Peristiwa Menarik di Kalimantan Selatan Pada Akhir Pekan April 2026
Akhir pekan pada awas April 2026, wilayah Kalimantan Selatan menjadi tempat berlangsungnya berbagai peristiwa dan event menarik. Dari dua kota hingga 11 kabupaten, banyak hal yang terjadi. Berikut ini adalah rangkuman peristiwa penting yang tercatat.
Residivis Pembunuhan Diringkus Saat Cari Kos
Di Banjarmasin, personel Sat Reskrim Polresta Banjarmasin bersama Polsekta Banjarmasin Utara berhasil mengungkap kasus pembunuhan di Jalan Panglima Batur Gang Masjid Jami I Kelurahan Sungai Jingah, Rabu malam (1/4/2026). Pelaku diketahui berinisial RS (24) itu, diringkus di Kota Palangkaraya, Provinsi Kalimantan Tengah, setelah sempat buron selama beberapa hari.
Penangkapan terhadap pelaku disampaikan oleh Kasat Reskrim Kompol Eru Alsepa, Sabtu (4/4/2026) malam. Dijelaskannya, RS dibekuk ketika sedang mencari kamar kos di Jalan Berlian, Kelurahan Menteng, Kecamatan Jekan Raya, Sabtu pukul 14.00 Wita.
“Penyelidikan kami membuahkan hasil, pelaku berhasil ditangkap,” ucap Kompol Eru. “Sajam jenis belati juga kami temukan, yang sebelumnya dibuang oleh pelaku,” tambahnya.
Eru mengatakan, pihaknya masih mendalami motif di balik pembunuhan sadis tersebut. Tapi berdasarkan catatan polisi, RS merupakan seorang residivis. Dia pernah dihukum atas kasus yang sama, yakni pembunuhan beberapa tahun lalu.
Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 459 subsider 458 KUHP sub 466 (3) KUHP tentang pembunuhan dan atau penganiayaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain. “Ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara,” sebut Kompol Eru.
Orang Banjar Malaysia Pulang ke Kalsel
Masyarakat Banjar ternyata banyak juga yang merantau ke negeri tetangga, Malaysia. Dan pada momen Idulfitri 1447 H/2026 ini, sebagian dari mereka pulang kampung ke Kalimantan Selatan.
Ketua Umum Pengurus Pusat Kerukunan Bubuhan Banjar (KBB) Sedunia, Sahbirin Noor turut hadir menyambut kedatangan rombongan Suku Banjar asal Malaysia di Banjarmasin. Pertemuan digelar di Rooftop Zuri Express Hotel Banjarmasin, Sabtu (4/4/2026) malam.
Pria akrab disapa Paman Birin itu mengatakan, kehadiran warga keturunan Banjar dari negeri tetangga ini membuktikan rasa rindu terhadap tanah leluhur tetap terjaga. “Meski mereka telah menetap lama di luar negeri, tapi masih ada rasa rindu dengan Banua,” mantan Gubernur Kalsel itu.
Menurut dia, pertemuan ini penting untuk meningkatkan nilai-nilai silaturahmi, antar warga Banjar lintas negara. Rombongan Suku Banjar Malaysia dijadwalkan melaksanakan kegiatan di Kalsel selama empat hari. Di antaranya mengunjungi Pasar Terapung, hingga melakukan perjalanan darat menuju Kabupaten Tabalong.
“Semoga komunikasi tetap bisa terus terjalin, sehingga mereka bisa sering pulang kampung di masa yang akan datang,” harap Sahbirin.
Kabupaten Banjar Antisipasi Kemarau Panjang 2026
MARTAPURA – Kabupaten Banjar diperkirakan menghadapi musim kemarau yang lebih panjang dan lebih kering pada 2026. Kondisi ini berpotensi memicu berbagai dampak. Mulai dari berkurangnya ketersediaan air bersih hingga meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Berdasar analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebagian besar wilayah Banjar diprediksi mulai memasuki periode kemarau pada awal Mei 2026. Kawasan dataran rendah dan perkotaan seperti Martapura, Martapura Timur, Martapura Barat, Gambut, Kertak Hanyar, Sungai Tabuk hingga Tatah Makmur diperkirakan jadi daerah yang lebih dulu merasakan perubahan musim tersebut.
Sementara wilayah perbukitan seperti Karang Intan, Astambul, Aranio hingga Paramasan diperkirakan menyusul dengan jeda waktu yang tidak terlalu jauh. Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Kalimantan Selatan, Klaus Johannes Apoh Damanik, Sabtu (4/4/2026) menjelaskan musim kemarau tahun ini memiliki karakteristik yang lebih kering dari kondisi rata-rata.
Artinya, curah hujan selama periode kemarau diperkirakan berada di bawah 85 persen dari kondisi normal. Kondisi ini berpotensi memicu kekeringan di sejumlah wilayah. “Curah hujan yang lebih rendah dari normal membuat potensi kekeringan meningkat, terutama di daerah yang bergantung pada air hujan,” ujarnya.
Ada pun kepala BPBD Banjar, Wasis Nugraha menekankan pihaknya bersiap mengantisipasi hal ini. “Kami akan rapatkan barisan untuk persiapan awal mitigasi menghadapi musim kemarau,” katanya.







