Alhamdulillah, Sumur 90 Meter Selesaikan Krisis Air Bersih Soppeng, Kado HUT ke-765

Proyek Pengeboran Sumur dalam di Soppeng Mulai Menunjukkan Hasil

Proyek pengeboran sumur dalam di Jl. Pengayoman, Lalabata, Watansoppeng, Kabupaten Soppeng, mulai menunjukkan hasil yang menggembirakan. Kedalaman 90 meter telah berhasil menemukan air jernih berkualitas tinggi, yang menjadi langkah awal dalam upaya mengatasi krisis air bersih di wilayah tersebut. Target akhir dari proyek ini adalah mencapai kedalaman 200 meter untuk memastikan stabilitas debit air dalam jangka panjang.

Krisis air bersih di Soppeng segera teratasi melalui inisiatif pengeboran ini. Proyek yang dimulai pada Jumat (3/4/2026) memberikan harapan baru bagi warga setempat. Bahkan, hasilnya menjadi hadiah spesial dalam rangka perayaan Hari Ulang Tahun ke-765 Soppeng.

Bacaan Lainnya

Wakil Bupati Soppeng, Selle KS Dalle, menyampaikan bahwa air sudah muncrat pada kedalaman 90 meter. Dari hasil geolistrik, air yang ditemukan terasa deras dan jernih tanpa perlu penjernihan zat kimia. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebelumnya ada prediksi bahwa air bisa ditemukan pada kedalaman 50-100 meter, namun air yang paling deras ditemukan pada kedalaman 200 meter.

Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, akan melakukan kunjungan langsung ke lokasi pengeboran pada Rabu (8/6/2026). Ia juga akan turut serta merayakan HUT Soppeng. Proyek ini akan menjadi pilot project atau model percontohan bagi kabupaten lain di Sulawesi Selatan.

“Pak Gub sangat mengapresiasi dan akan meminta kabupaten lain datang ke Soppeng,” ujar Selle KS Dalle.

Meski sudah mendapatkan air, tim teknis masih terus melakukan pengeboran hingga kedalaman 200 meter. Hal ini dilakukan untuk memastikan keberlanjutan debit dan kualitas air dalam jangka panjang. Direktur PDAM Soppeng, Hasanuddin, menjelaskan bahwa target kedalaman 200 meter bertujuan agar pasokan air bersih dapat stabil dan mencukupi kebutuhan masyarakat.

Namun, Hasanuddin belum bisa memastikan jumlah pelanggan yang bisa dilayani setelah pengeboran selesai. “Tergantung debit airnya. Namun air sumur bor bisa mensuplai wilayah kota yang selama ini mengandalkan mata air Ompo,” ujarnya.

Selain mata air Ompo, PDAM Soppeng juga mengandalkan mata air Lempa, khususnya di wilayah Salotungo. Selama musim kemarau, debit air berkurang sehingga memengaruhi kebutuhan air warga Soppeng.

Pelanggan PDAM Soppeng di Kecamatan Lalabata mencapai lebih dari 8 ribu orang. Di wilayah ini terdapat sekitar 49 ribu warga menetap, yang hampir 34 persen dari total penduduk kabupaten tanpa garis pantai ini.

Harapan Warga

Warga Salotungo berharap krisis air bersih segera diatasi setelah adanya pengeboran di rujab bupati Soppeng. Evi, warga BTN Taruna Soppeng, mengaku beberapa bulan terakhir mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Ia terpaksa pergi ke masjid untuk mandi dan mencuci.

“Biasa sehari saya empat kali pergi ambil air di masjid. Sekali pergi bonceng dua galon,” ujar Evi yang baru berusia 24 tahun.

Direktur PDAM Soppeng, Hasanuddin, mengakui adanya krisis air di Salotungo. Salah satu penyebabnya adalah jaringan yang tersumbat. “Kami sudah telusuri dan sudah dikerja. Kemungkinan airnya sudah mengalir,” tambah Hasanuddin.

Selama musim kemarau, Hasanuddin mengakui debit air turun di Soppeng sehingga ada beberapa daerah yang tidak mendapatkan suplai. Namun, dengan proyek pengeboran ini, diharapkan kondisi dapat segera membaik.


Pos terkait