Renungan Harian Katolik: Bangkit Temui Tuhan di Paskah

Renungan Paskah: Bangkit untuk Menjumpai Tuhan

Renungan harian Katolik yang disampaikan oleh Pater Fransiskus Funan Banusu SVD pada Hari Raya Paskah 5 April 2026 berjudul Paskah: Bangkit untuk Menjumpai Tuhan. Dalam renungan ini, Pater merujuk pada beberapa bacaan Kitab Suci seperti Kisah Para Rasul 10:34a.37-40, Mazmur 118:1-2.16ab-17.22-23, Kolose 3:1-4, dan Yohanes 20:1-9.

Isi Kitab Suci menyatakan, “Yesus harus hidup dari antara orang mati.” (Yoh. 20:9). Keresahan, kegelisahan, kekecewaan, dan keputusasaan sering kali meliputi kehidupan manusia, terutama ketika menghadapi tantangan yang di luar kemampuan manusiawi, seperti kematian. Maria Mahdalena, Petrus, dan Murid yang dikasihi Yesus sedang bergumul dalam ketakberdayaan menghadapi wafat Sang Guru melalui drama jalan salib.

Bacaan Lainnya

Ketakutan dan keputusasaan menghantui bahkan bayangan kematian sendiri setelah Sang Guru wafat cukup mencekam. Hidup terasa gelap tanpa secerca cahaya harapan. Yesus, sumber kerahiman dan kearifan, kini tiada, Ia pergi selamanya, hidup nan sirna, tak tersedia ruang untuk boleh berjumpa lagi selain pusara gua batu yang selalu menanti untuk dijumpai.

Maria Magdalena dan Petrus memiliki masa lalu yang suram. Maria Magdalena, wanita pendosa yang digerogoti tujuh roh jahat, akhirnya berjumpa dengan Yesus. Perjumpaan yang mengubah arah hidupnya secara total dan menyerahkan seutuhnya kepada Yesus melalui tobat sejatinya. Pengalaman metanoia inilah yang membuatnya tak tega melupakan Tuhan dalam hidupnya. Setiap cela yang memungkinkan, pasti ia gunakan untuk pergi ke makam Yesus.

Tiada media lain untuk berjumpa dengan Tuhan selain pusara kaku yang berdiri kokoh dan menanti untuk dijenguk. Petrus memiliki kisah buruk dengan Yesus. Ia menyangkal Tuhan bahkan meninggalkan-Nya. Air mata penyesalannya menjadi sumber rahmat bagi-Nya untuk memantapkan kesetiaannya pada Sang Guru selamanya. Murid yang dikasihi Tuhan Yesus menjadi sumber inspirasi iman yang hidup. Kesetiaan utuh tanpa cacat pada Yesus membuat dia berkenan pada-Nya.

Mereka bertiga memiliki hasrat dan kerinduan yang sama untuk berjumpa dengan Yesus yang telah tiada. Hanya makam yang menjadi sarana pelampiasan kerinduan mendalam itu. Kesempatan yang cocok menjenguk makam hanya pagi hari. Ketika tiba di makam pagi-pagi buta, Maria Magdalena terkejut karena penutup makam diambil. Hal ini segera ia sampaikan kepada Petrus dan murid yang dikasihi Tuhan.

Dalam kepanikan, ketakutan, ingatan akan isi Kitab Suci yang mengatakan, “Ia harus bangkit dari antara orang,” tak terlintas sedikit pun dalam memori mereka. Maria Magdalena yang berjumpa pertama dengan Yesus sesudah Ia bangkit, bersaksi kepada para murid tentang kebangkitan Tuhan. Untuk berjumpa dengan Dia, Galilea tempat pilihan-Nya. Si pendosa berat, setelah bertobat dipilih menjadi penyaksi perdana kebangkitan Yesus dari alam maut.

Galilea adalah tempat sukacita para murid sebab di sanalah mereka mendapat kesempatan berjumpa dengan Sang Guru yang bangkit. Para murid adalah orang-orang garda terdepan dalam pewartaan kebangkitan Tuhan Yesus dari antara orang mati. Rasul Petrus dan Paulus, walau disiksa dalam memberi kesaksian kebangkitan, mereka tak pernah selangkah pun mundur. Hari kebangkitan adalah hari Tuhan yang mesti disambut dengan sorak-sorai dalam hidup.

Maka Pemazmur menanggapi dalam madahnya, “Tangan kanan Tuhan berkuasa meninggikan, tangan kanan Tuhan melakukan keperkasaan. Aku tidak akan mati, tetapi hidup, dan aku akan menceritakan perbuatan-perbuatan Tuhan!” (Mzm. 118:16ab-17). Perbuatan Tuhan ajaib dalam hidup kita. Kristus adalah hidup kita. Percaya dan carilah Dia yang di atas. Perkara duniawi termasuk ketakutan akan kematian ditinggalkan.

Kekuatan dunia masih cukup dominan menguasai hidup orang-orang beriman Kristiani. Walau Tuhan telah mengalahkan maut, kematian masih menjadi hal yang sangat menakutkan. Dalam hidup harian berita sukacita menjadi langka, sementara kabar gelap menjadi hal urgen yang membingkai kondisi kita. Kabar-kabar gelap yang dominan: malas ke gereja untuk menjumpai Tuhan melalui doa dan Ekaristi.

Tuhan menunggu untuk dijumpai walau hidup terasa gelap. Kabar buruk inisiatif hidup mandiri sangat lemah. Hidup hanya berharap bantuan dari luar. Tanah kita subur, namun tak dikelola. Rumput rimbun nan subur memenuhi tanah-tanah kita, hutan kita jual dibabat habis oleh pengusaha kayu, tanah kita jual, pertanian kita tidak punya, sawit yang perusahaan beri, kita tidak rawat.

Kita masih tinggal dalam kubur malas berkebun dan malas ke gereja. Akibatnya lamban berubah, tidak maju dan tetap tinggal di tempat atau ada kemungkinan besar mundur dalam hidup. Mari kita belajar dari Maria Magdalena. Ia berusaha menjumpai Yesus pagi-pagi buta. Maria Magdalena mengajar kita begini: Orang yang selalu merindukan kita untuk kita jumpai ialah Tuhan Yesus.

Setiap hari orang yang pertama-tama kita jumpai ialah Yesus. Kita ajak Dia berbicara dengan cara baca Kitab Suci. Atas dasar inspirasi Sabda Tuhan, kita sampaikan kesulitan praktis yang kita alami. Kekuatan sabda Tuhan juga dorong kita keluar dari logika kita, pikiran-pikiran yang membungkam dan mematikan inisiatif untuk maju kita singkirkan.

Cari Tuhan untuk temui Dia, serahkan diri, keluarga kita untuk Tuhan bentuk dengan rahmat kasih karunia-Nya. Orang berdosa yang bertobat, biasa Tuhan pilih menjadi saksinya. Kita kadang munafik, lupa teliti diri sendiri, sibuk dengan orang lain. Mari kita layani Tuhan dengan tulus dalam tugas apa saja agar Tuhan Yesus sayang kita dan bisa bersaksi tentang perbuatan ajaib-Nya dalam kita yang nyata.

Jika tidak, nanti hidup rohani kita hanya kelihatan rimbun, lebat dengan daun-daun tetapi tidak berbuah. Hidup iman yang berbuah, bertobat dan mengabdi Tuhan dengan tulus ikhlas. Tantangan pasti ada, jangan menyerah (Tuhan selalu uji orang yang setia supaya berbuah matang. Ingat sabar dan setia itulah teladan iman yang terpuji.

Paskah bangkit untuk berkebun dan bangkit untuk mencari Tuhan melalui doa dan Ekaristi. Bangkit untuk rajin ke kantor atau ke sekolah jangan makan gaji buta, hidup tidak terberkati. Malas kerja kebun hidup melarat. Hiduplah dalam semangat Takut akan Tuhan, Tuhan pasti membuat hidup Anda hebat dan terberkati di masa depan.


Pos terkait