan telah dilakukan, situasi ini menunjukkan bahwa masyarakat dan pemerintah harus tetap waspada terhadap ancaman banjir yang sering terjadi di daerah ini. Diperlukan langkah-langkah preventif dan mitigasi bencana yang lebih efektif untuk mengurangi risiko kerugian yang bisa terjadi.
Selain itu, perlu adanya koordinasi yang lebih baik antara instansi terkait dan masyarakat dalam menghadapi bencana alam. Dengan demikian, akses jalan yang vital ini bisa tetap berfungsi dengan baik meskipun menghadapi cuaca ekstrem.







