Kepuasan dan Prestasi Siswa SMAN Banua Kalsel di SNBP 2026
Sebanyak 20 siswa dari Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) Banua Kalimantan Selatan berhasil lolos Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) 2026. Hal ini menjadi bukti bahwa pendidikan di sekolah tersebut telah memberikan hasil yang memuaskan. Dari jumlah tersebut, tujuh siswa diterima di Universitas Brawijaya Malang, salah satu perguruan tinggi negeri (PTN) unggulan di Indonesia.
Tidak hanya sukses menembus PTN dalam negeri, sebanyak 16 siswa juga memperoleh Letter of Acceptance (LoA) dari berbagai universitas luar negeri yang masuk 100 besar perguruan tinggi terbaik dunia. Beberapa siswa bahkan menerima lebih dari satu surat penerimaan dari kampus internasional.
Contohnya, Muhammad Syirhan Kamil yang menerima 11 LoA, Muhammad Rafa Rizky Azhimi dengan empat LoA, serta Muhammad Haikal Al Ghifari yang mendapatkan tiga LoA. Haikal, misalnya, diterima oleh University of Minnesota di Amerika Serikat serta The Hong Kong Polytechnic University di Hong Kong. Ia juga lolos SNBP di Program Studi Teknologi Kedokteran Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Sementara itu, Syirhan diterima di Teknik Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB).
Kepala SMAN Banua Kalsel, Risa Lisdariani, menjelaskan bahwa keberhasilan para siswa merupakan hasil kerja sama antara siswa, guru, serta dukungan penuh orangtua. Proses pendampingan akademik hingga persiapan pendaftaran ke universitas luar negeri dilakukan secara intensif oleh pihak sekolah. “Semua berperan dalam mendorong siswa untuk berani bersaing hingga ke tingkat internasional,” ujarnya.
Capaian Membanggakan dari MAN IC Tala
Selain SMAN Banua, Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) Tanahlaut (Tala) juga mencatatkan capaian yang membanggakan di SNBP 2026. Sebanyak 20 siswa berhasil diterima di berbagai PTN ternama. Kepala MAN IC Tala, Siti Salma, menyampaikan bahwa dari sekitar 40 siswa yang memenuhi syarat, 20 orang sukses menembus kampus ternama melalui jalur prestasi.
Anak-anak MAN IC Tala diterima di berbagai PTN unggulan seperti Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya hingga Universitas Lambung Mangkurat. Capaian ini tidak lepas dari konsistensi pembinaan akademik maupun non-akademik di sekolah tersebut.
Para siswa memiliki rekam jejak prestasi yang beragam, mulai dari juara olimpiade tingkat nasional, inovasi robotika, hingga kemampuan tahfiz Al-Qur’an. Meski demikian, pihak sekolah tidak berpuas diri. Siti Salma menegaskan komitmen untuk terus mendampingi siswa yang akan melanjutkan perjuangan melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).
Salah satu siswa yang lolos SNBP adalah Muhammad Nasih, yang diterima di ITB. Ia mengatakan bahwa pihak sekolah mulai merencanakan keuangan, mencari informasi kos, hingga berkenalan dengan teman-teman satu kampus. Ini penting untuk adaptasi awal. Nasih mengaku cukup familiar dengan Bandung karena pernah mengikuti kegiatan kolaborasi studi sebelumnya. Ia memilih ITB karena jurusan yang diminati hanya tersedia di kampus tersebut, serta didukung lingkungan akademik yang dinilai inspiratif.
Sukses SMAN 3 Banjarbaru dan SMAN 1 Banjarmasin
Kabar membahagiakan juga datang dari siswa SMAN 3 Banjarbaru pada SNBP 2026. Salah satunya, Muhammad Rayhan Fahrezi, yang berhasil diterima tanpa tes di Fakultas Teknik Program Studi Teknik Sipil Universitas Lambung Mangkurat (ULM). Ia memilih Teknik Sipil ULM karena kakak dan beberapa temannya berada di lingkup pembangunan dan konstruksi. Tak hanya lolos karena nilai akademik, Rayhan terbantu oleh sejumlah prestasi nonakademik yang turut memberikan nilai tambah.
Kepala SMAN 3 Banjarbaru, Ayu Herlina Rustam, menyampaikan bahwa capaian sekolahnya pada SNBP 2026 meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun lalu ada 49 siswa, sedangkan tahun ini 50 siswa. Dari jumlah tersebut, 45 siswa diterima di ULM.
Raut bahagia juga terpancar dari wajah Akhtar Muhammad Akbar, siswa kelas 12 SMAN 1 Banjarmasin yang berhasil lolos SNBP. Akhtar berhasil menembus ketatnya persaingan masuk salah satu Perguruan Tinggi Negeri (PTN) ternama di Indonesia, yaitu Universitas Indonesia (UI). Tak tanggung-tanggung, ia memilih Jurusan Hukum UI yang diketahui menjadi salah satu yang terbaik di Indonesia.
“Kebetulan mama merupakan dosen hukum di ULM. Jadi dari sana juga saya mulai tertarik dengan dunia hukum,” terangnya. Selama bersekolah di SMAN 1 Banjarmasin, Akhtar menorehkan banyak prestasi, di antaranya menjadi Juara 1 Tim dan pembicara terbaik atau Best Speaker di ajang lomba debat Bahasa Inggris tingkat Provinsi 2025. Ia pun didapuk menjadi perwakilan Kalimantan Selatan (Kalsel) di tingkat nasional yang digelar di Yogyakarta.







