Meksiko, sebagai salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026 bersama Amerika Serikat dan Kanada, sedang bersiap untuk menyelenggarakan ajang sepak bola terbesar di dunia. Namun, di balik kegembiraan yang diharapkan, Meksiko menghadapi tantangan besar dalam menjaga keamanan selama turnamen berlangsung.
Sebagai negara pertama yang pernah menjadi tuan rumah Piala Dunia sebanyak tiga kali, Meksiko memiliki tanggung jawab besar untuk menunjukkan bahwa mereka mampu menyelenggarakan acara ini dengan aman dan lancar. Namun, situasi di beberapa wilayah Meksiko, khususnya Guadalajara, sempat memanas pasca tewasnya tokoh sentral kartel narkoba, Nemesio “El Mencho” Oseguera. Hal ini memicu kekhawatiran publik tentang keamanan selama Piala Dunia 2026.
Untuk menghadapi tantangan tersebut, pemerintah Meksiko meluncurkan strategi pertahanan komprehensif bernama “Rencana Kukulkan”. Nama ini diambil dari dewa ular bersayap dalam peradaban Maya, yang melambangkan kekuatan dan perlindungan yang menyeluruh. Rencana ini mencakup pengamanan yang sangat ketat, termasuk penugasan sekitar 100 ribu personel keamanan untuk menjaga 13 pertandingan yang akan digelar di tanah Aztec.
Beberapa elemen utama dalam Rencana Kukulkan adalah:
- Militer: Sebanyak 20 ribu anggota militer dikerahkan untuk menjadi garda terdepan dalam mengamankan objek vital dan melakukan patroli berskala besar.
- Kepolisian: Sekitar 55 ribu petugas kepolisian ditugaskan untuk mengamankan area publik di sekitar stadion, transportasi, dan zona penggemar.
- Satuan keamanan swasta dan relawan: Mereka bertugas melengkapi keamanan di area stadion dan perhotelan.
Selain jumlah personel lapangan, Meksiko juga memanfaatkan teknologi mutakhir untuk meningkatkan keamanan. Beberapa alat yang disiapkan antara lain:
- Pesawat dan kendaraan militer: Sebanyak 24 unit pesawat dan ribuan kendaraan militer disiapkan untuk mengamankan area udara dan darat.
- Sistem anti-drone: Teknologi terbaru ini digunakan untuk menangkal ancaman dari udara.
- Anjing pelacak bahan peledak (K9): Unit ini akan disiagakan di titik-titik krusial seperti bandara dan stasiun bus antarnegara bagian.
Pemerintah Meksiko juga memastikan bahwa pengamanan ketat tidak akan mengganggu atmosfer perayaan yang hangat khas masyarakat Latin. Fokus utama pengamanan tidak hanya terpaku pada stadion legendaris seperti Estadio Azteca, tetapi juga menyasar zona-zona pariwisata. Wisatawan yang ingin menikmati taco di Mexico City atau mendaki pegunungan di Monterrey dijanjikan perlindungan yang sama ketatnya dengan para pemain di lapangan.
Selain itu, pemerintah Meksiko menjalin koordinasi intensif dengan otoritas keamanan Amerika Serikat dan Kanada. Mengingat jarak antar kota yang cukup jauh dan mobilitas fan yang tinggi lintas perbatasan, integrasi data dan protokol keamanan menjadi kunci keberhasilan turnamen ini secara keseluruhan.
Dengan langkah-langkah yang telah diambil, Meksiko menunjukkan komitmennya untuk menyelenggarakan Piala Dunia 2026 dengan aman, nyaman, dan penuh kehangatan. Ini bukan hanya sekadar ajang olahraga, tetapi juga kesempatan bagi Meksiko untuk membuktikan kemampuan mereka dalam menghadapi tantangan keamanan yang kompleks.







