Francesco Bagnaia, pembalap Ducati Lenovo, mengungkapkan bahwa ia telah belajar untuk membatasi diri setelah mengalami hubungan yang kurang baik dengan media. Dalam sebuah siaran podcast, Bagnaia menyatakan bahwa ia pernah menjadi “sampah bagi jurnalis” dan mengakui kesalahannya dalam terlalu cepat masuk ke zona mixed zone media.
Bagnaia sering kali menjadi sasaran kritik. Menurutnya, informasi yang dipublikasikan tentang dirinya tidak selalu mencerminkan kenyataan. Ia menilai bahwa media saat ini cenderung gila karena terus-menerus mencari skandal dan kontroversi. “Apa pun yang Anda katakan, mereka akan memutarbalikkannya sesuka hati,” ujarnya.
Pembalap asal Italia ini menjelaskan bahwa awalnya ia ingin bersikap transparan kepada media, tetapi harus mengubah strateginya. “Saat saya bersikap transparan, saya menjadi sasaran empuk para jurnalis dan melakukan kesalahan,” katanya. Ia juga mengakui bahwa terkadang ia terlalu cepat memberikan wawancara pasca balapan.
Juara Dunia MotoGP 2022 dan 2023 ini menggambarkan proses melelahkan yang dihadapi para pembalap setiap akhir pekan. “Ada 10 atau 12 saluran televisi, Anda pergi ke area pers dan ada 15 jurnalis, mereka semua mengajukan pertanyaan yang sama,” jelasnya. Dalam jawaban pertama, ia lebih diplomatis, tetapi semakin lama semakin kurang diplomatis hingga akhirnya meluapkan emosinya.
Bagnaia mengakui bahwa ia tidak selalu bertindak benar. “Itu adalah salah satu saat saya melakukan kesalahan. Kemudian menjadi viral,” katanya merujuk pada pernyataan kontroversialnya setelah Grand Prix Austria tahun lalu, di mana ia mengatakan bahwa ia “kehabisan kesabaran” dengan timnya.
Bagnaia percaya bahwa masalah utamanya pada 2025 terutama bersifat mekanis. Sementara itu, Ducati menyimpulkan bahwa pembalap mereka telah kehilangan kepercayaan diri. Perbedaan analisis ini telah memicu ketegangan antara kedua pihak.
Dalam beberapa minggu mendatang, pabrikan Italia tersebut diperkirakan akan mengumumkan kepindahan Bagnaia ke Aprilia untuk musim 2027. Pedro Acosta, saat ini sebagai pembalap Red Bull KTM, disebut sebagai penggantinya di tim pabrikan.
Di lain sisi, Bagnaia akan terus berhadapan dengan media yang, menurutnya, lebih tertarik pada berita utama daripada kebenaran. Seri balap MotoGP akan dilanjutkan pada GP Spanyol di Sirkuit Jerez, 24-26 April.







