Categories: Internasional

Korsel Serahkan Pesawat Boramae ke RI Jika Bayar Rp6,8 Triliun



JAKARTA – Pemerintah Korea Selatan (Korsel) dan Indonesia telah mencapai kesepakatan untuk menyerahkan salah satu dari enam prototipe jet tempur KF-21 Boramae dari Seoul ke Jakarta. Informasi ini diungkapkan oleh seorang anggota parlemen Seoul pada Selasa (7/4/2026), menyusul progres yang semakin dekat terhadap penyelesaian proyek pengembangan bersama antara kedua negara.

Pembicaraan tingkat kerja antara kedua pihak dilakukan pada Februari 2026, dengan hasil akhirnya adalah kesepakatan untuk menyerahkan prototipe jet Boramae satu tempat duduk yang telah digunakan dalam uji verifikasi, seperti pengisian bahan bakar di udara. Anggota parlemen Kang Dae-sik dari partai oposisi utama mengungkapkan hal ini, merujuk pada dokumen yang diserahkan oleh Badan Pengadaan Pertahanan Negara.

Nilai penyerahan prototipe tersebut diperkirakan mencapai sekitar 600 miliar won atau sekitar Rp 6,8 triliun. Termasuk di dalamnya adalah nilai jet tempur sebesar 350 miliar won atau sekitar Rp 4 triliun, serta biaya pengembangan lainnya. Proses pengembangan bersama KF-21 dijadwalkan selesai pada bulan Juni setelah lebih dari satu dekade pengembangan.

Korsel memulai proyek ini pada tahun 2015 untuk mengembangkan jet tempur supersonik buatan dalam negeri. Sementara itu, Indonesia bergabung sebagai mitra, sepakat untuk berbagi biaya pengembangan dengan imbalan transfer teknologi, prototipe, dan persyaratan lainnya. Badan Program Akuisisi Pertahanan diharapkan akan memutuskan jadwal penyerahan prototipe dan dokumen teknologi terkait. Langkah ini dilakukan setelah Indonesia sepenuhnya membayar kontribusinya sebesar 600 miliar won untuk proyek jet tempur gabungan tersebut.

Awalnya, Indonesia setuju untuk menanggung sekitar 20 persen dari biaya proyek sebagai negara mitra. Namun, mereka mengusulkan untuk menurunkan kontribusinya sebagai imbalan atas pengurangan tingkat transfer teknologi. Pada Juni 2025, kedua negara menandatangani kesepakatan akhir untuk memangkas kontribusi Jakarta menjadi jumlah saat ini.

Selain penyerahan prototipe, Seoul juga dilaporkan sedang bernegosiasi dengan Jakarta untuk menandatangani kesepakatan ekspor 16 jet tempur KF-21. Jika tercapai, ini akan menjadi penjualan luar negeri pertama negara tersebut untuk jet tempur buatan dalam negeri.

Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri jamuan santap siang yang diundang oleh Presiden Korea Selatan (Korsel) Lee Jae Myung di Istana Kepresidenan Cheong Wa Dae (Blue House), Seoul, Rabu (1/4/2026) siang waktu setempat. Prabowo didampingi Lee sempat menyalami para pengusaha Korsel yang ikut dalam acara tersebut.

Saat tiba menyalami CEO Korea Aerospace Industries (KAI) Kim Jong-chul, Prabowo sempat terkejut. Setelah Kim memperkenalkan diri, RI 1 pun langsung berkelakar. “Ok, give us good price, haa,” kata Prabowo kepada Kim sembari tertawa. KAI adalah produsen jet tempur KF-21 Boramae.

Proyek ini dulunya bernama Korean Fighter Xperiment/Indonesian Fighter Xperiment (KFX/IFX). Sejak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), pemerintah Indonesia terlibat berkontribusi 20 persen dalam pengembangan proyek tersebut. Setelah pembayaran sempat tersendat, kini era Prabowo proyek itu dalam proses finalisasi.

Rincian Proyek KF-21 Boramae

  • Perkembangan Awal

    Proyek KF-21 Boramae dimulai pada 2015 oleh Korsel untuk mengembangkan jet tempur supersonik buatan sendiri. Indonesia bergabung sebagai mitra, dengan kontribusi awal sebesar 20 persen dari total biaya pengembangan.

  • Kontribusi Indonesia

    Awalnya, Indonesia setuju untuk menanggung sekitar 20 persen dari biaya proyek sebagai negara mitra. Namun, mereka mengusulkan untuk menurunkan kontribusinya sebagai imbalan atas pengurangan tingkat transfer teknologi. Pada Juni 2025, kedua negara menandatangani kesepakatan akhir untuk memangkas kontribusi Jakarta menjadi jumlah saat ini.

  • Penyerahan Prototipe

    Penyerahan prototipe jet tempur KF-21 Boramae dari Seoul ke Jakarta mencapai nilai sekitar 600 miliar won atau sekitar Rp 6,8 triliun. Ini termasuk jet tempur senilai sekitar 350 miliar won atau sekitar Rp 4 triliun, dan biaya pengembangan lainnya.

  • Kesepakatan Ekspor

    Selain penyerahan prototipe, Seoul juga sedang bernegosiasi dengan Jakarta untuk menandatangani kesepakatan ekspor 16 jet tempur KF-21. Jika tercapai, ini akan menjadi penjualan luar negeri pertama negara tersebut untuk jet tempur buatan dalam negeri.

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Wali Kota Pekanbaru Tuntaskan Sampah dengan Komposter

Inisiatif Wali Kota Pekanbaru dalam Mengurangi Sampah Rumah Tangga Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, telah…

53 menit ago

Peminat PTKIN Meningkat, Kemenag Jadikan Daya Tarik Pendidikan Islam

PTKIN Semakin diminati oleh Calon Mahasiswa Baru Pergurungan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) kini semakin…

2 jam ago

Puluhan Tahun di Jalan Vihara, Ratusan Pedagang Pasar Wage Akhirnya Ditempatkan

Penataan Pasar Wage Purwokerto: Langkah Penting untuk Kesejahteraan Pedagang Setelah bertahun-tahun berjualan di area trotoar…

3 jam ago

Soal Ujian SBdP Kelas 6 SD Semester 2 2026 Lengkap Kunci Jawaban

Latihan Soal SBdP Kelas 6 SD Semester 2 Kurikulum Merdeka Tahun 2026 Latihan soal SBdP…

3 jam ago

Mimika Menyambut Era Baru, Paskah 2026 Jadi Awal Kehidupan Baru

Ibadah Fajar Paskah di Mimika Berlangsung Khidmat Ibadah Fajar Paskah di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua…

4 jam ago

Damai Hormuz: Trump Tawarkan Gencatan Senjata ke Iran

Upaya Diplomasi di Tengah Ketegangan Laut Merah: Iran Tawarkan Paket Negosiasi Kompleks Situasi keamanan maritim…

5 jam ago